Master Kids SEO

Membahas About SEO dan Lainya

Sinopsis Jodha Akbar Episode 474

Masterkids SEO - Sinopsis Jodha Akbar Episode 474, Setelah sebelumnya admin membagikan Sinopsis Jodha Akbar episode 473 tentang keputusan yang mulia memberikan mahkota putra mahkota pada murad dan membuat pangeran salim marah namun sebenarnya itu hanyalah rencana dari raja jalal karena yang raja inginkan tetap pangeran salimlah yang akan menjadi penerusnya sedangkan pangeran salim tidak tahu akan hal itu! kali ini admin bagikan lagi episode 474 yang akan tayang di ANTV Malam Ini pada mei 2015. Berikut Kisah selanjutnya Jodha Akbar!!
Sinopsis Jodha Akbar Episode 474

Dikamar Murad, Murad tampak gelisah tepat pada saat itu Danial menghampiri Murad “Aku tdak suka dgn keputusan Yg Mulia ini”, “Yaa dgn membuat kau sebagai putra mahkota ketimbang Pangeran Salim, ini pasti akan melukainya” Danial ikut menimpai tepat pada saat itu Shaduddin datang & menghampiri mereka “Kau seharusnya bangga karena biasanya anak laki-laki yg paling besar yg mendapatkannya tapi kau ini sangat beruntung mempunyainya” Shaduddin mencoba mengopori Murad “Aku tdak suka ini semua”, “Pangeran Murad, kau seharusnya menikmati saja kekuasaan ini, kau itu tdak kurang dari siapapun”

Ratu Jodha menemui Ratu Salima yg baru selesai sholat “Ratu Salima, apakah kau melihat Pangeran Salim?”, “Tdak, Ratu Jodha, aku tdak melihatnya sedari tadi” Ratu Jodha panik “Aku benar-benar khawatir sama dia, dia saat ini sedang sangat marah”, “Kau tahu kan bagaimana Pangeran Salim? Dia itu memang agresif tapi nanti dia akan tenang kembali, saat ini Qutub sedang bersama dirinya & aku yakin hubungan Murad & Pangeran Salim tdak akan berimbas apapun” Ratu Salima mencoba menenangkan Ratu Jodha yg panik dari tadi “Kau tahu kalau Yg Mulia Raja dapat melakukan apa saja setiap saat, utk Pangeran Salim & Murad, kita adalah ibu mereka, ini adalah tanggung jawab kita utk menjaga hubungan mereka tetap utuh” Ratu Jodha hanya diam membisu mendengarkan penjelasan Ratu Salima “Kau tahu kan kalau aku ini bukan ibu kandungnya Murad tapi aku tdak pernah membiarkan dia menyadarinya & kau adalah ibu kandung Pangeran Salim, kita harus mengatasi hal ini”, “Kau benar, Ratu Salima” akhirnya Ratu Jodha angkat bicara “Sekarang lebih baik pergilah & istirahatlah dulu, aku akan mencoba mencari tahu dimana Pangeran Salim berada sekarang” Sinopsis Jodha Akbar Episode 474

Diluar halaman, Pangeran Salim sedang tertidur direrumputan sambil memandangi bintang-bintang dilangit, Qutub yg dari tadi mencarinya akhirnya bisa menemukan Pangeran Salim “Pangeran Salim, apa yg kau lakukan disini? Mariam Uz Zamani mencari cari kau terus dari tadi, dia sangat mencemaskanmu”, “Aku tdak mau kesana! Istana itu telah mencekik aku, orang-orang disana itu bermuka dua & Yg Mulia melakukan ini semua sejak aku masih kecil!” Pangeran Salim bangun dari tidurnya & mengungkapkan kemarahannya didepan Qutub “Lebih baik kau pergi & temui Yg Mulia, lalu tanyakan kenapa dia melakukan semua ini?” Pangeran Salim menatap Qutub dgn sinis “Seorang Raja tdak memerlukan sebuah alasan, ini semua karena rasa ketdaksukaannya padaku, meskipun aku mengira kalau hubunganku dgnnya itu semakin hari semakin baik tapi dia selalu saja membuat aku melawan dirinya” Pangeran Salim sangat kesal dgn apa yg telah diperbuat Raja Jalal pada dirinya “Dia itu ayah kandungmu, Pangeran Salim, Dia tdak mungkin membencimu, dia itu sangat bangga padamu, apalagi ketika kau memenangkan perang, ayahmulah yg mengumumkan utk membuatmu sebagai raja!” Qutub mencoba memberikan pengertian ke Pangeran Salim “Tapi kenapa sekarang dia itu menghina aku? Dia memang menunjukkan kalau dia menyaygi aku tapi hal itu dia lakukan tdak sama pada setiap waktu, aku tdak akan pernah mempercayai dia lagi sepanjang hidupku!” Pangeran Salim geram “Aku tdak sedih kalau Murad yg menjadi raja tapi dia itu seharusnya menolaknya!”, “Murad tdak berani mengatakan tdak pada Yg Mulia Raja” Qutub mencoba menjadi penengah “Mengapa dia tdak bisa melawan Yg Mulia juga?”, “Itulah bedanya antara kau dgn Murad, ayooolah Pangeran Salim, kita pergi keistana sekarang” Qutub mencoba mengajak Pangeran Salim pulang “Aku ingin menghabiskan malam ini diluar, aku tdak mau kesana!” Pangeran Salim tetap bersikeras.

Ratu Jodha & semua anggota keluarga kerajaan sedang berkumpul disebuah ruang keluarga termasuk Ibu Ratu Hamida, Ratu Ruqayah & Ratu Salima “Istana sekarang ini sepi” Ratu Salima mencoba membuka pembicaraan “Aku takut dgn diamnya Pangeran Salim ini” Ratu Jodha merasa khawatir “Ratu Ruqayah, cobalah utk berbicara dgn Pangeran Salim” pinta Ratu Jodha “Aku telah mencoba utk berbicara dgnnya tapi dia tdak mau mendengarkan”, “Iya dia tdak mau mendengarkan siapapun, apakah kita bisa menemukan solusinya?” Ibu Ratu Hamida menimpali pembicaraan mereka “Kita sebenarnya bisa menyelesaikan permasalahan ini jika Ratu Jodha setuju dgn kondisi ini” tepat pada saat itu Raja Jalal memasuki ruang keluarga itu & membentak Ratu Ruqayah “Ratu Ruqayah, jangan katakan seperti itu!” Raja Jalal marah “Aku sudah berkata pada Ratu Jodha ketika aku menikahinya bahwa dia tdak akan mengubah agamanya!” Ratu Ruqayah jadi salah tingkah didepan Raja Jalal “Aku bukan bermaksud seperti itu, Yg Mulia”, “Tdak ada seorangpun yg akan membicarakan masalah ini lagi selamanya, ini bukan masalah agama Ratu Jodha, aku telah bersumpah pada setiap orang bahwa tdak ada seorangpun yg akan dipaksa utk mengubah agamanya & tentang Shah Iran dia nanti akan berhadapan dgn Shah Hindustan, dia akan tahu seberapa besar kekuatan Shah Hindustan!”

Siang itu Anarkali sedang berada dipasar bersama sahabat kecilnya Sakinah, sedang membeli gelang-gelang tangan, tiba-tiba ada pengumuman dari kerajaan “Pengumuman-pengumuman bahwa pangeran Murad akan menjadi pewaris kerajaan!” Anarkali sangat terkejut mendengarnya “Aku harus menemui Pangeran Salim, dia membutuhkan aku utk saat ini”

Diruang kerja Raja Jalal, Raja Jalal sedang berkumpul dgn para menterinya “Aku sangat senang padamu Rahim, kau telah membuktikan bahwa kau selalu bisa dipercaya” Raja Jalal bangga dgn Rahim “Aku sangat sedih begitu mendengar kabar yg terjadi disini” Rahim menimpali perkataan Raja Jalal “Kabar apa yg kau dengar?”, “Aku dengar utusan Raja Iran telah pergi, mereka sangat senang bahwa anda tdak jadi melakukan konfrotansi” Raja Jalal tersenyum “Aku akan mengatasi Shah Iran tapi bagaimana aku akan mengatasi Sekhu Baba?”, “Dia akan mengerti permasalahanmu, kau seharusnya mengatakan padanya bahwa ini demi kebaikannya sendiri” ujar Adka “Aku seharusnya berbicara dgn dia sekarang, aku seharusnya berbicara dgnnya sebagai seorang ayah bukan sebagai seorang raja” Sinopsis Jodha Akbar Episode 474

Pangeran Salim sedang meminum-minuman keras, Pangeran Salim teringat ketika Murad dinobatkan sebagai pewaris kerajaan, tak lama kemudian Raja Jalal memasuki kamarnya “Duduklah disini, aku pikir kau akan datang padaku utk menanyakan tentang pesta penobatan itu tapi ternyata itu tdak kau lakukan, apakah kau sangat marah padaku? Ini tdak seperti yg kau pikirkan, kau yg akan menjadi Raja & Murad hanya Shah Shah” Raja Jalal mencoba memberikan pengertian ke Pangeran Salim “Tapi mengapa ayah menghina aku didepan semua orang?”, “Ayah harus mengelabui utusan Shah Iran itu, ayah bisa menobatkan kau menjadi putra mahkota sekarang”, “Sekarang ayah ingin menyakiti perasaan Murad? Bagi ayah politik adalah segala-galanya, aku ini hanyalah boneka, kami semua yg ada disini adalah boneka bagimu dalam hal ini, tdak ada yg berani menanyakannya padamu!” Pangeran Salim sangat marah “Cobalah utk mengerti, Pangeran Salim”, “Ayah telah membuktikan bahwa pernikahanmu dgn ibu itu adalah tdak sah jadi aku adalah anak haram!” Raja Jalal sangat marah sama Pangeran Salim, tiba-tiba Raja Jalal ingin menampar Pangeran Salim tapi diurungkan niatnya “Kau pikir pernikahan kami itu tdak sah? Tdak ada seorangpun yg bisa mengambil mahkota itu dari kau!” Raja Jalal mencoba menahan marahnya lalu melihat kegelas yg berisi anggur yg ada diatas meja “Hanya satu hal yg pasti bahwa kau itu minum-minuman keras, kau telah kehilangan akal sehatmu ketika kau mabuk, saat ini seorang ayah ingin berbicara dgn anak Laki-lakinya, ayah akan berbicara dgnmu lagi kalau kau sudah sehat!” Raja Jalal langsung meninggalkan Pangeran Salim.

Murad sedang dalam keadaan bingung dikamarnya, Danial menemuinya “Aku tdak bisa menerima ini, aku pikir hanya Pangeran Salim yg pantas menerima ini, aku akan mencoba berbicara pada Yg Mulia, aku akan menerima apapun hukuman yg nanti akan diberikannya padaku”, “Kau benar tapi ada baiknya kalau kita membicarakan hal ini dgn Pangeran Salim dulu” kata Danial.
Sinopsis Jodha Akbar Episode 474
Ratu Jodha sedang berada dikamarnya sedang menyalakan lilin, Raja Jalal menemui Ratu Jodha dikamarnya lalu mereka berdua duduk berhadap hadapan “Ratu Jodha, aku telah mencoba utk berbicara dgn Pangeran Salim tapi dia tdak ingin mendengarkan aku, dia sangat marah padaku, dia juga meragukan perhatianku” Raja Jalal mencurahkan perasaannya ke Ratu Jodha “Kau telah melakukan hal yg benar dgn berbicara dgnnya” Ratu Jodha mencoba menenangkan Raja Jalal “Apakah kau percaya bahwa aku menyayginya”, “Bagaimana aku bisa meragukannya, Yg Mulia? Ini hanya salah paham belaka” ujar Ratu Jodha “Dia telah menyimpulkan maksud yg berbeda, itu yg membuat aku takut, apa yg akan dia lakukan ketika dia duduk disinggasana kerajaan?” Raja Jalal terlihat sedih memikirkan anak sulungnya itu “Dia itu masih muda, Yg Mulia, Dia akan belajar dgn berjalannya waktu, apakah kau sudah berbicara dgn Murad?” Ratu Jodha agak penasaran soal Murad “Murad itu tdak keras kepala seperti Pangeran Salim, dia itu anaknya sangat patuh, dia akan mengerti apa maksudku yg sebenarnya, aku akan mencoba menyelesaikan permasalahan ini, Ratu Jodha” Raja Jalal lalu mengambil tangan Ratu Jodha & menciumnya lembut “Akulah alasan dari semua permasalahan ini” bathin Ratu Jodha dalam hati sambil menatap sedih pada suaminya.

 
Template By Kunci Dunia
Back To Top