Sinopsis Jodha Akbar ANTV Episode 119 - Adham sedang melakukan pijat tubuh ketika seseorang melempar batu kearahnya. Sekali tak apa. Dua kali, adham mengirim pengawal utk mencari pelempar itu. Tiga kali, adham pergi sendiri mencari pelakunya. & dia melihat tasneem sedang berusaha mengambil layangan yg nyangkut di pohon dgn melemparinya dgn batu.
Melihat itu adham tersenyum & menyuruh semua penjaga pergi. Adham mendekati tasneem. Melihat adham, Tasneem segera memberi hormat. Dari arah lain, muncul Jodha & rombongan. Melihat Adham bersama Tasneem, Jodha berkata pada moti, "Moti, bukankah itu adham khan?" Moti menyahut, "ya. apa yg sedang dia lakukan di sini?" Pada Tasneem adham bertanya, "apa kau melemparku dgn batu?" Tasneem dgn takut-takut menjawab, "tidak, tuan. Aku sedang berusaha mengambil layang-layangku. Anda pasti terkena batu itu secara tidak sengaja." Adham menatap layangan yg nyangkut di ranting pohon & bertanya, "apakah kau suka layang-layang?" Tasneem menjawab, "ya."
Adham menyuruh Tasneem mendekat. Tasneem menurut. Adham kemudian berjalan ke belakang Tasneem & memegang pinggangnya sambil berkata kalau dia akan membantu Tasneem mengambil layangan itu. dgn tenaganya yg kuat, adham mengangkat tubuh tasneem & mengulurkannya kearah layangan yg mengantung. Tasneem berteriak-teriak tidak mau & minta di turunkan. Tapi adham malah terlihat kesenangan. Jodha yg melihat adegan itu terkejut & berkata pada moti, "Moti, kau benar. Adham mempunyai niat buruk." Adham menyuruh tasneem meraih layangannya. Tasneem berteriak tidak mau & sambil berontak meminta adham menurunkannya. Adham lalu menurunkan tubuh tasneem. Begitu menginjak tanah, Tasneem segera berlari pergi. Adham menyerigai senang & mengambil layangan dgn sekali tarik. Jodha melihat kelakuan Adham dgn tatapan marah.
Jalal & Ruq sedang bermain catur. Saat giliran Jalal melangkah, dia terlihat sedang berpikir keras. Ruq bertanya, "ada apa jalal? Kenapa kau tidak fokus pada permainan?" Jalal menjawab kalau dia sedang memikirkan urusan politik. Sejak Sharifudin melarikan diri, beberapa wilayah bagian seperti Mewad, Marta, Ajmer & Nagaur tidak mempunyai komandan. & Jalal tidak tahu siapa yg harus di tunjuknya sebagai komandan. Ruq memberi saran kalau Jalal akan menunjuk orang luar maka sebaiknya menunjuk orang berbeda utk keempat wilayah itu. Jangan menunjuk satu orang saja. Tapi harus memecah kekuatan mereka. Jalal sangat menghargai saran Ruq & memujinya. Jalal berkata akan membicarakan hal ini dgn Maham. Ruq berkata, "kita telah membuat kesalahan di masa lalu, apa kau akan mengulanginya lagi? Jika kau bahas masalah ini dgn Maham anga, dia akan menunjuk Adham utk mengisi jabatan ini. ~Resham menguping pembicaraan Ruq dari balik pintu~ Semua orang tahu, Adham khan tidak kompeten & tidak berhasil memimpin Malwa. Dia lebih sering berada di Agra dari pada di Malwa. Adham tidak cocok utk jabatan ini." Jalal menyahut, "tapi adham adalah prajurit yg hebat. Aku tak ragukan kemampuannya, semua orang takut padanya."
Ruq menjawab, "memang benar. Adham prajurit hebat, karena itu sebaiknya mengirim dia ke medan perang. Tapi utk menjadi komandan harus memiliki ketenangan & kemampuan di bidang politik yg semua itu tidak di punyai adham. Adham khan tidak pernah berpikir dua kali dgn tindakannya. Dia tidak mendengarkan siapapun. Ingatlah satu hal, mungkin Maham Anga menganggapmu seperti anaknya sendiri. Dia menyayangimu, tapi rasa sayangnya itu berbeda dgn rasa sayangnya pada Adham." Mendengar kata-kata Ruq tentang Maham, Jalal menegur Ruq, "kau salah paham. Aku tak ingin mendengar apapun yg menyinggung Maham Anga." Mendengar kata-kata jalal yg membela Maham, Resham mengangguk senang. Ruq dgn tenang menyahut, "baiklah. Aku takkan menyinggung maham lagi. Tapi pertimbangkanlah saranku tentang komandan." Jalal melanjutkan permainan caturnya, "kau menjadi tidak fokus karena perbincangan kita. Ini Skak-Mat." Ruq dgn santai menyahut kalau dirinya sengaja membiarkan Jalal menang, baik dalam sebuah permainan maupun dalam kehidupan, "aku senang menerima kekalahanku karena kau akan mendapat kemenangan." Jalal menatap Ruq dgn tersenyum, kagum akan pemikirannya.
Resham menyampaikan apa yg di dengarnya kepada Maham. Maham yg sedang memberi makan merpati berkata, "Mewad, Merta, Ajmer & Nagaur. Siapa yg lebih mampu memimpin selain Adham?" Resham berkata kalau jalal mudah terpengaruh Ratu Ruqaiya & Ratu Ruqaiya tidak senang dgn adham khan. Maham berdiri dari duduknya lalu berjongkok utk memegang burung merpati sambil berkata, "sekarang ratu Ruqaiya ingin terlibat persoalan politik kerajaan kita. Dia ingin menggantikanku menjadi perdana menteri. Tapi politik tidak mudah, seperti permainan catur." Resham menyarankan Maham agar melakukan sesuatu sebelum Jalal membuat keputusan, karena kalau sampai adham tidak mendapatkan jabatan itu, Adham akan menyalahkan Maham. Maham berkata, "Jalal tidak pernah membuat keputusan tanpa mendiskusikannya denganku. Ada satu hal yg harus aku lakukan. Aku harus memberitahu Adham soal ini."
Di ruang sidang, Jalal sedang melakukan penunjukan komandan utk wilayah-wilayah yg ditinggalkan Sharifudin. Jalal berkata, "pengkhianatan sharifudin adalah palajaran bagi kerajaan Mughal. Kerabat terdekatku ternyata seorang pengkhianat. Tapi ini tidak akan mempengaruhi pemerintahan kerajaan kita. Wilayah yg ada di bawah pengawasan Sharifudin, akan ada komandan yg baru utk menggantikannya." Atgah khan memberikan sebuah nama utk posisi tersebut yaitu Husein, dia prajurit yg cocok utk mengawasi mewad, "dia sudah lama bertugas di sana & dapat menangani urusan pemerintahan juga." Jalal setuju & menunjuk Husein sebagai komandan di Mewad. Jalal lalu bertanya pada Atgah, "siapa lagi yg akan kau sarankan?" Atgah berkata kalau dia punya beberapa nama, tapi tentu saja Jalal yg harus memutuskannya. Jalal melihat sekeliling & bertanya kenapa penjabat kerajaan banyak yg tak terlihat, apakah mereka tidak tahu tentang pertemuan ini? Atgah menjawab kalau mereka mungkin diam di rumah karena kondisi cuaca yg sangat dingin ini.
Jalal menanyakan Adham Khan, karena dia seharusnya ada di sini & tidak bersantai di rumah. Jalal menyuruh Atgah mencari tahu kenapa Adham tidak hadir di pertemuan ini.
Adham sedang tidur terlentang di kamarnya sambil memegang layangan & membayangkan Tasneem yg sangat rapuh, polos & cantik seperti bidadari surga. Maham dengan tergesa-gesa masuk ke kamar adham & berkata dgn kesal, "Adham.. mengapa kau masih berbaring? Mengapa tak hadiri pertemuan?" Adham menjawab kalau dirinya sedang tidak ingin hadiri pertemuan. Maham menegur adham kalau sifat pemalasnya tidak akan membantu. Dia adalah kepala komandan kerajaan mughal. Karena Sharifudin pergi, ada 4 wilayah yg kosong. Jika mereka menguasai salah satu dari wilayah itu, mereka tak kan gelisah selama hidupnya. Adham tak mengubrisnya. Maham berteriak marah & menyuruh Adham pergi ke pertemuan sekarang juga.
Di ruang sidang, Atgah mengusulkan agar menunda keputusan sampai besok, dia akan menyuruh semua penjabat agar hadir di sidang. Tapi Jalal menolak usul itu, sebab dia tak mau menyisakan pekerjaan sampai besok. Dia sendiri yg akan memilih para komandan itu hari ini. Keputusan Jalal adalah dia memilih Khauja sebagai komandan Nagaur, Daulat sebagai komandan Merta & Qutub Ali sebagai komandan Ajmer & perintah itu harus segera di laksanakan. & sidangpun di tutup.
Resham yg besembunyi dibalik pintu mendengarkan hasil sidang. Maham masih memarahi Adham di kamarnya. Adham berkata kalau Maham tidak perlu khawatir, dia pasti mendapatkan posisi komandan itu karena hanya dia yg mampu. Resham datang & memberitahu Maham kalau Jalal sudah menunjuk ke empat komandan utk wilayah-wilayah kosong itu. Maham sangat marah & tersinggung karena jalal tidak berdiskusi dulu dengannya & menganggap Jalal tidak adil.
Jodha selesai berdoa. Tapi pikirannya sedang entah kemana. Melihat itu moti bertanya, "Jodha, apa yg sedang kau pikirkan?" Jodha menjawab kalau dia sedang memikirkan Adham Khan, "aku belum bisa memahami apa yg telah kulihat. Tasneem masih anak-anak & Adham bersikap tidak senonoh padanya. Ini tidak baik." Moti berkata kalau dia juga terkejut. Tapi itulah yg terjadi selama ini, pria selalu merendahkan & melecehkan wanita, "ibunya Tasneem juga seorang pelayan. Mereka tak bisa berbuat apapun pada Adham khan. Seorang pelayan selalu di perlakukan seperti boneka utk di permainkan."
Jodha menyahut, "tapi aku bukan pelayan. Aku adalah seorang ratu. & sebagai Ratu sudah menjadi tugasku utk menghentikan adham khan sebelum dia melakukan kesalahan." Moti memperingatkan Jodha kalau Adham sangat kuat & jahat. Tapi Jodha tidak takut, dia tak bisa membiarkan harga diri gadis kecil di permainkan. Jodha segera bergegas pergi. Moti mengejarnya & berkata kalau mereka sudah lalui banyak masalah, "kenapa kau mengundang masalah lain lagi? Kumohon Jodha, berhentilah." Jodha dgn tegas berkata, "demi tuhan, aku takkan berhenti. AKu meminta tolong pada dewa karena dia sang maha kuasa & adil. Jadi, jika ada yg tidak berdaya, sudah tugasku membantu mereka. Jika aku tak melakukan apa-apa mengetahui hal seperti ini terjadi, aku akan merasa sangat bersalah." Moti bertanya Jodha mau kemana? Jodha mengatakan dia akan kerumah Tasneem & memberitahu ibunya. Karena dia satu-satunya yg bisa mengajukan keluhan tentang perilaku adham yg menyimpang dalam sebuah sidang. & Jodha yakin, Jalal akan memberikan keadilan. Moti ingin ikut. Jodha melarangnya. Moti memaksa, "jika kau bisa menjalankan tugasmu sebagai ratu, maka aku akan jalankan tugasku sebagai pelayanmu." Jodha kemudian membiarkan Moti ikut.
Jodha & Moti menemui Tasneem & ibunya. Ibu Tasneem berkata, "aku mengerti, ratu Jodha. Tapi aku tak bisa berbuat apa-apa. Adham khan adalah seorang komandan. Dia telah berjanji kalau suamiku akan di tunjuk sebagai penjaga benteng. Karena itu suamiku berjanji memberikan apapun pada adham khan. Adham khan telah banyak membantu kami." Ibu tasneem kemudian menunjukan kalung mewah pemberian adham & berkata kalau tidak semua orang mau memberikan barang mewah pada orang lain, ini menunjukan kalau Adham orang yg baik. Jodha bertanya, "apakah ini caramu membalas kebaikan adham? Masa depan Tasneem dalam bahaya."
Ibunda Tasneem memohon pada Jodha agar membiarkannya saja, karena Adham khan telah banyak membantu mereka & dia tak bisa menentang janji suaminya. Jodha dgn penasaran bertanya, "apakah kau tak merasa bertanggung jawab atas harga diri putrimu?" Ibunda Tasneem berkata, "kami hanya rakyat biasa, oleh karena itu tanggung jawab kami tidak berarti. Aku telah membesarkan dia, tapi takdir yg akan menentukan masa depannya. Ayahnya telah membuat keputusan demi kebaikan dirinya. Aku takkan ikut campur dgn masalah ini." Jodha tak tahu harus berkata apa lagi. Tasneem yg sedari tadi diam, akhirnya membuka mulut, "ibu, aku takut pada Adham khan. Dia mengangkatku dgn memegang pinggangku." Ibunya Tasneem membentak anaknya & menyuruhnya diam. Tasneem berkata kalau dia tidak bohong. Ibunya melarang tasneem berkata seperti itu tentang adham, karena mereka berhutang seumur hidup padanya. Melihat perdebatan ibu & anak itu, Jodha berpikir, "dia merusak kehidupan Tasneem. Mengapa seroang wanita membiarkan harga diri putrinya seperti ini? Aku harus lakukan sesuatu."
Jodha & moti keluar dari rumah Tasneem. Dari arah lain, muncul Adham khan. Adham & Jodha saling menatap. Adham turun dari kudanya & memberi salam pada Jodha sambil bertanya, "apa yg anda lakukan di sini? Tempat ini tidak cocok bagi seorang ratu." dgn ketus Jodha menjawab, "seorang komandan juga harus mempunyai harga diri. Boleh aku tahu kenapa kau kesini?" Adham berkata kalau dia ingin tahu keadaan rakyatnya karena itu dia datang kemari, "dan kau?" Jodha menjawab dgn jawaban yg sama seperti adham, "aku ingin tahu apakah mereka punya keluhan tentang prajurit kerajaan." Adham telihat tegang & bertanya, apa maksud jodha? Jodha menjawab kalau Adham sudah tahu apa maksudnya, "dan aku juga tahu apa yg ada dipikiranmu. Percayalah, aku takkan biarkan kau mendapatkan yg kau inginkan." Setelah berkata begitu, Jodha segera masuk ke tandunya & meninggalkan rumah Tasnem di ikuti pandangan geram dari adham khan.
Ibu Tasneem menyuruh Adham masuk. Tapi adham tak mau. Dia hanya ingin bertemu tasneem. Ibunya TAsneem memanggil tasneem. tasneem keluar & bersembunyi di belakang ibunya karena takut melihat adham. Adham bertanya apakah mereka meminta ratu Jodha utk datang? ibunya tasneem menjawab tidak, "dia datang atas kemauannya sediri. Aku memberitahu beliau kalau anda sudah banyak membantu kami." Adham dgn sedikit emosi berkata, "karena itu aku ingin tahu mengapa ratu Jodha datang kesini. Apa yg dia tanyakan? Apa kau akan menjawabnya? Atau aku akan bertanya pada tasneem?"
Tasneem terlihat ketakutan. ibunya menenangkan tasneem & memberitahu adham tujuan kedatangan Jodha. Mendengar itu, Adham menjadi sangat marah, "beraninya dia lakukan ini!" Ibunya Tasneem meminta adham utk tenang, karena dia & keluarga menolak melakukan perintah Jodha & hanya akan melakukan perintah Adham saja, karena Adham yg telah menjaga keluarganya. Adham berkata, "baiklah. Aku ingin kau datang ke istana sore ini. Aku punya tugas penting untukmu." Ibunya tasneem menyanggupi. Adham menyuruh ibunya tasneem mengajak Tasneem juga. Adham hendak beranjak pergi, ketika dia ingat layangan di tangannya. Dia menyerahkan layangan itu pada Tasneem. Ibunya tasneem menarik tangan Tasneem agar mau menerima layangan itu. Tasnem mengulurkan tanganya, Adham menyerahkan layangan itu & mendapat kesempatan utk mengelus jemari tasneem. Tasneem bergidik ngeri. Sebelum pergi, adham mengingatkan ibunya tasneem agar jangan lupa mengajak tasneem malam ini. Sepeninggal Adham, dgn menagis Tasneem merobek layang-layang itu. Ibunya Tasneem memarahinya. Tasneem berlari masuk kedalam rumah.
Di istana, Resham menyuguhkan buah-buahan pada Maham. Maham dgn marah menepis piring buah ditangan Resham hingga jatuh berantakan. Maham dgn marah berkata, "aku kehilangan kekuatanku. & aku tak melakukan apapun utk menghentikannya. Wewenangku di rebut oleh orang yg memberikan wewenang itu, yaitu Jalal. Mengapa aku merasa kalau Jalal sudah tidak mempercayaiku lagi? Dia tak memberitahuku saat ratu Jodha di racuni, dia tidak berdiskusi denganku saat menunjuk komandan utk 4 wilayah, padahal sebagai perdana menteri aku punya wewenang utk itu." Maham kemudian menatap Resham & menyuruhnya mengambilkan kertas, pena & tinta. Resham segera mematuhinya. Maham kemudian menulis sesuatu, mengecapnya dgn stempel & menyerahkannya pada Resham sambil berkata, "berikan ini pada jalal & bacakan dgn keras di depannya." Resham memberi hormat & segera menjalankan perintah Maham. Next Sinopsis Jodha Akbar ANTV Episode 120