Master Kids SEO

Membahas About SEO dan Lainya

Sinopsis Jodha Akbar Episode 522

Masterkids SEO - Sinopsis Jodha Akbar Episode 522, Setelah sebelumnya admin membagikan Sinopsis Jodha Akbar episode 521 tentang LATAR BELAKANG SEJARAH NENEK MOYANG DINASTI MUGHAL! kali ini admin bagikan postingan lagi yang akan menceritakan ANAK-ANAK JALALUDDIN MUHAMMAD AKBAR DARI MARIAM UZ ZAMANI yang admin kutip dari Bunda VIVI KEMBANG TANJOENG. Berikut Kisah selanjutnya Jodha Akbar!

ANAK-ANAK RAJA JALALUDDIN MUHAMMAD AKBAR DARI MARIAM UZ ZAMANI - diterjemahkan Kembang Tanjoeng

Link artikel original http://mariam-uz-zamani.blogspot.in/2014/09/children-of-akbar-and-mariam-uz-zamani.html

Tulisan ini dirangkum & diterjemahkan oleh Vivi Kembang Tanjoeng berdasarkan ulasan, penelusuran & penelitian yg dilakukan oleh Blog MARIAM UZ ZAMANI - Abhay Hg. Penelusuran tentang siapa saja anak-anak Raja Jalal bersama MARIAM UZ ZAMANI kebanyakan dilandaskan data yg ditemukan ditulisan Badayuni & Abu Fazl, data dokumen sejarah di Agra, Delhi, Jaipur & Bilkaner. Data-data penguat lainnya masih dlm tahap terus ditelusuri. Jika kita baca dari penuturan dibawah ini maka tercatat Raja Jalal sering sekali melakukan perjalan ziarah terutama ke Sheikh Salim Chisti di Sikri & ke Khwaja Muinudin Chisti di Ajmer. Hampir semua anak-anaknya lahir diwilayah Sikri atau Ajmer. Tampaknya ia merasa bahwa kedua tempat itu paling aman bagi MARIAM UZ ZAMANI melahirkan. & bahwa MARIAM UZ ZAMANI memang sering sekali mendampingi Raja Jalal dlm berbagai ekspedisi termasuk berburu, ziarah & bahkan perperangan.
ANAK-ANAK RAJA JALALUDDIN MUHAMMAD AKBAR DARI MARIAM UZ ZAMANI
Lukisan Akbar & MARIAM UZ ZAMANI diambil dari Pinterest - Kembang Tanjoeng

Si Kembar Hassan Mirza & Husein Mirza - Anak No. 1& 2
Lahir               : 19 Oktober 1564 atau 2 tahun setelah Raja Jalal & MARIAM UZ ZAMANI menikah.
Wafat             :  29 Oktober 1564 (Husein) & 5 November 1564(Hassan)

Bukti yg memperkuat bahwa  si Kembar Hassan & Husein adalah anak kandung Raja Jalal & MARIAM UZ ZAMANI adalah catatan sejarah yg ditulis oleh Abu Fazl di Akbarnama, Vol. 2, halaman 357 & puisi yg di dedikasikan oleh seorang penyair Wasim Arslan. Saya tdak akan menuliskan kutipan isi lengkapnya karena terlalu panjang & menggunakan tata bahasa serta kosa kata puisi  gaya Shakespeare. Pada intinya kalimat d iparagraph tersebut menceritakan kebahagiaan Raja Jalal menyambut 2 permata yg berasal dari Ibu yg sama MARIAM UZ ZAMANI.  Abu Fazl kemudian menyebutkan Si Kembar meninggal dunia hanya selang 1 bulan setelah mereka lahir. Tdak dijelaskan kenapa si Kembar meninggal. Raja Jalal sangat terpukul atas kemalangan ini. Raja Jalal kemudian pergi berperang & utk pertama kalinya MARIAM UZ ZAMANI ikut menemani Raja Jalal berperang. Seusai perang itu mereka berdua berkunjung ke Dargah (padepokan) Sheik Salim Chisti Baba di Sikri. Hal ini juga merupakan satu bukti kuat bahwa Raja Jalal tdak bisa dipisahkan dgn istri tercintanya MARIAM UZ ZAMANI. Bahkan dlm keadaan baru beberapa bulan melahirkan & sekaligus tak lama setelah kedua putra mereka meninggal. Bukti sejarah yg menguatkan perjalanan ini dicatat dlm Akbarnama,Vol. 2 halaman 367.

Fatima - Anak No. 3
Lahir  & wafat diperkirakan sekitar tahun 1566 –1567. Nama Fatima ini menurut berbagai sumber belum sempat di umumkan. Putri mereka yg satu ini meninggal dlm usia kurang dari 1 bulan. Jala & MARIAM UZ ZAMANI kemudian melakukan perjalanan ziarah pada tahun 1566 ke Khwaja Muinuddin Chistidi Ajmer seperti di catatan “Stuides of Islam Culture in Indian Environment” karangan Aziz Ahmed yg mengutip Akbarnama Vo.2.

Anak No. 4 (seorang putra yg belum diberi nama)
Data mengenai nama & tanggal lahir tdak ditemukan. Akan tetapi Raja Jalal & MARIAM UZ ZAMANI lagi-lagi pergi melakukan perjalanan ziarah ke Khwaja Muinuddin Chisti di Ajmer tgl. 28 Februari1568. Dicatat Abu Fazl di Akbarnama Vo. 2 setelah halaman 464 juga di tulis dgn detail dlm buku Arthur Smith yg berjudul The Great Mughal halaman 97.
ANAK-ANAK RAJA JALALUDDIN MUHAMMAD AKBAR DARI MARIAM UZ ZAMANI
Lukisan MARIAM UZ ZAMANI diambil dari Pinterest - Kembang Tanjoeng

Sultan Salim Bahadur/Jahangir Anak No. 5  (30 Agustus1569 - 7 November 1627)
Salim lahir 30 Agustus 1569 dicatat sebagai anak pertama dari Raja Jalal & MARIAM UZ ZAMANI yg lahir & selamat melewati masa kecilnya.  Selama masa kehamilan MARIAM UZ ZAMANI dibawa ke Sikri & berkediaman di Rang Mahal (istana merah) Raja Jalal sering berada disana menemani nya. Hal ini dicatat dlm Tabqa’aat-i-Akbari. Menjelang kelahiran Salim maka MARIAM UZ ZAMANI dipindahkan agar dekat dgn padepokan Khwaja Muinudin Chisti. Nah kelahiran putra pertama yg bisa bertahan hidup ini membuat Raja Jalal memberikan gelar MARIAM UZ ZAMANI ke Harka Bai. Baru 3 bulan kemudian setelah Salim lahir MARIAM UZ ZAMANI diperbolehkan kembali ke Agra. Pemberian gelar ini ditampilkan dlm drama seri Jodha Akbar. Diambil dari Wonders That Was India Vol. 2 karangan SAA. Rivzi bahwa Raja Jalal mengungkapkan rasa cintanya kepada MARIAM UZ ZAMANI & melakukan ucapan terimakasihnya dgn mengikuti tradisi bangsa Rajvanshi, yaitu membelai & menepuk kepala HarkaBai/MARIAM UZ ZAMANI saat ia menemuinya di Sikri. Dicatatan lain disebut juga Raja Jalal langsung mempersembahkan "Nulakha" yaitu 9 pasang perhiasan senilai 1 juta koin emas (kalung, anting, gelang, anting hidung) kepada MARIAM UZ ZAMANI atas ungkapan rasa cinta & terimakasihnya. Kelahiran Salim dicatat dlm Akbarnama Vol.2 Bab 70. Dicatat disana Salim lahir di Sikri kota kediaman Sheikh Salim Chisti. Abu Fazl menggambarkan Ibu Salim sebagai “matrix of the Sun of Fortune”. Abu Fazl menulis puisi panjang utk menggambarkan kelahiran Salim. Dikalimatnya itu disebutkan “Bunga kebahagiaan (Salim) mekar dia Kebun nan mulia (MARIAM UZ ZAMANI).  Oleh para ahi ramal Raja Jalal diminta utk menunda melihat Salim selama 41 hari sejak kelahirannya. Hal ini sesuai dgn nasihat Shah Bukhari astronomist ahli peramal. Dlm kebiasaan Hindu ayah kandung seorang anak tdak diperbolehkan melihatnya selama 30 hari sejak kelahiran. Hal ini agar memastikan anak tersebut sehat & akan membawa kebahagiaan bagi keluarganya. Sinopsis Jodha Akbar Episode 522
ANAK-ANAK RAJA JALALUDDIN MUHAMMAD AKBAR DARI MARIAM UZ ZAMANI
Lukisan MARIAM UZ ZAMANI ditempat tidur berpakaian khas Ratu Hindu dikelilingi beberapa wanita Hindu & seorang wanita Hindu yg menimang Salim.
foto diambil dari  V&A Search Collection. Kembang Tanjoeng

Nama Salim diambil dari nama Sheikh Salim Chisti. Diharapkan Salim dlm bimbingan Raja Jalal akan tumbuh sehat & memiliki jiwa spiritual yg baik. Abu Fazl menuliskan: “Semoga dgn setiap bimbingan nafas Shahenshah maka Salim akan memiliki kekuatan spiritual & usia panjang. Salim akan selalu dilimpahkan keberuntungan bagaikan perumpamaan sebuah pohon ia akan tumbuh subur menghijau & selalu berbuah banyak. Ramalan bintang Salim dibuat para ahli berdasarkan kekuatan yg dimiliki dari seorang Raja Jalal sang ayah (celestial sire) & seorang ibu seperti MARIAM UZ ZAMANI (terrestrial mother). Kalimat yg persis sama ini dipergunakan oleh Abu Fazl saat menerangkan kelahiran Murad. Hal ini menjadi petunjuk bahwa Murad adalah anak kandung Raja Jalal & MARIAM UZ ZAMANI. Karena Abu Fazl hanya akan menggunakan kalimat yg sama pada kelahiran anak-anak lainnya dari Raja Jalal & MARIAM UZ ZAMANI saja. Abu Fazl menggambarkan Ibu & Anak ini (MARIAM UZ ZAMANI & Salim) dgn pribahasa, sebagai “Choicest Apple of Paradise’s Garden” (buah terpilih dari Kebun Surgawi) dimana Salim adalah buah Apelnya & MARIAM UZ ZAMANI Kebun Surgawi.  Penelusuran Abhay Blog MARIAM UZ ZAMANI sama sekali TDAK menemukan bukti tulisan yg menyebutkan Salim diserahkan kepada Ratu mana pun utk dibesarkan.  
ANAK-ANAK RAJA JALALUDDIN MUHAMMAD AKBAR DARI MARIAM UZ ZAMANI
Foto lukisan kelahiran Salim yg dirayakan besar-besaran.
Diambil dari Pinterest

Khannum Sultan  & Shahzadi Khannum (anak No. 6  & 7  dari istri lain)
Anak perempuan Raja Jalal  dari istri lain (namannya tidah ditemukan dicatatan sejarah) diperkirakan lahir tak lama sesudah Salim. Data tanggal & tahun lahir belum di dapatkan catatannya lengkapnya. Putri yg ini nantinya akan menikah dgn Mirza Mariam Uz Zamaniaffar Husein dari Khandesh. Mirza Mariam Uz Zamaniaffar Husein adalah anak dari Ibrahim Mirza & Gul RukhBegum (anak dari Kamran adiknya Raja Humayun). Pernikahan mereka dilangsungkan di Lahore 4 Agustus 1593. Dicatat di Akbarnama Vol. 3 Hlm 990. Tugas membesarkan Khannum Sultan dipercayakan kepada neneknya Hamida. Shahzadi Khannum dinikahkan dgn Mariam Uz Zamaniaffar Shah yg mengurus daerah Gujarat. Ia dikenal sebagai seorang putri yg ahli bahasa Persia & Turki selain bahasa-bahasa India lain. Data tanggal & tahun lahir juga belum di dapatkan catatannya lengkapnya.

Sultan Murad  Mirza Anak No.  8   (7 Juni 1570 – 12 Mei 1599)
Sesuai dgn arti namanya Murad adalah putra yg penuh berkah. Ia juga disebut dgn Pahaari. lahir 7 Juni 1570 di perbukitan Fatehpur Sikri. Raja Jalal dicatat kembali melakukan perjalanan ziarah ke Dargah Khwaja Muinudin Chisti di Ajmer. Setelah kelahiran Murad Murad premature oleh MARIAM UZ ZAMANI. Kondisi kesehatan saat setelah kelahirannya kurang baik & dikuatirkan tdak akan bisa bertahan lama. MARIAM UZ ZAMANI harus menjalani pemulihan kesehatan yg cukup lama. Murad dipercayakan kepada Salima Begum utk dibesarkan. Pada tahun 1581 Murad sempat dididik oleh seorang pendeta Jesuit yg berkunjung di Mughal istana, Frater Anthony Monserrate. Salah seorang Jesuit pertama di India & seorang ahli geography India. Murad meninggal di Jalnapur di usia muda 29 tahun karena disebabkan hobby nya minum-minum berlebihan semasa ia menjadi pemimpin pasukan di Deccan dlm ekpdisi serangan yg dilaksanankan terhadap Kesultanan Ahmednagar. Sinopsis Jodha Akbar Episode 522
ANAK-ANAK RAJA JALALUDDIN MUHAMMAD AKBAR DARI MARIAM UZ ZAMANI
Kelahiran Murad yg dirayakan besar-besaran dimana digambarkan begitu banyak rakyat Hindu hadir disana. Serta proses perayaannya yg jelas Hindu. Menandakan siapa Ibu kandung Murad.Foto dari situs Magnolia Box Art

Pada tahun 1571 seluruh keluarga kerajaan dipindah oleh Raja Jalal ke Sikri setelah kelahiran Murad. Istana Fatehpur Sikri & Mesjid pada tahun itu sudah selesai dibangun. Kompleks Istana mulai dibangun 1567, jauh sebelum Salim lahir. Catatan ini dibuat oleh Badayuni & catatan yg tertera di  Jama Masjid Fatehpur Sikri. Abu Fazl kembali menggunakan kalimat yg sama persis ketika ia mencatat kelahiran Murad: “Ramalan bintang Salim dibuat para ahli berdasarkan kekuatan yg dimiliki dari seorang Raja Jalal sang ayah (celestial sire) & seorang ibu seperti MARIAM UZ ZAMANI (terrestrial mother)”. Abu Fazl selanjutnya menekankan kata-kata “noble children” bukan sekedar “children” dgn maksud menandakan Murad lahir dari keturunan Ayah & Ibu yg sama-sama keturunan langsung seorang Raja bukan dari istrinya yg lain.  Digambarkan Murad sebagai anak yg memiliki sinar keberkahan di dahinya. Akbarnama Vol.2 halaman 514-515. Juga dicatat perayaan besar atas kelahiran Murad oleh Badayuni dlm Muntakkab-Ut-TawarikhVo. 2 halaman 13-133: Murad lahir dikediaman Sheik Salim Chisti di Sikri dgn perayaan yg persis sama ketika Salim lahir. Puisi khusus dilantunkan penyair Maulana Qasim Arsalan yg isinya kira-kira berbunyi : “Pangeran pertama bagaikan indahnya sinar rembulan. Terbit bak rembulan di titik tertinggi kemegahannya. Pangeran kedua Raja Akbar datang kepada kita bagaikan konstelasi bintang yg turun dari surga”.  Lalu ada satu lagi puisi yg menuliskan “Ia datang dari sinar yg suci sama seperti Sultan Salim. Apa yg ada dlm diri Sultan Murad bin Akbar adalah sama”. Kedua puisi ini menjadi bukti bahwa Salim & Murad memiliki ayah & ibu yg sama. Khwajah Husein Marwi menuliskan puisi 7 bait utk menggambarkan kelahiran Murad. Dia memberikan tanggal lahir Salim & tanggal lahir Murad: “Langit menganugrahi 2 pangeran bagi Raja. Keduanya bersinar cemerlang, bahkan lebih dari pada Sang Surya ... dst”.

Daniyal - Anak No.  9 (11 September 1572 – 8 April 1604)
Lahir 11 September 1572 di Ajmer pada kediaman Khwaja Muinuddin Chisti yg bernama Sheikh Daniyal. Raja Jalal memandang Daniyal sebagai putra nya yg paling cocok menjad ipenggantinya nanti. Karena ia memiliki kualitas gaya kepemimpinan yg sama seperti Raja Jalal & kepintaran serta temperamen Ibunya MARIAM UZ ZAMANI. Ia meninggal disebabkan hobby nya makan & minum berlebihan sejak berada ia di Deccan 1601. Ia keracunan minuman keras. Kematian Daniyal membuat Raja Jalal amat terpukul & dirinya sulit mengikhlaskan kepergiannya. Kelahirannya di catat dlm Akbarnama Vo.2 halaman 542-543. Abu Fazl juga menuliskan puisi saat kelahirannya. “Sekuntum mawar kehidupan tumbuh di Kebun. Harumnya amat semerbak tercim kemana-mana. Saat cemara bersemi dari akar yg amat mulia maka ungkapan kegembiraan terdengar dari 7 planet ... dst”

Diceritakan bahwa MARIAM UZ ZAMANI dlm keadaan mengandung Daniyal ketika ia mendampingi Raja Jalal perang melawan Gujarat. & ketika saat nya MARIAM UZ ZAMANI melahirkan Daniyal pasukan kaveleri Raja Jalal berada di Pahlodi & harus merubah haluan ke Ajmer agar bisa membawa MARIAM UZ ZAMANI ketempat yg aman utk melahirkan. Dlm perjalan itu pasukan menemukan tempat ang cocok yaitu di kediaman Sheikh Daniyal Chisti Ajmer. Abu Fazl kembali menulis dgn kata yg sama seperti pada saat kelahiran Salim & Murad. Ia menekankan kata-kata “noble children” bukan hanya “children” dgn maksud  menandakan Daniyal lahir dari keturunan Ayah & Ibu yg sama-sama keturunan langsung seorang Raja  bukan dari istrinya yg lain. Daniyal atas nasihat para ahli astrologer (ramalan bintang) diserahkan kepada neneknya, Ratu Amer Meinawati istri Raja Bharmal yg adalah Ibu kandung Harka Bai/MARIAM UZ ZAMANI. Daniyal dibesarkan penuh dgn latar budaya & ritual Hindu di istana Amer-Rajput. Daniyal belajar strategi perang dari Bhagwan Das kakak ibunya. Daniyal digambarkan sebagai seorang yg tampan serta sangat santun. Gemar senjata api & berburu. Ia juga mencintai binatang. Memelihara banyak Gajah & Kuda yg terbaik di dunia. Nantinya Daniyal menikahi 7 istri & 3 diantaranya adalah Putri yg berasal dari Rajput Hindu. Oleh penulis terjemahan Akbarnama yg pertama bahkan ditambahkan note khusus yg menerangkan bahwa Ibu kandung Daniyal adalah keturunan langsung Maharani Amer yg waktu itu adalah Ibu kandung MARIAM UZ ZAMANI.
ANAK-ANAK RAJA JALALUDDIN MUHAMMAD AKBAR DARI MARIAM UZ ZAMANI
Foto Akbar bersama Daniyal & Salim
diambil dari Pinterest - Kembang Tanjoeng

Shahkrun-nisa Begum atau Bibi Daulat Shad  – Anak No. 10 (1571 tanggal lahir belum diketahui)
Anak perempuan  Raja Jalal dgn MARIAM UZ ZAMANI. Disebutkan bahwa ia dibesarkan langsung dibawah didikan Raja Jalal. Ia menikah dgn Mirza Sharukh pada 4 Agustus 1593 di Lahore dilaksanakan berbarengan dgn pernikahan Putri Raja Jalal No. 6 Khannum Sultan. Mirza Sharukh adalah anak dari Ibrahim Mirza dari istri keduanya Khannum Begum. Meninggal 1 Januari 1593 di kubur di Sikandra dikomplek Tomb nya Akbar. Dicatat bahwa Shakrun Nissa amat dekat dgn Kakaknya Salim. Salim diceritakan sangat menyanyangi adiknya ini sama dgn ia mencintai & menghormati Ibu nya sendiri.  Ia dicatat sebagai salah satu diantara yg memohon pengampunan Salim ketika ia memberontak terhadap Raja Jalal.   Shukr-un-nisa (by Bibi Daulat Shad)

Firoze Khannum – Anak No. 11 (Lahir 1575)
Anak perempuan Raja Jalal dgn MARIAM UZ ZAMANI yg dicatat sebagai Putri yg gagah berani karena ia seorang Kesatria yg handal. Seorang penembak jitu sama seperti MARIAM UZ ZAMANI yg jagoan memanah. Sangat cantik & memiliki wajah yg bertipe khas Putri Kerajaan Rajput. Ia tdak pernah menikah. Amat tertarik dgn ilmu pemerintahan & peperangan & mengurus pasukan yg berada dibawah komando MARIAM UZ ZAMANI.  Ia bahkan diperkirakan turut serta dlm pertempuran melawan penguasa Badakshan. Tampaknya Puri ynag satu ini “tomboy”  & mirip MARIAM UZ ZAMANI yg handal dgn ilmu beladiri pedanng & memanah.

Aram Banu Begum atau Bibi Daulat Shad – Anak No. 12 (Lahir 22 DEsember 1584)
Putri Raja Jalal & MARIAM UZ ZAMANI ini dilahirkan oleh MARIAM UZ ZAMANI disaat ia usia 42 tahun. Raja Jalal disebutkan amat menyangi Aram Banu yg nakal ini. Aram Banu disebut sebagai Putri nya yg paling mirip dgn sang Ibu. Ia dikenal sebagai Putri yg memiliki percaya diri yg tinggi, kemampuan nalar/inteligensia yg tinggi, bahkan lebih berani mengutarakan pendapatnya dibanding sang Ibu MARIAM UZ ZAMANI. Aram Banu juga terkenal akan kecantikannya & kemahirannya berpuisi. Gayanya yg terus terang, selalu ceria, & cekatan membuat diberi gelar “Butterfly of Harem” atau si Kupu-kupu Harem. Aram Banu juga tercatat tdak pernah menikah.
ANAK-ANAK RAJA JALALUDDIN MUHAMMAD AKBAR DARI MARIAM UZ ZAMANI
Lukisan Shehenshah Akbar & Mariam Uz Zamani diambil dari wikipedia Kembang Tanjoeng

 
Template By Kunci Dunia
Back To Top