Master Kids SEO

Membahas About SEO dan Lainya

Sinopsis Jodha Akbar Episode 527

Masterkids SEO - Sinopsis Jodha Akbar Episode 527, Setelah sebelumnya admin membagikan Sinopsis Jodha Akbar episode 526! kali ini admin bagikan lagi episode 527 yang akan tayang di ANTV Malam Ini pada juni 2015. Berikut Kisah selanjutnya Jodha Akbar!
Sinopsis Jodha Akbar Episode 527

Dihalaman tengah istana, Murad yg saat itu setengah mabuk menghampiri Pangeran Salim yg sedang berada disana, saat itu Murad bersama dgn pamannya Haidar yg bernama Sabudhin “Apa kabar, Pangeran Salim?”, “Baik-baik saja, Murad, Bagaimana kabarmu?” ujar Pangeran Salim sambi menyeringai senang menyambut adiknya itu, awalnya mereka ngobrol secara baik-baik namun lama kelamaan mereka malah bertengkar satu sama lain karena rupanya Murad mengejek Pangeran Salim yg tdak bisa menangkap Maharana Pratap, Sabudhin paman Haidar juga hanya diam saja tdak berusaha utk melerai kedua pangeran itu, tak lama kemudian Pangeran Salim meninggalkan Murad dgn kesal. Paman Haidar, Sabudhin malah menghasut Murad utk melawan Pangeran Salim “Pangeran Murad, semua orang telah mengabaikan kau, kau harus melakukan sesuatu” Sabudhin mulai meracuni pikiran Murad, Murad sepertinya juga termakan oleh hasutannya.

Dikamar Ratu Jodha, Ratu Jodha sedang memperhatikan lukisan Mehndi di tangannya sambil membolak balik kedua tangannya, Ratu Jodha merasa puas & senang dgn lukisan ditangannya itu, tepat pada saat itu Ibu Ratu Hamida, Ratu Salima, Ratu Ruqayah & Aram Bano menemui Ratu Jodha Dikamarnya “Ibu, aku akan memberikan ibu sebuah hadiah” ujar Aram Bano dgn gaya bicaranya yg lucu sambil memberikan sebuah pedang yg di pegang oleh Ratu Salima “Aku berdoa semoga kau selalu bahagia selama lamanya, Ratu Jodha” ujar Ratu Salima tulus “Terima kasih, Ratu Ratu Salima, terima kasih Aram Bano” ujar Ratu Jodha sambil menyeringai senang, kemudian Ibu Ratu Hamida memberikan Ratu Jodha seperangkat perhiasaan dari emas seraya berkata “Ratu Ruqayah, apakah kau tdak memberikan ucapan selamat utk Ratu Jodha?” Ratu Ruqayah tersenyum lalu memberikan ucapan selamat kepada Ratu Jodha & berkata “Siapa yg bisa memberikan Ratu Jodha hadiah? Dia adalah istri kesayangan yg Mulia, bagaimana bisa seseorang memberikannya sebuah hadiah?” ujar Ratu Ruqayah dgn nada cemburu “Ratu Ratu Ruqayah benar, kalian semua bersamaku saja itu sudah cukup” ujar Ratu Jodha merendah “Akan tetapi aku tetap harus mengikuti peraturan yg berlaku, Ratu Jodha” ujar Ratu Ruqayah sambil memberikan Ratu Jodha hadiah sebuah syal yg indah “Terima kasih, Ratu Ratu Ruqayah” ujar Ratu Jodha, saat itu Ratu Salima melihat tangan Ratu Jodha yg dilukis Mehndi “Ratu Jodha, lihat warna Mehndimu ini sangat gelap ditanganmu, sama seperti cintamu pada yg Mulia” ujar Ratu Salima sambil memegang tangan Ratu Jodha “Ratu Jodha adalah anakku, aku akan menghadiri pernikahan Ratu Jodha sebagai keluarga Ratu Jodha, aku akan melakukan Kanyadan juga utknya” ujar Ibu Ratu Hamida sambil mendekat kearah Ratu Jodha, Ratu Jodha sangat terharu & langsung memeluk ibu mertuanya itu “Kalau begitu aku juga akan menjadi bagian keluarga Ratu Jodha” ujar Ratu Salima sambil mendekati Ratu Jodha juga “Lalu yg Mulia akan sendirian? Kalau begitu aku akan berada sebagai keluarga yg Mulia” ujar Ratu Ruqayah sambil tersenyum, semua orang yg hadir disana juga tersenyum semua. Sinopsis Jodha Akbar Episode 527

Sementara itu Dikamar Raja Jalal, Pangeran Salim membantu Raja Jalal mengenakan jubahnya kemudian Raja Jalal duduk di depan meja rias, Pangeran Salim membantu mengenakan Sehra ( turban ) di kepala Raja Jalal, Pangeran Salim mulai mengikatkan kain turban tersebut “Kau kelihatan tampan, ayah” puji Pangeran Salim setelah selesai membantu Raja Jalal memakai turban “Kau juga akan mengenakannya suatu saat nanti, ayah & ibumu telah memutuskan utk melaksanakan pernikahan kau dgn Maan Bai segera, kita tunggu sampai pamanmu Bhagwandas datang kesini terlebih dahulu” ujar Raja Jalal sambil memandang Pangeran Salim dari pantulan kaca meja riasnya “Aku tdak bisa menikahi Maan Bai akan tetapi bagaimana mengatakannya pada ayah?” bathin Pangeran Salim dlm hati “Kau tahu, ketika ayah menikahi ibumu, dulu kami berdua saling membenci satu sama lain tapi kemudian ibumu mencintai ayah & merubah kebencian ayah menjadi sebuah cinta, jika ibumu tdak datang dlm kehidupan ayah maka kau pasti tdak akan ada disini sekarang” Pangeran Salim terus mendengarkan penuturan Raja Jalal sambil memperhatikan ayahnya itu dari pantulan kaca meja riasnya “Cinta itu sangat penting, Sekhu, ayah memang telah mempunyai hati tapi ibumulah yg membuat hati ayah berdetak, ibumu telah memberikan kehidupan pada hati ayah” ujar Raja Jalal senang “Jadi cinta itu adalah segalanya, ayah?” ujar Pangeran Salim sambil mencoba memancing pembicaraan mereka soal cinta “Iya, tentu, cinta adalah segalanya, hal itu akan membuat kehidupanmu menjadi lebih baik, hal itu bisa memberikan sebuah alasan mengapa kau hidup di dunia ini” ujar Raja Jalal lagi “Itu artinya aku harus memberitahukan kepada ayah & ibu tentang cintaku pada seseorang sesegera mungkin” bathin Pangeran Salim bimbang sambil mengenakan untaian bunga yg dipakai Raja Jalal di depan wajahnya & tak lama kemudian setelah siap semuanya, mereka berdua meninggalkan kamar.

Ratu Jodha sedang berdandan ala pengantin Rajvansi di depan meja riasnya ketika Aram Bano & Ratu Salima menemuinya Dikamarnya “Ratu Jodha, kau kelihatan cantik sekali” ujar Ratu Salima “Terima kasih, Ratu Ratu Salima” ujar Ratu Jodha sambil berdiri berbalik di depan mereka “Ibu merunduklah, aku ingin memberikan ibu tanda supaya tdak di ganggu oleh setan” Ratu Jodha pun menurut sambil merundukkan kepalanya, Aram Bano segera memberikan sebuah titik hitam di belakang telinga Ratu Jodha seraya berkata “Semoga saja mata jahat tdak akan mengikuti ibu sekarang” Ratu Jodha & Ratu Salima menyeringai senang “Ibu, kapan aku akan menjadi seorang pengantin?” ujar Aram Bano lagi dgn mimiknya yg lucu, Ratu Jodha segera memangku putri bungsunya itu di kursi meja rias Ratu Jodha “Lalu mana pengantin prianya, sayang?” sela Ratu Salima “Aku tdak tahu, ibu katakan padaku siapa pengantin priaku? tapi bukan yg menunggang kuda berwarna putih, aku tdak suka karena aku lebih suka kuda yg berwarna coklat” Ratu Jodha & Ratu Salima tertawa terbahak bahak mendengar ucapan Aram Bano yg polos

Diruang pernikahan, keluarga Ratu Jodha yg terdiri dari Ibu Ratu Hamida, Ratu Salima & Aram Bano juga para pelayan sudah bersiap menyambut kedatangan Raja Jalal sekeluarga, saat itu Raja Jalal datang ke tempat perhelatan pernikahan bersama dgn Ratu Ruqayah, Pangeran Salim, Murad, Danial & para menterinya. Ibu Ratu Hamida melakukan ritual aarti & tilak pada Raja Jalal, Raja Jalal mulai memasuki lingkaran api suci “Pengantin wanitanya bisa disuruh masuk” ujar pendeta, tak lama kemudian Ibu Ratu Hamida & Ratu Salima membawa Ratu Jodha ke dlm lingkaran api suci, Ratu Jodha datang dgn menggunakan dupattanya yg di turunkan ke bawah hingga menutupi seluruh kepala & wajahnya, Ratu Jodha melirik kearah Raja Jalal secara sembunyi sembunyi dari balik dupattanya, mereka berdua saling tersenyum satu sama lain, Raja Jalal teringat ketika dulu Raja Jalal melihat Ratu Jodha pertama kali didlam tandunya waktu di Amer, juga ketika melakukan ritual pernikahan mereka dulu. Ibu Ratu Hamida menyuruh Ratu Jodha berdiri di sebelah Raja Jalal “Raja Jalal, ibu berikan seseorang yg sangat berharga sekali utk ibu, jagalah dia baik-baik” ujar Ibu Ratu Hamida sambil tersenyum senang “Jangan khawatir, ibu, seseorang yg sangat berharga buatmu ini adalah hadiah yg sangat berharga utkku, aku akan menjaga & merawatnya dgn baik sepanjang hidupku, aku akan memberikannya kebahagiaan, ibu” ujar Raja Jalal sambil membuka untaian bunga di depan wajahnya, Ratu Jodha & semua yg hadir disana tersenyum senang namun tdak bagi Ratu Ruqayah, Ratu Ruqayah cemburu mendengar pujian Raja Jalal ke Ratu Jodha, tak lama kemudian mereka berdua duduk di Mandap.

Tepat pada saat itu Anarkali memasuki tempat perhelatan pernikahan Raja Jalal & Ratu Jodha, dari kejauhan tepatnya di sebrang Pangeran Salim, Anarkali menatap Pangeran Salim dgn penuh haru sambil tersenyum senang “Secepat mungkin, kita berdua akan menikah juga, Anarkali” bathin Pangeran Salim sambil memandang kearah Anarkali tajam “Aku ingin menikah dengamu, Pangeran Salim” ujar Anarkali. Raja Jalal bertanya pada Ratu Jodha “Apakah kau ingat dgn hadiah yg aku berikan dulu?” Ratu Jodha mengangguk “Aku tdak akan melupakannya tapi kau seharusnya juga tdak melupakannya, yg Mulia” ujar Ratu Jodha, Raja Jalal tersenyum senang.

Tak lama kemudian, Laboni dgn wajah yg hangus terbakar sebagian datang ke tempat pernikahan Ratu Jodha & Raja Jalal, Laboni mengangguk pada Ratu Jodha yg melihatnya, Ratu Jodha juga balas mengangguk kearah Laboni seraya berkata pada Raja Jalal “Yang Mulia, aku harap kau tdak marah padaku, dia telah bertobat dgn sungguh sungguh & mendapatkan hukuman atas apa yg telah dia lakukan, dia telah meminta maaf & menyesali perbuatannya maka aku memaafkannya & jika aku tdak memaafkan dia maka dia akan berperangai kasar jadi maafkanlah dia, dia sudah ada disini sekarang” ujar Ratu Jodha sambil sesekali melirik kearah Labnoni yg berdiri jauh di sebrang sana “Siapa yg kau maksud, Ratu Jodha?’ ujar Raja Jalal gusar karena dilihatnya tdak ada siapa siapa disana, Ratu Jodha menunjuk kearah Laboni berdiri seraya berkata “Itu yg Mulia, aku telah mengundangnya utk datang kesini” namun tdak ada siapapun yg berdiri disana, Ratu Jodha panik sambil mencari kesekeliling ruangan tapi tdak di dapatinya Laboni dimana mana. Sinopsis Jodha Akbar Episode 527

Pendeta menyuruh Raja Jalal & Ratu Jodha utk berdiri & melakukan pertukaran pengalungan rangkaian bunga yg terbuat dari kelopak bunga, kemudian pendeta kembali menyuruh mereka duduk & kedua tangan mereka saling bertumpukkan dgn menengadah keatas, Raja Jalal memberikan tangannya, tangan Ratu Jodha berada diatas tangan Raja Jalal, tiba-tiba ada sebuah tangan yg lain di atas tangan Ratu Jodha, Ratu Jodha kaget ternyata tangan itu adalah tangan Laboni “Pergi kau!” bentak Ratu Jodha keras, Raja Jalal bingung “Ada apa, Ratu Jodha? Tdak ada siapa siapa di sini” ujar Raja Jalal cemas, Ratu Jodha semakin kaget ketika tiba-tiba Laboni menghilang dari sisinya. Pendeta kembali menyuruh mereka berdiri utk melakukan Pheras ( mengelilingi api suci sebanyak tujuh kali ), Ratu Jodha & Raja Jalal memulai melakukan Pheras tersebut, semua orang senang melihatnya, termasuk Ibu Ratu Hamida, Ratu Salima & Aram Bano yg berteriak kegirangan melihat ayah ibunya menikah lagi, mereka menaburkan bunga bunga pada sepasang pengantin, sementara itu Ratu Ruqayah cemburu melihat kemesraan Raja Jalal & Ratu Jodha.
Sinopsis Jodha Akbar Episode 527

Tak lama kemudian Ratu Jodha yg tadinya berjalan di depan Raja Jalal kali ini bergantian, Ratu Jodha yg berjalan dibelakang Raja Jalal sambil terus melingkari api suci, tiba-tiba Ratu Jodha melihat Laboni berada di belakangnya, mengikuti mereka melakukan Pheras juga sambil memlintir mlintir rambutnya yg ikal, Ratu Jodha kembali panik & langsung berbisik kearah Raja Jalal “Yang Mulia, Laboni ada disini, dia ada dibelakangku” Raja Jalal semakin bingung “Tdak ada siapa pun disini, Ratu Jodha, hanya kita berdua, kenapa kau selalu menggoda aku?” ujar Raja Jalal, Ratu Jodha baru menyadari kalau Raja Jalal tdak bisa melihat Laboni & orang orang di sekitar mereka juga tdak menyadari kehadiran Laboni, mereka hanya melihat Raja Jalal & Ratu Jodha yg melakukan Pheras hingga akhirnya Pheras itu selesai. Pendeta kemudian menyuruh Raja Jalal utk meletakkan sindoor di dahi Ratu Jodha, tiba-tiba Laboni muncul diantara mereka, Ratu Jodha kaget & tanpa sengaja ketika Raja Jalal mau meletakkan sindoor itu di dahi Ratu Jodha, sindoor tersebut jatuh tepat di dahi Laboni, Laboni tersenyum senang, Ratu Jodha terkejut, kemudian Raja Jalal meletakkan sindoor itu di dahi Ratu Jodha, Raja Jalal tdak bisa melihat Laboni yg saat itu menatap tajam kearah Ratu Jodha sambil tersenyum menang, Ratu Jodha shock & tiba-tiba saja Ratu Jodha jatuh pingsan tdak sadarkan diri dlm pelukkan Raja Jalal “Panggil tabib istana cepaaaat!!!” perintah Raja Jalal.

 
Template By Kunci Dunia
Back To Top