Master Kids SEO

Membahas About SEO dan Lainya

Sinopsis Jodha Akbar Episode 543

Masterkids SEO - Sinopsis Jodha Akbar Episode 543, Setelah sebelumnya admin membagikan Sinopsis Jodha Akbar episode 542! kali ini admin bagikan lagi episode 542 yang akan tayang di ANTV Malam Ini pada juli 2015. Berikut Kisah selanjutnya Jodha Akbar!

Raja Jalal & Ratu Jodha masih bersama sama ditepi danau, tiba-tiba tanpa mereka sadari, didepan mereka ada Pangeran Salim yg sedang berpelukkan dgn seorang gadis, Raja Jalal murka melihat kemesraan Pangeran Salim & gadis tersebut, Raja Jalal langsung berteriak lantang “Sekhuuuu!” Pangeran Salim & Anarkali kaget setengah mati ketika mendengar teriakan ayahnya yg begitu terdengar menggelegar, mereka saling bertatap-tatapan dgn pemikiran mereka masing-masing, sementara itu Ratu Jodha merasa cemas & was-was melihat perubahan perangai suaminya yg begitu menakutkan, sedangkan Anarkali ketakutakan setengah mati melihat amarah diwajah Raja Jalal, Anarkali segera bersembunyi dibelakang Pangeran Salim.
Sinopsis Jodha Akbar Episode 543

Tak lama kemudian Raja Jalal menggeret Pangeran Salim masuk kedalam kamarnya, Ratu Jodha membuntuti mereka dibelakang “Yang Mulia, aku ingin bicara dgnmu” Raja Jalal segera mengangkat tangannya sebagai tanda tdak mau diganggu “Ini permasalahan antara ayah & anak laki-lakinya, Ratu Jodha! Jangan ikut campur dalam hal ini” Ratu Jodha sedih melihat kemarahan suaminya yg mulai tdak terbendung “Aku tahu apa yg terjadi pada Pangeran Salim itu salah tapi Pangeran Salim itu bukan seorang anak kecil lagi, kita harus bicara dgnnya dgn penuh kasih sayang” Raja Jalal semakin murka melihat Ratu Jodha yg ingin mencampuri urusannya “Sekali lagi aku bilang ini permasalahan ayah dgn anak laki-lakinya, aku minta kau pergi sekarang juga, Ratu Jodha!” Ratu Jodha tdak berdaya dgn perintah suaminya akhirnya Ratu Jodha meninggalkan mereka berdua dgn sedih. 

Sepeninggal Ratu Jodha, Pangeran Salim langsung buka suara “Ayah, aku mencintai Anarkali” Raja Jalal menatap Pangeran Salim tajam seraya berkata “Cukup Sekhu! Kau tdak usah mengucapkan sepatah katapun! Anak siapa kau ini?” Pangeran Salim menatap ayahnya heran “Aku anakmu, ayah” Raja Jalal menggelengkan kepalanya “Tdak! Kau adalah anak seluruh India, aku adalah Raja India & kau adalah Raja berikutnya & seorang Raja tdak pernah menelan ludahnya sendiri, aku telah memberikan janjiku pada Bhagwandas bahwa aku akan menikahkan anakku dgn Maan Bai, tdakkah kau berfikir tentang Maan Bai yg tdak bersalah apa-apa?”, “Cinta tdak ada diantara kami ayah, seperti ayah mencintai ibu, maka mengapa ayah ingin merenggut cintaku?” Raja Jalal langsung mengangkat tangannya hendak menampar Pangeran Salim sambil berteriak “Sekhuuu!” Pangeran Salim tercengang “Jangan lewati batasanmu! Berani benar kau membandingkan ibumu dgn seorang penari?” Raja Jalal tdak terima dgn ucapan anaknya “Dalam cinta tdak ada batasan, ayah, itu bisa terjadi pada siapa saja & hal itu tdak memandang apakah dia seorang ratu atau seorang penari” Raja Jalal semakin marah “Aku telah berjanji pada Bhagwandas!”, “Aku juga telah berjanji pada Anarkali bahwa aku akan menikahinya, salah satu janji harus dibatalkan & itu bukan janji yg aku buat” Raja Jalal mulai bisa meredakan emosinya “Aku yakinkan padamu bahwa aku akan memenuhi janjiku, Sekhu!”, “Aku tdak akan menikahi Maan Bai, itu akan lebih baik jika ayah menyetujui hubunganku dgn Anarkali, aku telah mengatakan tentang hal ini pada ibu & aku yakin ibu akan merestui aku” Pangeran Salim tetap bersikeras dgn pendiriannya.

Dirumah Anarkali, Anarkali pulang kerumahnya dgn tubuh yg basah kuyup, ibunya terkejut melihat kehadirannya “Anarkali, apa yg terjadi? Mengapa bajumu basah seperti ini?” Zil Bahar segera mengambil handuk & membasuh muka anaknya itu seraya berkata “Anarkali, bicaralah, jangan diam saja, ada apa?” Anarkali menatap ibunya dgn perasaan sedih, Anarkali segera memeluk ibunya & menangis pilu, Zil Bahar semakin penasaran dgn kondisi anaknya “Ada apa, Anarkali?”, “Ini seharusnya tdak terjadi, ibu, aku sangat takut sekali, ibu, aku tdak bisa melupakannya” Anarkali masih menangis sesenggukkan “Apa maksudmu? Ceritakan pada, ibu, ceritakan dgn jelas”, “Tadi Pangeran Salim memanggil aku utk datang ketepi danau” Anarkali kemudian menceritakan semuanya pada ibunya, Zil Bahar terperangah “Apa yg kau lakukan, Anarkali? Ibu sudah bilang sama kau jangan bermimpi utk menjadi seorang ratu, tdak akan terjadi apa-apa pada Pangeran Salim karena dia itu seorang pangeran tapi bagaimana kalau itu terjadi padamu? Ibu tdak bisa kehilanganmu” Anarkali menatap ibunya sedih “Kadang-kadang aku lupa pada posisiku, aku bisa membuat semua orang bahagia dgn tarianku tapi aku tdak bisa membuat kebahagiaan pada diriku sendiri” ujar Anarkali

Dikamar Ratu Ruqayah, Ratu Ruqayah sedang berbaring miring diatas tempat tidurnya, saat itu Hoshiyar menemuinya sambil berlari tergopoh-gopoh & mengabarkan kalau Raja Jalal & Pangeran Salim baru saja terlibat pertengkaran, Ratu Ruqayah sangat senang mendengarnya karena akhirnya misinya berhasil membuat Raja Jalal melihat kemesraan Pangeran Salim & Anarkali, kemudian Ratu Ruqayah menyuruh Hoshiyar pergi dari kamarnya & tak lama kemudian Ratu Jodha menemui Ratu Ruqayah dikamarnya dgn perasaaan gelisah, Ratu Ruqayah segera bangun & mendekati Ratu Jodha “Ada apa, Ratu Jodha?” Ratu Ruqayah pura-pura tdak tahu apa-apa yg sedang terjadi, Ratu Jodha segera menceritakan soal kemarahan Raja Jalal yg melihat kemesraan Pangeran Salim dgn Anarkali ditepi danau tadi, ketika mereka berdua hendak kekamar Raja Jalal dgn maksud utk menengahi situasi yg terjadi, tiba-tiba ditengah jalan mereka bertemu dgn Pangeran Salim yg keluar dari kamar Raja Jalal dgn perasaan marah 

“Pangeran Salim, Pangeran Salim, Pangeran Salim, bagaimana kau, nak?” Ratu Ruqayah & Ratu Jodha nampak panik ketika melihat Pangeran Salim, sementara Pangeran Salim diam saja, tdak menggubris panggilan kedua ibunya ini “Ratu Jodha, lebih baik kita bagi tugas, aku akan melihat Pangeran Salim, sementara kau melihat bagaimana kondisi yg Mulia” Ratu Jodha mengangguk menyetujui rencana Ratu Ruqayah, Ratu Jodha segera berlalu dari sana menuju kekamar Raja Jalal, sedangkan Ratu Ruqayah berjalan gontai menuju kekamar Pangeran Salim bahkan berbalik sebentar melihat kearah Ratu Jodha yg sudah berjalan memunggunginya & tersenyum sinis.

Pangeran Salim memasuki kamarnya sendiri, Pangeran Salim kesal & gelisah gara-gara pertengkarangannya dgn ayahnya, Pangeran Salim mencoba mencari opium tapi ketika dicarinya disetiap sudut kamarnya, Pangeran Salim tdak menemukan apa-apa disana, Ratu Ruqayah melihat kepanikan Pangeran Salim dipintu kamar sambil tersenyum sinis “Hanya ini yg aku inginkan, kegelisahan didalam hatinya akan membakar kedamaian Ratu Jodha & akan menghancurkan semuanya” Ratu Ruqayah tertawa kecil seraya berkata “Pangeran Salim, apa yg terjadi?” Ratu Ruqayah pura-pura merasa iba pada Pangeran Salim “Jangan mencoba utk menjadi juru bicara yg Mulia, ibu tdak akan bisa membujukku & aku bisa melihat apa yg ibu rasakan, jadi lebih baik pergilah!” Pangeran Salim terlihat kesal kepada Ratu Ruqayah “Ibu datang kesini menemuimu, ibu tdak bisa melihat anakku seperti ini” Ratu Ruqayah menyuruh Pangeran Salim duduk diranjang “Ibu tdak ingin kau marah, ibu pikir Ratu Jodha akan membicarakan soal ini pada yg Mulia tapi apa yg terjadi?”Ratu Ruqayah mencoba meracuni pikiran Pangeran Salim “Ratu Jodha belum punya waktu yg pas utk berbicara dgnnya”, Aku berharap Ratu Jodha mengatakan tentang hal ini pada saat yg tepat pada yg Mulia, maka dgn begitu hal ini tdak akan terjadi!” Ratu Ruqayah mencoba memprovokasi Pangeran Salim “Aku tdak peduli! Aku mencintai Anarkali & aku hanya akan menikah dgnnya”, “Aku akan bersamamu & membantumu utk mendapatkan Anarkali tapi kau harus tenang, kau seharusnya tdak marah seperti ini menentang ayahmu, ibu tahu bagaimana caranya bicara dgn ayahmu, serahkan semuanya pada ibu, sekarang lebih baik kau istirahat saja ya” ujar Ratu Ruqayah sambil menaruh kotak opium yg dibawanya sedari tadi, Ratu Ruqayah tahu kalau Pangeran Salim sangat membutuhkan benda itu saat ini, kemudian Ratu Ruqayah pergi meninggalkan Pangeran Salim yg masih berdiri membelakanginya. Sinopsis Jodha Akbar Episode 543
Sinopsis Jodha Akbar Episode 543

Raja Jalal sedang berada dikamarnya, sedang berdiri didepan jendela, Raja Jalal teringat ketika secara terbuka Pangeran Salim menentangnya & berkata kalau Ratu Jodha akan merestuinya, tepat pada saat itu Ratu Jodha menemui Raja Jalal dikamar seraya berkata “Yang Mulia” Raja Jalal berbalik & melihat kearah Ratu Jodha & berkata “Aku selalu mengira bahwa kita ini adalah satu, kau tahu aku dgn baik & kau tahu apa yg aku suka & apa yg tdak aku suka, mengapa kau menyembunyikan semua ini dari aku, Ratu Jodha?” Ratu Jodha menatap haru pada suaminya “Kau berhak marah padaku, yg Mulia”, “Ini bukan saja tentang yg benar & yg salah, Ratu Jodha, tdakkah kau berpikir tentang keponakanmu sendiri? Tdakkah kau berfikir tentang janjiku?” Raja Jalal mulai kesal dgn Ratu Jodha “Apa yg harus aku lakukan, yg Mulia? Ini tentang sebuah cinta, kau juga mempunyai rasa cinta itu, jika Maan Bai tahu kalau Pangeran Salim mencintai orang lain sebelum dia menikah, itu akan lebih baik” Raja Jalal tertegun “Cinta ini tdak sah, Ratu Jodha! Anarkali seorang penari yg menari menghibur kita! Cinta ini salah! Apa yg kau inginkan yg tertulis dalam sejarah bahwa yg Mulia Raja Raja Jalalludin Muhammad Akbar tdak bisa memenuhi janjinya & membuat seorang penari menjadi seorang Ratu?” Ratu Jodha tertegun “Tapi Pangeran Salim mencintainya, yg Mulia”, “Kita bisa menikmati tarian para penari tapi kita tdak bisa mencintai mereka, Ratu Jodha! itu tdak pernah terjadi & tdak akan pernah terjadi! Aku telah memutuskan bahwa Pangeran Salim hanya akan menikahi Maan Bai saja!” ujar Raja Jalal ketus & pergi meninggalkan Ratu Jodha, Ratu Jodha semakin cemas

Dikamar Pangeran Salim, Pangeran Salim sedang teringat pada masa kanak-kanaknya dulu ketika Raja Jalal memberikan hukuman padanya dgn mengasingkannya kerumah nenek Fatima, bagaimana ketika dulu dirinya dipisahkan dari ibunya yg tdak berdaya dgn perintah ayahnya, tiba-tiba dilihatnya diatas meja ada opium yg tadi sengaja diletakkan Ratu Ruqayah disana, Pangeran Salim menyeringai senang & segera mengambilnya lalu menjilatnya sedikit, Pangeran Salim merasa sedikit tenang, tak lama kemudian Ratu Jodha menemui Pangeran Salim “Mengapa ibu & ayah melakukan semua ini padaku, hal ini menyakiti aku, ibu” Ratu Jodha sedih “Ibu tahu bagaimana penderitaanmu & ibu selalu bersama dgnmu, nak”, “Lalu mengapa ibu tdak mengatakan hal ini pada ayah pada saatnya yg tepat?” Ratu Jodha semakin sedih menatap anaknya “Ibu belum menemukan saat yg tepat utk mengatakannya pada ayahmu, ibu bersamamu, Pangeran Salim” Pangeran Salim nampak menahan marah “Ini semua terjadi sejak aku masih kecil, dulu ayah telah membuat aku bekerja seperti seorang pelayan, ayah telah mengirimkan aku kemedan perang diusiaku yg baru 9 tahun & sekarang dia ingin merenggut Anarkali dariku? Aku telah salah berfikir bahwa yg Mulia akan mengerti dgn perasaanku, dia itu hanya seorang Raja, baginya kata-katanya & perintahnya lebih berarti daripada perasaan anaknya! Dia selalu merenggut sesuatu dari aku tapi sekarang aku tdak akan berdiam diri, kadang aku merasa bahwa aku tdak mempunyai seorang ayah!” Ratu Jodha terperangah “Jangan katakan seperti itu, Pangeran Salim! Ayahmu hanya mengkhawatirkanmu saja, semuanya akan baik-baik saja, Pangeran Salim”, “Aku tdak tahu, ibu, kapan itu akan terjadi” ujar Pangeran Salim ketus kemudian meninggalkan ibunya “Mengapa semua ini terjadi?” Ratu Jodha semakin sedih

Nb: oiy guys, demi terus terupdatenya sinopsis ini jangan sungkan2 untuk memberikan jempolnya ya sobat!! terimakasih sebelumnya. 1 jempol sangat berharga untuk admin agar terus bersemangat memberikan sinopsis yang terupdate dari film jodha akbar ini.

 
Template By Kunci Dunia
Back To Top