Master Kids SEO

Membahas About SEO dan Lainya

Sinopsis Jodha Akbar Episode 514

Masterkids SEO - Sinopsis Jodha Akbar Episode 514, Setelah sebelumnya admin membagikan Sinopsis Jodha Akbar episode 513! kali ini admin bagikan lagi episode 514 yang akan tayang di ANTV Malam Ini pada juni 2015. Berikut Kisah selanjutnya Jodha Akbar!
Sinopsis Jodha Akbar Episode 514

Ratu Jodha masih menemani Aram Bano dikamarnya lalu menyuruh pelayannya utk membereskan boneka-boneka milik Aram Bano yg akan di jual Meena Bazaar besok, para pelayan itupun segera membereskan boneka-boneka milik Aram Bano.

Dimedan perang, di dalam tenda Pangeran Salim berkata kepada anak buahnya “Umumkan pada semua orang, siapapun yg bisa memberikan kita petunjuk ke Maharana Pratap, maka dia akan mendapatkan hadiah!” Pangeran Salim juga meminta pada anak buahnya utk terus mengintai & mengawasi di pusat pasar, karena bisa jadi para prajurit Maharana Pratap pasti mendapatkan makanan dari suatu tempat

Sementara itu di tempat persembunyian Maharana Pratap, Pratap berkata pada anak buahnya “Kita akan memaksa Mughal sesegera mungkin!”

Di Agra, Dammu sedang menyiapkan manisan yg dibuat khusus utk Raja Jalal, Dammu meletakkan manisan / kheer itu di atas sebuah meja kemudian Dammu & Laboni membacakan sebuah mantra ilmu sihir mereka & tiba-tiba kheer itu berwarna kuning terang seperti emas kemudian perlahan meredup, Laboni & Dammu sangat senang melihatnya “Laboni, kau harus membuat Raja Jalal memakan kheer ini, maka dia akan tunduk padamu & menjadi milikmu selama lamanya” Laboni & Dammu tertawa terbahak-bahak. Sinopsis Jodha Akbar Episode 514

Keesokan harinya di Meena Bazaar, semua ratu telah siap dgn dagangan mereka di kios kios mereka masing masing yg di hiasi seindah mungkin, saat itu Ratu Ruqayah sedang berjualan syal, banyak orang yg datang melihat lihat syal yg dijualnya , Hoshiyar menemani Ratu Ruqayah juga disana, kebetulan Dammu melewati kios Ratu Ruqayah, Dammu segera mengucapkan mantra-mantra sihirnya ke Hoshiyar melalui cincin batu hitam yg di kenakannya, hingga akhirnya Hoshiyar yg tadinya hanya diam saja tdak mengucapkan sesuatu tiba-tiba mendatangi para pembeli & berkata “Kalian tahu, syal ini palsu, bukan yg asli” Ratu Ruqayah tercengang melihat tingkah Hoshiyar “Jangan percaya sama dia, nyonya, dia agak kurang waras” ujar Ratu Ruqayah membela dirinya sendiri “Aku tdak gila! Syal ini memang jelek jelek, kalian pergi saja ke kiosnya Ratu JA logo 100Ratu Jodha, kalian akan mendapatkan barang barang yg bagus disana” ujar Hoshiyar sambil memprovokasi para pembeli, para pembeli itu akhirnya memutuskan tdak jadi membeli syal yg dijual oleh Ratu Ruqayah, Ratu Ruqayah terkejut, ketika Ratu Ruqayah memohon mereka utk memilih-milih syal mana yg mereka suka, para pembeli itu tdak mau malah pergi begitu saja meninggalkan kios Ratu Ruqayah, dalam hati Hoshiyar berkata “Waduuuhaku mati hari ini!” karena sebenarnya Hoshiyar tdak ingin mengatakan hal seperti itu tapi entah mengapa kata-kata yg keluar dari mulutnya selalu saja menjelek-jelekkan Ratu Ruqayah majikannya sendiri, sementara itu Ratu Ruqayah langsung menjerit memanggil nama Hoshiyar dgn lantang “Hooooossshiiyaaarrrrr!!!!!!” teriak Ratu Ruqayah sambil memukul Hoshiyar dgn syal-syal yg dijualnya, sedangkan Dammu hanya tersenyum senang melihatnya.

Sementara itu, di kios Ratu Jodha, Ratu Jodha & Aram Bano sedang menjual boneka, rupanya boneka yg dijual oleh Aram Bano & Ratu Jodha suah habis ludes terjual & saat neneknya datang boneka Aram Bano tinggal dua, Ratu Jodha segera memberikan salam pada ibu mertuanya ini. Aram Bano menunjukkan bonekanya ke nenek Ibu Ratu Hamida “Nenek, boneka ini baru saja menikah, dia sedang menangis karena jauh dari keluarganya, nenek mau kan membelinya? Kasihan karena dia ini sendirian” ujar Aram Bano dgn gaya celotehannya yg lucu, Ibu Ratu Hamida, Gulbadan & kakak perempuan Aram Bano yg bernama Khanum cuma bisa tersenyum melihat tingkah Aram Bano yg lucu & menggemaskan, Ratu Jodha yg berdiri di belakang Aram Bano hanya bisa tersenyum melihat ulah anak bungsunya ini “Baiklah nenek akan membelinya” ujar Ibu Ratu Hamida “Kalau begitu, nenek juga harus membeli mempelai prianya ini, bagaimana dia bisa hidup tanpa istrinya?” ujar Aram Bano sambil melirik ke arah Ratu Jodha dgn tingkahnya yg lucu, Ratu Jodha hanya menyeringai senang melihat putri kecilnya ini “Kau memang pintar, Aram Bano!” ujar Ibu Ratu Hamida sambil tersenyum gemas, Gulbadan & Khanum pun tertawa melihat kepintaran Aram Bano “Ketika kita menjual barang, kita harus pintar, nenek” Ibu Ratu Hamida terkesan dgn kepintaran & keluwesan Aram Bano dalam menjual barang dagangannya ”Ratu Jodha, Aram Bano ini pintar seperti kau” Ratu Jodha hanya tersenyum mendengar pujian ibu mertuanya, kemudian Ibu Ratu Hamida memberikan sekantong koin emas & meninggalkan mereka, sementara itu Aram Bano langsung berbalik ke ibunya & memeluknya erat, Ratu Jodha sangat senang sekali melihat tingkah anak bungsunya ini.

Tak lama kemudian, Raja Jalal & para prajuritnya memasuki Meena Bazaar, semua istrinya berdoa semoga Raja Jalal mengunjungi kios mereka, dari kiosnya Ratu Ruqayah berkata pada dirinya sendiri “Raja Jalal, pasti akan mengunjungi kios Ratu Jodha dulu” saat itu Raja Jalal menyalami semua orang yg berjejer menjajakan barang dagangan mereka, sementara itu di ujung sana, terdapat kios Laboni yg sedang berjualan kheer/manisan, Raja Jalal terus berjalan & tdak mempedulikan kios kios istri tersaygnya, kios Ratu Ruqayah & kios Ratu Salima dilewati begitu saja, tdak seperti biasanya, Ratu Ruqayah & Ratu Salima heran, ada apa dgn Raja Jalal, kenapa Raja Jalal sama sekali tdak mampir atau melihat lihat kios milik mereka, bahkan kios Ratu Jodha pun hanya dilewati begitu saja, padahal Ratu Jodha sudah memberikan salam ke Raja Jalal tapi Raja Jalal melihatnyapun tdak, Raja Jalal terus berjalan kearah kios Laboni, Raja Jalal seperti terpaku begitu melihat kios Laboni dari jauh, matanya tdak berkedip sama sekali melihat kios Laboni yg saat itu dikunjungi oleh banyak pembeli, dari kejauhan Ratu Ruqayah & Ratu Salima sangat terkejut begitu melihat Raja Jalal tdak mempedulikan kios Ratu Jodha, Ratu Jodha sendiri juga nampak bingung dgn sikap Raja Jalal karena tdak biasanya Raja Jalal berbuat seperti ini, Raja Jalal selalu mampir ke kiosnya meskipun hanya sekedar melihat-lihat. Sinopsis Jodha Akbar Episode 514

Sementara itu, di kios Laboni, Laboni sedang asyik melayani para pembelinya, sementara ibunya Dammu sedang duduk di dalam kios sambil membelai belai boneka jelmaan Raja Jalal yg membuat Raja Jalal tdak mempedulikan kios kios yg lain terutama kios istri istri kesaygannya. Begitu Raja Jalal mendekat ke arah kios Laboni, Dammu memberikan isyarat ke Laboni kalau Raja Jalal telah datang, Laboni segera menyambutnya dgn senyuman lebar lalu menyihir Raja Jalal dgn kedua bola matanya. Ratu Jodha yg masih bertahan di kiosnya bersama Aram Bano merasa terluka karena Raja Jalal tdak mempedulikan kiosnya “Aneh sekali, kenapa Yg Mulia tdak singgah ke kiosku? Ada apa dgnnya?” sementara itu di kios Laboni, Laboni menyapa Raja Jalal dgn senyumannya yg membuat Raja Jalal tdak memalingkan mukanya pada yg lain “Yg Mulia, anda disini rupanya?”, “Apakah kau berfikir kalau Sangram Sigh yg akan datang duluan ke kiosmu, Laela?” ujar Raja Jalal sambil terus menatap ke arah Laboni tanpa berkedip “Tdak, bukan begitu, saya kira anda akan mengunjungi kios istri anda terlebih dahulu” Raja Jalal tersenyum “Aku ingin mengunjungi kiosmu terlebih dulu, semua orang sepertinya menyukai kiosmu ini, aku akan membantumu utk menjual kheer ini” Laboni tersipu malu sambil menatap Raja Jalal manja “Ini tdak akan cocok utk anda, Yg Mulia”, “Semua yg ada disini adalah milikku” ujar Raja Jalal sambil mendekat ke arah Laboni, kemudian Dammu menyiapkan kheer khusus utk Raja Jalal, Laboni segera menawarkan ke Raja Jalal utk mencicipi kheer tersebut “Anda bisa mencicipi kheer buatan saya ini, Yg Mulia” ujar Laboni sambil menyodorkan kheer itu ke Raja Jalal, tepat pada saat itu Ratu Ruqayah menghampiri mereka

“Yg Mulia, seperti ritual yg biasa kita lakukan, kau seharusnya mendatangi kios istri spesialmu terlebih dulu” sela Ratu Ruqayah yg tdak terima dgn perlakuan Raja Jalal terhadap istri istri yg lain sementara Laboni bukanlah istri Raja Jalal “Aku akan mengunjungi kios istriku kalau aku menginginkannya” ujar Raja Jalal sambil tetap menatap Laboni, Laboni tersenyum senang, sementara Ratu Ruqayah merasa dipermalukan oleh Raja Jalal didepan banyak orang yg mengunjungi kios Laboni “Laela, aku ingin mencicipi kheer buatanmu itu” ujar Raja Jalal tanpa menggubris Ratu Ruqayah yg masih berada diantara mereka “Aku telah membuat kheer yg special utkmu, Yg Mulia” ketika Raja Jalal hendak menyuapkan kheer tersebut ke mulutnya tiba-tiba Ratu Ruqayah menghentikannya & berkata “Kau tdak bisa memakannya begitu saja, Yg Mulia, sesuai dgn peraturan juru masak istana harus mencicipinya terlebih dulu, baru setelah itu Yg Mulia bisa memakannya” ujar Ratu Ruqayah kesal, tepat pada saat itu Ratu Jodha menghampiri mereka & berkata “Ratu Ruqayah, dia ini adikku jadi biar saja, tdak apa-apa”, “Tdak bisa begitu, Ratu Jodha! Peraturan tdak bisa dirubah hanya karena kau, jadi dia seharusnya mengikuti peraturan ini juga sekarang” ujar Ratu Ruqayah lantang, Laboni teringat pada ucapan Dammu, ibunya “Laboni, kau seharusnya mencicipi kheer ini dulu kemudian berikan ke Raja Jalal & tdak boleh ada seorangpun yg mencicipinya karena kalau itu terjadi maka sihirnya tdak akan bekerja” Laboni tersenyum senang “Kalau memang peraturannya seperti itu maka aku akan mencicipinya dulu” ujar Laboni kemudian mengambil sendok & mulai mencicipinya sesendok “Aku percaya padamu, Laela” ujar Raja Jalal,

Raja Jalal mulai akan mencicipi kheer itu dgn sendok yg lain tapi secara sengaja Ratu Ruqayah mendorong Raja Jalal ke depan hingga kheer itu terlempar jatuh berserakan, Raja Jalal tdak suka dgn perbuatan Ratu Ruqayah, dia segera berbalik & menatap Ratu Ruqayah garang “Ratu Ruqayah! Beraninya kau menumpahkan kheer itu!”, “Maaf, Raja Jalal, aku tdak sengaja” ujar Ratu Ruqayah dgn wajah memelas “Tapi beraninya kau melakukan itu! Kau itu tdak cantik! Aku menikahi kau karena janjiku pada ayah, kau selalu mengganggu yg lain, aku tdak suka melihat wajahmu!” semua yg ada di sana terkejut mendengar ucapan Raja Jalal “Yg Mulia, ini bukan kesalahannya, bagaimana kau bisa berbicara seperti itu?” Ratu Jodha mencoba melerai, Raja Jalal malah marah ke Ratu Jodha & membelalakkan matanya ke arah Ratu Jodha sambil mengacungkan jarinya “Cukup, Ratu Jodha! Aku telah memberikan padamu posisi yg terpenting lalu kau bisa berbicara seenaknya padaku!” kembali semua yg ada disana terkejut mendengar ucapan Raja Jalal yg mulai meninggi “Ratu Ruqayah! Pergi kau dari sini, kalau aku mau, aku akan mengunjungi kiosmu!” Ratu Ruqayah merasa tersinggung dgn ucapan Raja Jalal, Ratu Ruqayah sedih kemudian meninggalkan mereka semua, Ratu Jodha yg merasa iba ke Ratu Ruqayah mengekor dibelakang Ratu Ruqayah, sementara Laboni tersenyum sinis.

Ratu Ruqayah kembali ke kiosnya sambil menangis, Ratu Jodha menemani Ratu Ruqayah mencoba utk menghiburnya “Ratu Ruqayah, jangan menangis, Yg Mulia tdak bermaksud seperti itu” sambil menangis Ratu Ruqayah berkata “Tapi biasanya Raja Jalal tdak pernah berbicara seperti itu ke aku, Ratu Jodha, dia tdak pernah menghina aku, aku merasa dia itu seperti orang lain hari ini, sesuatu telah terjadi padanya, sepertinya pikirannya itu dikendalikan oleh orang lain, aku merasa itu bukan Raja Jalal yg berbicara” ujar Ratu Ruqayah dgn deraian air mata “Mungkin dia hanya bersandiwara, Ratu Ruqayah” Ratu Jodha mencoba menghibur Ratu Ruqayah “Tdak, Ratu Jodha! Sepertinya ada yg tdak beres padanya, ada sesuatu yg aneh di dirinya yg bagiku asing, itu bukan Raja Jalal!”
Sinopsis Jodha Akbar Episode 514

Sementara itu di kios Laboni, Raja Jalal masih terlena oleh kecantikan Laboni atas ilmu sihirnya & Dammu kembali memberikan Laboni kheer tersebut yg hendak diberikan utk Raja Jalal “Laela, sebaiknya kau cicipi dulu kheer ini” ujar Dammu sambil memberikan isyarat ke Laboni, Laboni mengerti isyarat Dammu sambil tersenyum & mengambil kheer itu kemudian dia mulai mencicipinya & diambilnya sendok yg lain lalu diberikan pada Raja Jalal “Silahkan Yg Mulia, saya sudah mencicipinya, sekarang tinggal anda yg mencicipinya” Raja Jalal mengambil sendok itu sambil terus menatapnya & kemudian mulai mencicipinya, dari kejauhan Ratu Ruqayah & Ratu Jodha memperhatikan Raja Jalal yg sedang mencicipi kheer.

Ketika Meena Bazaar sudah hampir selesai, seorang nenek tua yg dulu pernah menemui Ratu Jodha di depan pintu gerbang istana memaksa menemui Ratu Jodha dikawal oleh beberapa prajurit “Ratu Jodha, aku ingin mengatakan sesuatu padamu” ujar nenek tua itu “Maaf Malika Hind, nenek tua ini memaksa ingin bertemu dgn anda, katanya ada hal yg penting yg ingin disampaikannya ke anda” ujar salah satu prajurit yg mengawal si nenek “Iya, tdak apa-apa, kalian boleh pergi” para prajurit itupun pergi meninggalkan mereka “Ratu Jodha, Yg Mulia saat ini membutuhkan pertolonganmu, aku tahu anda pasti tdak akan percaya begitu saja dgn ucapan saya tapi pengalaman saya mengatakan kalau sesuatu akan terjadi di istana anda” Ratu Jodha merasa nenek ini mengatakan hal yg tdak bisa dipercaya “Kadang-kadang kita tdak melihat sesuatu yg kasat mata tapi mereka itu ada, ilmu hitam telah hadir di dunia dari jaman dulu & bisa menyerang siapa saja, saat ini ilmu hitam sedang mempengaruhi Yg Mulia & aku tahu siapa yg bisa menolong Yg Mulia”, “Siapa dia?” Ratu Jodha mulai penasaran “Dia adalah seorang penyihir besar namanya Udaynath, dia tinggal di dekat Mandir, jika anda tdak percaya dgn saya maka cobalah cek perilaku Yg Mulia, perilakunya pasti sangat berbeda sekali, tdak seperti biasanya” Ratu Jodha tertegun.

 
Template By Kunci Dunia
Back To Top