Master Kids SEO

Membahas About SEO dan Lainya

Sinopsis Beintehaa Episode 94

Masterkids SEO - Sinopsis Beintehaa Episode 94, Setelah sebelumnya admin membagikan Sinopsis Beintehaa Episode 93! kali ini admin bagikan lagi episode 94 yang akan tayang di ANTV Malam Ini pada Desember 2015. Berikut Kisah selanjutnya Beintehaa By #RS!
Sinopsis Beintehaa Episode 94

Dirumah Meer Khan, Barkath membuka pintu, Aaliya & Zain & terkejut melihat Barkath ada di dalam rumah Meer Khan, Aaliya bertanya “Barkath, kau ada disini?, Barkath mengatakan “Ya, Inspektur, taangkap Meer Khan karena dia telah mencoba utk membunuh ayahku, Usman Abdullah, Polisi kemudian menangkap Meer Khan, tapi Barkath terlihat sedih, Barkath bersandiwara, Barkath berkata pada Zain “kak, dia pantas dihukum karena ksealahannya, Zain mengatakan “Ya, Polisi membawa Meer Khan keluar, sebelum keluar, Meer Khan berkata pada Aaliya “aku tdak memiliki hubungan dgn Zain & Barkath, tapi kau adalah keponakanku, kau darah dagingku, bagaimana kau bisa melakukan itu padaku, mendengar itu, Aaliya merasa kesal & mengatakan “Ayah ku telah lama memutuskan hubungannya dgn mu, & aku tdak bisa tinggal diam pada siapa pun yg menyakiti keluargaku, Inspektur, bawa dia dari sini, Polisi oun akhirnya membawa Meer Khan pergi,

Setelah polisi pergi membawa Meer Khan, Barkath berkata pada Zain “Kak, sekarang telah selesai, mari kita pergi dari sini, mereka ingin pergi, tapi Aaliya menghentikannya & bertanya pada Barkath “Barkath, mengapa kau datang ke sini?, Barkath sedikit khawatir, Zain juga bertanya “Iya Barkath, mengapa kau datang kemari?, Barkath mengatakan “kakak, sebenarnya aku hendak pergi ke dargah, tapi aku datang ke sini utk memperingatkan Meer Khan agar dia tdak menyakiti ayah lagi, Kakak, kita harus pergi dari sini, mereka ingin pergi, tapi Aaliya melihat ada kertas di atas tempat tidur, Aaliya meminta mereka berhenti, Aaliya memeriksa kertas itu, Barkath merasa khawatir melihat itu, melihat Aaliya memeriksa kertas itu, Zain datang menghempirinya & bertanya “ada apa Aaliya, Aaliya mengatakan “zain, ini adalah berkas milik paman, Aaliya melihat kearah Barkath & bertanya “Barkath, mengapa kau membawa berkas ini kemari?, Barkath menjadi tambah tegang, Barkath mengatakan “aku ingin membawanya ke Dargah utk berdoa pada ayah, karena pada saat itu aku tdak bisa melihat Aayah berada dalam kesulitan, Barkath menangis, lalu dia memeluk Zain & Aalilya, Barkath tersenyum licik, Barkath berkata pada Zain “Kak, kita harus pergi ke Dargah, Zain setuju,

Zain & Aaliya berada dalam perjalanan pulang, Zain melihat Aaliya begitu khawatir, Zain bertanya “apa yg kau pikirkan?, Aaliya bertanya “mengapa kau melepaskan benang suci yg ku berikan?, aku akan mengikatnya kembali setelah kita sampai rumah, Zain mengatakan “aku tdak akan membiarkan mu pergi ke ruang pendingin itu lagi, apakah kau benar-benar ingin menyelamatkan ku?, bagaimana kalau aku akan mati, mendengar itu Aaliya marah & mengatakan “jika kau mati, aku juga akan mati, setelah sampai dirumah Aaliya langsung turun dari mobil & pergi, Sinopsis Beintehaa Episode 94

Aaliya duduk di dekat kolam renang, dia teringat kejadian diruang pendingin itu, & dikamar, Zain juga teringat kejadian tersebut, Aaliya teringat ketika dia berdoa pada Tuhan utk menyelamatkan nyawa suaminya & mengambil nyawanya sebagai gantinya, Aaliya bertanya “mengapa hidupku berhubungan dgn nya(Zain), apakah aku benar-benar mencintainya, disisi lain, Zain juga teringat ketika dia mengatakan pada Aaliya kalau dia mencintainya, Zain bertanya pada dirinya sendiri “apakah aku benar-benar mencintai Aaliya, tak lama mereka berdua sama sama berlari ingin bertemu satu sama lain, setelah mereka bertemu, mereka saling berpandangan, Zain bertanya “mau kemana kau berlari? Aaliya juga menanyakan pertanyaan yg sama, Zain ingin mengatakannya, tapi kemudian dia mengubah kata katanya & mengatakan “aku ingin pergi ke kamar ayah, Aaliya juga mengatakan “aku juga ingin pergi ke kamar paman,

kemudian Zain & Aaliya pergi ke kamar Usman, mereka melihat Usman sedang tertidur, Zain memijat kaki Usman, Aaliya memeriksa perban kepala Usman, Zain bertanya “apa yg kau lakukan?, Aaliya mengatakan “aku ingin memeriksa keadaan Paman, mendengar itu, Zain berkata dalam hatinya “dia piker dia seorang dokter,

Aaliya kemudian memjijat kaki Usman, Zain teringat bagaimana dia mengatakan kalau dia mencintai Aaliya, kemudian tiba-tiba Aaliya memegang tangan Zain, Zain merasa heran, & bertanya “ada apa?, Aaliya mengatakan “pergi istirahat, karea kau juga belum begitu sehat, Zain mengatakan “aku akan pergi, tapi kau harus menjawab satu pertanyaan ku, mendengar itu Aaliya berkata dalam hatinya “apakah dia akan bertanya tentang apa yg dia katakan diruang pendingin itu?, Zain juga berkata dalam hatinya “aku harus bertanya utk menjelaskan semua keraguanku, Zain bertanya “Aaliya, apakah yg kau katakan di ruang pendingin itu memang benar? Aaliya mengatakan “aku mengatakan itu hanya utk membuatmu tetap terbangun, jangan menganggap kalau kata-kata itu serius, Zain sedih mendengarnya, Zain bertanya lagi “apakah kau yg katakan itu kebenaran?, Aaliya mengatakan “tentu, Aaliya bertanya “apakah kau ingin bertanya sesuatu yg lain?, Zain mengatakan “tdak ada lagi yg ingin ku tanyakan, lalu dia pergi dgn perasaan sedih, setelah Zain pergi, Aaliya mengatakan “dia pasti merasa sedih, apakah aku akan mengatakan yg sebenarnya, aku tdak bisa mengontrol diriku sendiri, Ya Tuhan, ampunilah aku karena telah berbohong kepada suamiku, tiba-tiba Usman mengatakan meminta “memohon ampun adalah suatu hal yg baik, Aaliya terkejut mendengarnya, Aaliya bertanya “apakah ayah bangun dari tadi?, Usman mengatakan “aku terbangun ketika kalian sedang bicara di dekat kepalaku, mengapa kau mengatakan kebohongan kepada suamimu?, Aaliya mengatakan “aku merasa khawatir jika aku mengatakan perasaanku padanya, jika dia mengabaikan hal itu, maka aku tdak akan mampu mengatasinya, Usman mengatakan “kau benar, tapi sebagai seorang ayah, aku yakin kalau Zain tdak akan mengabaikan kata-katamu, aku tahu kalau perasaan kalian itu adalah cinta,

Precap : Aaliya berkata dalam hatinya “menceritakan perasaan hati sangat sulit, Zain berkata dalam hatinya “bagaimana membuat Aaliya menyadari kalau aku sangat mencintainya.

 
Template By Kunci Dunia
Back To Top