Master Kids SEO

Membahas About SEO dan Lainya

Sinopsis Jodha Akbar Episode 374

Masterkids SEO - Sinopsis Jodha Akbar Episode 374, Setelah sebelumnya admin membagikan Sinopsis Jodha Akbar episode 373 tentang pangeran salim yang menjalani hari pertama hukumannya dirumah neneknya qadir, dan ratu jodha yang gelisah ingin menemui anak tercintanya. sementara itu ratu ruqayah yg memanfaatkan kesempatan untuk memberikan ganja lagi pada pangeran salim. Kali ini admin bagikan lagi episode 374 yang akan tayang di ANTV Malam Ini pada April 2015. Berikut Kisah selanjutnya Jodha Akbar!
Sinopsis Jodha Akbar Episode 374

Ratu Jodha & Raja Jalal masih asyik ngobrol berdua mengenai Pangeran Salim, khususnya permintaan Ratu Jodha utk bertemu dgn Pangeran Salim anaknya, “Aku bisa mengerti kau, Ratu Jodha, tapi aku tdak bisa mengabulkan permintaanmu utk bertemu dgn Pangeran Salim" ujar Raja Jalal sambil membelai pipi Ratu Jodha lembut, "Karena dgn kau menemuinya, Pangeran Salim akan menjadi lemah” ujar Raja Jalal lagi, Ratu Jodha sangat terluka mendengar ucapan Raja Jalal, “Hmmm, baiklah aku akan pergi ke kuil utk berdoa buat Pangeran Salim & kesehatan Qadir & aku juga akan membagi-bagikan pakaian utk para fakir miskin” kata Ratu Jodha, “Yaaa, pergilah” ujar Raja Jalal & Ratu Jodhapun berlalu darisana, sementara Raja Jalal hanya memandangi kepergian Ratu Jodha.

Sementara itu Pangeran Salim sedang sibuk memotong kayu-kayu yg kering, Rahim mendatanginya dgn menyamar sebagai rakyat biasa, ternyata Raja Jalal juga melakukan hal sama, dia juga menemui Pangeran Salim dgn menyamar sebagai rakyat biasa & memperhatikan Pangeran Salim dgn bersembunyi dibalik pepohonnan dibelakang Rahim. “Saya akan terus mengawasinya, Yg Mulia” kata Rahim “Mengapa anda datang kemari?” tanya Rahim, “Sekhu Baba adalah anakku, ini adalah tugasku utk melindunginya, sampai aku tdak melihatnya baik-baik saja, aku tdak akan tinggal diam, Rahim” jawab Raja Jalal.
Saat itu Pangeran Salim sedang memotong kayu & tangannya terluka, Raja Jalal yg sedari tadi memperhatikannya juga merasa terluka, “Yg Mulia, anda tdak akan tahan kalau melihat seperti ini terus, pulanglah, saya akan berada disini menemaninya” ujar Rahim, “Yaa, aku pikir kau memang benar Kane Khana, aku memang seharusnya pergi, tolong jaga anakku” kata Raja Jalal sambil menepuk pundak Rahim & melirik terus kearah Pangeran Salim.

Pangeran Salim masih asyik mengumpulkan kayu-kayu kering & bersiap-siap hendak meninggalkan hutan dgn sekumpulan kayu kering yg dipanggulnya dipundaknya. “Hhhh, rasanya kayu-kayu kering ini masih kurang tapi aku harus segera sampai rumah” ujar Pangeran Salim sambil berlalu darisana, dalam perjalanan kerumah dilihatnya banyak orang-orang yg sedang membicarakan tentang makanan & pakaian yg dibagi bagikan diKuil, dalam hati Pangeran Salim berkata: “Nenek Fatima pasti akan terlambat utk makan, jika aku bisa mendapatkan makanan dari Kuil, nenek Fatima tentu tdak usah bekerja keras & dia juga tdak akan kelaparan” bathin Pangeran Salim sambil berlalu darisana, sementara Rahim masih terus memperhatikan Pangeran Salim dari kejauhan.

Di Mandir (kuil) Ratu Jodha sedang membagi-bagikan makanan utk para fakir miskin ditemani oleh pelayan setianya Moti, Shamshad & Zakira. Para fakir miskin mengantri satu per satu utk bisa bertemu dgn Ratu Jodha & mendapatkan pemberiannya, “Saat ini kedua anak-anak saya sedang dalam masalah, aku mohon, tolong doakan mereka” ujar Ratu Jodha pada para fakir miksin yg mengerumuninya, kemudian Ratu Jodha kembali membagi-bagikan pakaian & makanan utk mereka tepat pada saat itu Pangeran Salim datang ketempat tersebut dgn pakaian yg lusuh, kotor & penuh dgn lumpur, ditaruhnya kayu bakar yg dibawanya sedari tadi.

Pangeran Salim langsung menerobos kedalam kerumunan orang-orang yg sedang mengantri menunggu pemberian dari Ratu Jodha, karena terhalang banyak orang, Pangeran Salim hanya bisa mengulurkan kedua tangannya diantara tubuh orang-orang dewasa tepat pada saat itu Ratu Jodha melihat tangan Pangeran Salim yg penuh dgn luka, “ Yaaaa ampuun, banyak sekali luka pada tangan anak ini” ujar Ratu Jodha, “Zakira tolong ambilkan salep” pinta Ratu Jodha ke Zakira, Zakirapun segera memberikan salep buatan Ratu Jodha yg biasanya digunakan Ratu Jodha utk mengobati luka pada tubuh Raja Jalal. Kemudian diraihnya tangan anak itu & meminta orang-orang tersebut utk bergeser

“Maaf, pak, bisa bergeser terlebih dahulu, aku akan mengobati luka anak ini” pinta Ratu Jodha, ketika orang-orang tersebut bergeser, betapa terkejutnya Ratu Jodha ketika dilihatnya anak tersebut tdak lain adalah Pangeran Salim anaknya, Pangeran Salimpun terkejut melihat Ratu Jodha lalu dia segera menundukkan kepalanya. Ratu Jodha sangat terharu sekali melihat Pangeran Salim, ingin rasanya dia segera memeluk Pangeran Salim erat apalagi melihat kondisi badan Pangeran Salim yg sangat kotor & compang camping.

Sementara itu Pangeran Salim teringat kembali akan kata-kata Ratu Jodha ke Raja Jalal beberapa hari yg lalu sebelum dia dijatuhi hukuman, agar Raja Jalal memberinya hukuman, Pangeran Salim juga teringat bagaimana Ratu Ruqayah mendukungnya pada masa-masa yg buruk tersebut. Ketika Ratu Jodha hendak mendekati Pangeran Salim, Pangeran Salim segera mundur kebelakang, dia tdak mau diberi obat oleh Ratu Jodha. Lalu dia mengucapkan salam “Salam Yg Mulia Ratu, Tolong berikan makanan pada orang miskin ini, saya lapar” kata Pangeran Salim, Ratu Jodha hanya bisa diam membisu, ditahannya rasa sesak didadanya, sementara itu ketiga pelayan setia Ratu Jodha merasa iba melihat kondisi Pangeran Salim, kemudian Ratu Jodha segera berlutut didepan Pangeran Salim & mengolesi luka-luka Pangeran Salim dgn salepnya, Sinopsis Jodha Akbar Episode 374
Sinopsis Jodha Akbar Episode 374
Pangeran Salim merasa kesakitan ketika diberi salep, Ratu Jodhapun merasakan hal yg sama melihat anaknya kesakitan, kemudian setelah selesai mengobati luka-luka Pangeran Salim, Ratu Jodha memberikan pakaian & makanan pada Pangeran Salim dgn berlutut didepan Pangeran Salim kembali. Pangeran Salim hanya diam saja bagaikan orang asing didepan ibunya sendiri lalu dia menerima pemberian Ratu Jodha & segera berlari darisana. Ratu Jodha terus memperhatikan kemana Pangeran Salim pergi, sampai akhirnya Pangeran Salim tiba dimana kayu bakarnya ditinggal tadi, lalu ketika akan memakannya,

Pangeran Salim teringat akan nenek Fatima. Dalam hati Pangeran Salim berkata: “Lebih baik aku berikan makanan ini utk nenek Fatima” bathinnya lalu Pangeran Salim segera mengambil kayu bakar dgn tangan kanannya, sementara tangan kirinya masih memegang makanan & pakaian pemberian Ratu Jodha tadi lalu berlalu darisana. Dari kejauhan Ratu Jodha terus memperhatikan Pangeran Salim, hatinya sangat terluka melihat keadaan Pangeran Salim, ketika Ratu Jodha hendak mengejar Pangeran Salim, Maan Sigh menghentikan langkahnya

“Bibi, mau kemana? apa yg terjadi?” tanya Maan Sigh, “Aku akan menemui Pangeran Salim, Maan Sigh” kata Ratu Jodha, “Bibi, itu tdak baik, kau tdak boleh menemui Pangeran Salim” ujar Maan Sigh, “Kenapa?” tanya Ratu Jodha, “Aku hanya ingin bertemu dgnnya sekali saja, aku hanya ingin tahu kenapa tadi Pangeran Salim menolak aku ketika aku ingin memeluknya” kata Ratu Jodha sambil segera berlalu menyusul Pangeran Salim.

Pangeran Salim akhirnya sampai juga digubuk nenek Fatima, saat itu nenek Fatima sedang duduk dibale-bale didalam gubuknya, “Kau dari mana saja Pangeran? aku sangat khawatir sama kau” kata nenek Fatima, “Aku tadi mengumpulkan kayu bakar dihutan, nek, & aku terlambat pulang” ujar Pangeran Salim tepat pada saat itu Ratu Jodha sudah sampai digubuk nenek Fatima bersama dgn ketiga pelayan setianya & mengintip Pangeran Salim dari balik jendela,

"Nenek, aku tadi dapat makanan juga buatmu” kata Pangeran Salim, “Oh iyaaa, darimana kau dapat makanan itu, Pangeran?” tanya nenek Fatima, “Dari Ammmiii, tadi Mariam Uz Zamani membagi-bagikan makanan & pakaian jadi aku juga mendapatkannya, makanlah, nek” kata Pangeran Salim, “Pangeran, kau telah memanggilku nenek jadi aku akan yg menjadi pertama kali utk menyuruh cucuku ini utk makan, ayooo, makanlah” pinta nenek Fatima sambil menyuapi Pangeran Salim.

Dari luar jendela Ratu Jodha sangat terharu sekali melihat keakraban Pangeran Salim & nenek Fatima, ingin rasanya Ratu Jodha berbaur dgn mereka, tak terasa air matanyapun menetes dikedua pipinya yg berwarna merah muda. Kerinduan yg tdak tertahankan utk bertemu dgn Pangeran Salim mendorong Ratu Jodha utk segera menemui Pangeran Salim, ketika Ratu Jodha hendak memasuki gubuk nenek Fatima, kembali Maan Sigh menghentikan langkah Ratu Jodha,

“Bibi, lebih baik jangan menemui Pangeran Salim, Bi” tahan Maan Sigh “Hal ini bisa menyebabkan Yg Mulia marah, bibi, karena kau tdak menuruti perintahnya” ujar Maan Sigh, Ratu Jodha benar-benar tdak berkutik dibuatnya lalu dia kembali menuju jendela utk melihat Pangeran Salim kembali, rasanya berat sekali utk beranjak darisana, sampai pada akhirnya Ratu Jodha memutuskan utk meninggalkan gubuk nenek Fatima tepat pada saat itu Rahim datang bersama para prajurit andalannya, sambil memanggil nama Ratu Jodha

“Ibu mudaaa, mau apa kau disini??” tanya Rahim tapi saygnya Ratu Jodha tdak menyadari keberadaan Rahim, secepat kilat Ratu Jodha langsung meninggalkan gubuk nenek Fatima diikuti oleh ketiga pelayan setianya & Maan Sigh.

Malam itu Raja Jalal sedang termenung didepan jendela kamarnya, tiba-tiba saja Ratu Jodha masuk kedalam kamarnya sambil menangis, “Yang Mulia, “ Ratu Jodha memanggil Raja Jalal dgn ucapan mesranya & langsung menjatuhkan dirinya dalam pelukan Raja Jalal sambil menangis, Raja Jalal nampak kebingungan dgn tingkah Ratu Jodha yg seperti itu, “Ada apa ini, Ratu Jodha? kenapa kau menangis?” tanya Raja Jalal,

“Maafkan aku Yg Mulia, aku tdak bisa mengendalikan diriku utk tdak bertemu dgn Pangeran Salim tapi aku tdak bertemu dgnnya secara langsung, aku cuma melihatnya dari kejauhan” kata Ratu Jodha sambil menangis, “Jadi, kau meminta maaf setelah kau melanggar perintah Raja?” tanya Raja Jalal, “Ratu Jodha, aku juga telah melanggar perintah Raja & aku juga telah menemui anakku” kata Raja Jalal, mendengar kejujuran Raja Jalal, Ratu Jodha jadi semakin terharu, mereka berdua saling memandang satu sama lain dgn mata yg berkaca-kaca, ada keharuan yg bersembunyi disana,

“Yg Mulia, aku sangat terluka ketika Pangeran Salim mendapatkan masalah tapi disisi lain aku melihat dia bekerja dgn penuh semangat utk memenuhi tanggung jawabnya, Aku sangat bahagia melihat itu semua” ujar Ratu Jodha, sementara Raja Jalal mendengarkan dgn seksama. “Keputusanmu sangat tepat, Yg Mulia, sebagai seorang ayah bukan sebagai seorang Raja, aku pikir kau terlalu kaku dgn Pangeran Salim tapi aku akui kau benar, Yg Mulia” ujar Ratu Jodha lagi, “Sekarang anak kita sedang mengikuti jalur yg benar, Yg Mulia” ujar Ratu Jodha penuh haru, Sinopsis Jodha Akbar Episode 374

sementara itu Raja Jalal tersenyum bahagia, “Aku bangga mendengar ini semua, Ratu Jodha” kata Raja Jalal, “Sekarang Pangeran Salim kita akan menjadi seorang Raja yg hebat, Yg Mulia, & ini semua karena kau” ujar Ratu Jodha, “Aku akui kalau aku sedikit tdak terima ketika kau menghukum Pangeran Salim tapi kau tegas dalam menghukumnya, maafkan aku, Yg Mulia, maafkan aku yg terlalu mencintai Pangeran Salim dari pada kau” ujar Ratu Jodha dgn mata yg masih berkaca-kaca,
Sinopsis Jodha Akbar Episode 374

“Sekarang aku bisa menerima kenapa Pangeran Salim lebih mencintai kau dari pada aku, aku selalu berdoa agar Pangeran Salim bisa segera kembali dalam pelukan kita & ketika dia kembali, aku ingin akulah yg pertama yg memeluknya & aku akan memberikan semua cintaku padanya, Ratu Jodha” kata Raja Jalal,

Ratu Jodha sangat senang mendengarnya, ditatapnya suaminya itu dgn penuh cinta tepat pada saat itu Raja Jalal membuka tangannya utk memeluk Ratu Jodha, Ratu Jodhapun langsung jatuh dalam pelukan Raja Jalal & mereka saling berpelukan mesra satu sama lain.

Malam itu Pangeran Salim tdak bisa tidur, dia sedang terbaring dilantai beralaskan tikar, sedangkan nenek Fatima tidur diatas kasur, sementara itu didalam istana Ratu Jodha juga nampak terbaring dilantai didalam kamarnya juga sambil memegang baju Pangeran Salim, mereka berdua sama-sama belum tidur.

Sedangkan Raja Jalal datang kedesa dimana Pangeran Salim berada, dia memperhatikan gubuk nenek Fatima & melihat beberapa pengawalnya yg menjaga gubuk nenek Fatimah.
Ratu Jodha sedang didalam kamarnya sambil memperhatikan baju Pangeran Salim, Ratu Jodha teringat biasanya kalau malam malam seperti ini, Ratu Jodha sering menceritakan sebuah cerita utk Pangeran Salim ketika dia akan tidur “Aku tdak tahu bagaimana Pangeran Salim tidur malam ini tanpa mendengarkan cerita dariku, sementara itu Pangeran Salim masih gelisah tdak bisa tidur, dicobanya dipejamkan matanya tapi tak kunjung terpejam, dalam hati Pangeran Salim berkata: “Seandainya saja ibu ada disini pasti dia akan menceritakan sebuah dongeng utkku” bathin Pangeran Salim sambil terus mencoba memejamkan matanya.
Dikamar Ratu Jodha, Ratu Jodha mencoba berbicara pada Kahna “Kahnaaa, malam ini aku akan menceritakan sebuah dongeng utkmu, tolong, kirimkan dongengku ini utk anakku Pangeran Salim” kata Ratu Jodha, tepat pada saat itu digubuk nenek Fatima tiba-tiba saja Pangeran Salim terbangun & berteriak memanggil Ratu Jodha “Ibuuuuuuu,!” teriak Pangeran Salim & tdak berapa lama kemudian Pangeran Salim merasa mengantuk & akhirnya diapun tertidur persis pada saat yg bersamaan Ratu Jodha sedang mendongengkan sebuah cerita pada Dewa Kahna.

Diluar gubuk nenek Fatima, Raja Jalal masih berjaga jaga diluar, Rahim menyuruhnya utk istirahat “Yg Mulia, hari sudah larut malam, lebih baik Yg Mulia istirahat saja” ujar Rahim, “Tdak! tdak Rahim, aku tdak akan pergi darisini, keamanan Sekhu Baba sangatlah penting jadi aku akan selalu mengecek penjagaan setiap hari” kata Raja Jalal.

Narator: Waktu pun terus berlalu, Raja Jalal, Ratu Jodha & Pangeran Salim sama-sama merasakan penderitaan akan tetapi Qadir tdak kunjung sembuh juga.

Next ke episode selanjutnya di Sinopsis Jodha Akbar Episode 375
 
Template By Kunci Dunia
Back To Top