Master Kids SEO

Membahas About SEO dan Lainya

Sinopsis Jodha Akbar Episode 458

Masterkids SEO - Sinopsis Jodha Akbar Episode 458, Setelah sebelumnya admin membagikan Sinopsis Jodha Akbar episode 457 tentang raja jalal yang tahu tempat gudang karung2 bahan makanan yang di sembunyikan oleh anak buah mirza hakim yakni jagdev namun saat ia ingin menguak kebenaran raja jalal malah dituduh menyembunyikan karung2 itu ditendanya dan ini persoalan yang rumit. Kali ini admin bagikan lagi episode 458 yang akan tayang di ANTV Malam Ini pada mei 2015. Berikut Kisah selanjutnya Jodha Akbar!!
Sinopsis Jodha Akbar Episode 458

Malam itu Jagdev menunjukkan karung-karung yg berisi sembako kepada anak buahnya, salah satu anak buah Jagdev berkata “Surjan tdak tahu kalau kau telah memindahnya kegudang yg lain”, “Aku melihat Surjan digudangnya yg dulu makanya aku langsung memindahkan tempatnya, tapi kau tetap mengawasi karung-karung sembako ini sampai anak buah Mirza Hakim datang kesini!” perintah Jagdev terhadap anak buahnya.

Didalam hutan, Raja Jalal berteriak menghadap kelangit “Tuhan! Aku marah padamu hari ini! Mengapa kau melakukan semua ini pada Ratu Jodha? Disatu sisi ada aku sebagai suaminya & disisi yg lain ada warga desa yg sangat percaya padanya!” tiba-tiba datang sebuah sinar yg begitu menyilaukan datang dari langit, sinar itu tiba-tiba menjelma menjadi seorang anak kecil jelmaan dari malaikat “Raja Jalal, ketika kau menyakiti seseorang, hal itu menyakitkan utk yg lainnya, kau hanya teringat pada penderitaan istrimu tapi apakah kau pernah berfikir pada rakyatmu yg telah kau berikan penderitaan? Ketika salah satu orang yg kau cintai menderita, kau juga ikut menderita, apa yg kau tabur itulah yg kau tuai, Raja Jalal, kau telah menyakiti banyak orang & sekarang saatnya kau merasakan rasa sakit itu”, “Siapa kau?” Raja Jalal benar-benar penasaran dgn penampakan anak kecil yg berbaju putih itu “Kenapa orang lain tdak bisa melihatmu?” anak kecil itu hanya tersenyum kearah Raja Jalal “Aku adalah jiwamu Raja Jalal, aku adalah hari yg memisahkan dirimu dari malam hari, aku adalah kebahagiaan yg kau rasakan, aku adalah rasa sakit yg telah kau berikan kepada orang lain & sekarang kau harus merasakannya sendiri, Raja Jalal” tiba-tiba jelmaan anak kecil tadi menghilang dari hadapan Raja Jalal, sesaat Raja Jalal tertegun & melihat kesekeliling tempat tersebut namun anak kecil itu tdak berbekas jejaknya, Raja Jalalpun menengadah keatas langit dimana awan berarak hitam dgn petirnya yg menggelegar disertai angin yg bertiup cukup kencang sedari tadi. Sinopsis Jodha Akbar Episode 458

Diistana kerajaan Mughal, semua orang mengelu-elukan nama Pangeran Salim “Hidup Pangeran Salim! “Hidup Pangeran Salim! “Hidup Pangeran Salim!” Pangeran Salim berada dibalkon utama istana meminta doa dari rakyatnya utk berperang melawan MIrza Hakim “Aku berdoa semoga kita semua menang!” Birbal yg ada disebelah Pangeran Salim segera berbisik “Yg Mulia Raja akan segera bergabung dgnmu dimedan pertempuran nanti” namun Pangeran Salim terus memikirkan tentang Anarkali, ingin rasanya Pangeran Salim bertemu dgn Anarkali sekali saja utk kedamaian hatinya sebelum berangkat berperang. Tepat pada saat itu Anarkali juga sedang berada ditengah kerumunan orang-orang yg melepas kepergian Pangeran Salim, Anarakali tdak percaya dgn apa yg dilakukan oleh Pangeran Salim “Sakinah, kau tahu semua ini cuma sandiwara belaka, para prajuritlah yg akan berperang & mati namun kemudian dia yg mendapatkan penghargaan dgn mengibarkan bendera kemenangan” Sakina teman Anarkali hanya diam mendengarkan ucapan Anarkali dgn seksama “Ketika para prajuritnya bertarung melawan musuh, dia pasti akan sibuk dgn minumannya sambil menikmati sebuah tarian dari para penari” Anarkali benar-benar geram & kesal pada Pangeran Salim.

Didalam hutan ditempat yg tersembunyi, Ratu Jodha sedang menunggu Raja Jalal sambil menangis sedih “Aku tdak akan memberikan hukuman pada Yg Mulia Raja! Tdak akan pernah!” tak lama kemudian Raja Jalal menghampiri Ratu Jodha, Ratu Jodha terharu melihat Raja Jalal tak terasa pipinya telah basah oleh air mata berulang kali Ratu Jodha menyekanya “Ratu Jodha, berikan aku hukuman, jika kau tdak memberikan hukuman padaku maka kaulah yg akan menderita” Raja Jalal memohon pada Ratu Jodha “Aku akan mengatakan yg sebenarnya pada para penduduk tentang hubungan kita yg sebenarnya, aku tdak bisa memberikanmu hukuman, Yg Mulia” Ratu Jodha sedih membaygkan dirinya sendiri akan menghukum suaminya “Ini bukan hukuman, Ratu Jodha tapi ini adalah pertobatanku, aku telah menyakiti semua rakyatku & sekarang saatnya aku utk mendapatkan balasannya” Ratu Jodha terheran-heran dgn ucapan Raja Jalal “Siapa yg mengatakan hal itu padamu?”, “Anak kecil yg sama yg dulu pernah aku lihat diistana, aku tdak tahu siapa dia, aku sendiri heran kenapa orang lain tdak bisa melihat keberadaannya, dia bilang bahwa kau harus menghukum aku, Ratu Jodha” Ratu Jodha semakin terharu mendengar cerita Raja Jalal “Kau adalah hakimnya & kau harus melakukan tindak keadilan”, “Sebagai seorang istri, aku tahu kalau kau tdak melakukan kesalahan ini, Yg Mulia”, “Aku tahu itu tapi aku telah melakukan banyak kesalahan, Ratu Jodha, Lupakan kalau aku ini suamimu, hukuman ini hanya buat aku, berikan aku hukuman, Ratu Jodha, Ingat itu! Lebih baik aku pergi dulu” tak lama kemudian Raja Jalal segera meninggalkan Ratu Jodha, tepat pada saat itu Jagdev melihat Raja Jalal pergi meninggalkan Ratu Jodha namun Jagdev tdak bisa melihat wajah Raja Jalal “Siapa itu yg malam-malam begini menemui Radha? Mungkin seseorang datang menemuinya utk mendapatkan pengobatan darinya, yaaa, semua orang siapapun bisa saja mencoba mendekatinya karena dia itu memang cantik” Jagdev tersenyum nakal memikirkan Ratu Jodha.

Keesokan harinya, disidang desa, Raja Jalal dihadapkan pada Ratu Jodha sebagai tersangka “Kau telah melakukan kesalahan, Surjan! Dgn berkhianat kepada kami semua disini & kau akan mendapatkan hukuman” Ratu Ruqayah yg melihatnya dari kejauhan merasa was was & cemas dgn hukuman apa yg akan dijatuhkan Ratu Jodha utk Raja Jalal “Hukumanmu adalah kau tdak boleh lagi tinggal & menetap didesa ini mulai dari sekarang! Pergi & tinggalkan desa ini segera!” Raja Jalal langsung bersimpuh didepan Ratu Jodha “Radha, aku mohon jangan lakukan hal ini padaku, keluargaku ada disini, aku tdak bisa meninggalkan tempat ini, berikan saja hukuman berat padaku, Radha” Jagdev yg juga ada disana mengambil kesempatan ini “Radha, ada satu hukuman lagi utk seorang pencuri!”, “Aku setuju dgn yg dikatakan Jagdev, Radha, Berikan aku hukuman itu, jangan minta aku utk meninggalkanmu, maksudku aku tdak akan meninggalkan desa ini” Raja Jalal kemudian berusaha menyentuh kaki Ratu Jodha & memohon namun Ratu Jodha tersentak kaget & segera menyembunyikan kakinya dibalik roknya yg menjuntai kebawah “Apa yg kau lakukan, Surjan? Tdak tdak tdak, Hukumanmu tetap kau harus meninggalkan desa ini!”, “Berikan aku hukuman kedua, Radha” Raja Jalal terus memohon pada Ratu Jodha, sementara Ratu Ruqayah yg tdak tahan melihat mereka dari tadi langsung buka suara “Surjan, sudahlah, Lebih baik kita tinggalkan saja desa ini” Raja Jalal langsung berteriak lantang kearah Ratu Ruqayah & berkata “Tdak! Aku bilang aku tdak akan meninggalkan desa ini!” Raja Jalal segera mengatupkan tangannya didepan Ratu Jodha “Radha, aku mohon rubahlah hukumanmu itu” semua warga penduduk yg hadir desa meminta Ratu Jodha utk memberikan hukuman yg lain bagi Surjan, Ratu Jodha sangat terkejut, Moti & Mehtab juga cemas & gelisah pada hukuman apa yg dijatuhkan Ratu Jodha ke Raja Jalal “Baiklah, hukuman yg lain adalah kau akan dihukum cambuk!” Ratu Ruqayah, Moti & Mehtab kaget & tdak tega mendengar hukuman yg dijatuhkan Ratu Jodha ke Raja Jalal, namun Raja Jalal malah tersenyum senang sambil terus memandang Ratu Jodha “Tapi lebih baik kau pergilah dari desa ini” Ratu Jodha kembali berharap agar Raja Jalal mau meninggalkan desa tersebut karena dari dasar hati kecilnya yg paling dalam, Ratu Jodha tdak tega menjatuhkan hukuman cambuk kesuaminya sendiri “Tdak Radha, aku siap dihukum cambuk” Ratu Jodha menatap Raja Jalal dgn pandangan tdak percaya, sementara Jagdev tersenyum senang.

Diistana kerajaan Mughal, dikamar Haidar, Shama menemui Haidar, saat itu Haidar sedang pusing kepala “Haidar, aku senang kau tdak ikut perang, sekarang aku jadi bisa lebih tau lebih banyak tentang kau & bisa lebih dekat dgn kau” kemudian Shama memberikan Haidar Kaddah (semacam minuman), Haidar segera meminumnya “Apa yg aku minum tadi?”, “Itu minuman utk sembelit” Shama menjawabnya dgn wajah yg tdak bersalah “Tapi aku tdak memerlukannya! Aku pusing kepala! Bukan terkena sembelit!” Haidar langsung merasakan perutnya tdak enak “Shama! Akan kubunuh kau!” Haidar segera pergi meninggalkan Shama sambil terus memegangi perutnya, Shama malah bingung dgn tingkah Haidar.

Malam itu Raja Jalal sudah siap dihukum cambuk, kedua tangannya diikat & bertelanjang dada hanya mengenakan celana panjang saja, Ratu Ruqayah tdak tahan melihat Raja Jalal yg akan segera dicambuk, Ratu Ruqayah segera mendekati Ratu Jodha “Radha, aku mohon, Lepaskan dia, lepaskan suamiku, kami akan meninggalkan desa ini” namun dari tempat Raja Jalal berdiri Raja Jalal langsung berteriak “Tdak! Jika ini adalah keadilan maka aku siap menerimanya!” Ratu Ruqayah segera berlari mendekati Raja Jalal & berbisik “Raja Jalal, katakan pada semua orang yg ada disini siapa kau sebenarnya, maka tdak ada seorangpun yg berani menyentuhmu”, “Ratu Ruqayah, jangan ciptakan masalah baru utk Ratu Jodha, pergilah sana” beberapa wanita menggeret Ratu Ruqayah utk menjauh dari Raja Jalal & tak lama kemudian seorang Laki-laki sudah siap hendak mencambuk Raja Jalal, Raja Jalal hanya bisa pasrah menerimanya, berulang kali Laki-laki itu mencambuki Raja Jalal hingga punggung Raja Jalal berdarah, Ratu Ruqayah & Ratu Jodha menangis tdak tega melihat suami mereka dicambuki seperti itu didepan mata mereka sendiri, terlebih lebih Ratu Jodha yg merasa telah memberikan hukuman ini ke Raja Jalal, Moti & Mehtab juga tdak tega melihat Raja Jalal dicambuk seperti itu. Selama tubuhnya dicambuk, Raja Jalal teringat bagaimana rakyatnya menderita karena perintah perintahnya, Raja Jalal juga teringat bagaimana anak kecil itu berkata “Sekarang kau harus siap menghadapi penderitaan yg telah kau berikan pada rakyatmu” punggung Raja Jalal terus menerus mengeluarkan darah, setelah hukuman cambuk selesai, Raja Jalalpun dibebaskan, kedua tangan Raja Jalal yg diikat segera dilepaskan, Raja Jalal langsung jatuh terlentang, Ratu Ruqayah & Ratu Jodha kaget, Ratu Jodha ingin sekali mendekati Raja Jalal namun apa daya dirinya tdak bisa melakukan hal itu, sementara Ratu Ruqayah langsung mendekati Raja Jalal sambil menangis.

Jiwa Raja Jalal berkata: “Aku pergi keluar dari istana & menjadi seorang rakyat biasa akan tetapi aku dituduh menjadi seorang pencuri, hari itu adalah hari pembalasan terhadap diriku sendiri, aku telah diberikan hukuman cambuk & pada hari itu aku baru tahu bagaimana rasanya mendapatkan hukuman”

Sinopsis Jodha Akbar Episode 458
Ditenda Raja Jalal, Ratu Ruqayah sedang mengobati luka-luka dipunggung Raja Jalal yg terkena cambuk tadi, Raja Jalal terbaring telungkup, Ratu Jodha menemui mereka, Ratu Ruqayah langsung marah ke Ratu Jodha ketika Ratu Jodha mau menyentuh Raja Jalal, Ratu Ruqayah langsung memegang tangan Ratu Jodha “Jangan sentuh dia Ratu Jodha! Utk menyelamatkan posisimu, kau telah memberikan hukuman pada suami sendiri? Kau begitu rendah!” Ratu Jodha menangis sedih mendengar ucapan Ratu Ruqayah yg cukup pedas ditelinganya “Kau memang benar, Ratu Ruqayah, aku ini memang rendahan, aku telah melakukan sesuatu yg besar hari ini maka aku tdak bisa diampuni, akan tetapi perintah Yg Mulia sangat berat buatku bahwa aku harus memberikan hukuman utk suamiku sendiri, & kali ini adalah hukumanku sendiri ketika aku tdak bisa memberikan obat utk luka-luka ditubuh suamiku” Ratu Jodha sangat sedih menerima kenyataan ini, bergegas Ratu Jodha hendak meninggalkan Raja Jalal & Ratu Ruqayah namun Raja Jalal segera memegang tangan Ratu Jodha kemudian menggelengkan kepalanya kearah Ratu Ruqayah “Tolong ambilkan segelas air putih, Ratu Jodha” Raja Jalal meminta segelas air putih, Ratu Ruqayah jadi tdak enak dgn Ratu Jodha karena Ratu Ruqayah tdak tahu duduk permasalahan yg sebenarnya “Aku tdak tahu tentang penderitaanmu Ratu Jodha, maafkan aku” Ratu Jodha bisa mengerti perasaan Ratu Ruqayah, Ratu Jodha segera mengambil segelas air putih utk Raja Jalal. Sinopsis Jodha Akbar Episode 458

Ditenda Maan Sigh, Maan Sigh sedang berdiskusi dgn anak buahnya yg sangat dipercayainya “Aku akan melarikan diri dari tahanan Mirza Hakim maka dia akan marah padaku & akan mengirimkan pasukannya utk mengejar aku, perhatiannya akan dialihkan dari perang”

Ratu Jodha mengambil segelas air putih & memberikannya ke Raja Jalal sambil memegangi gelas itu terus sementara Raja Jalal memegangi tangan Ratu Jodha dgn kedua tangannya & meminum air tersebut “Ratu Jodha, kau tahu kan kalau itu bukan salahmu” Raja Jalal mencoba menenangkan kedua istrinya sambil masih memegangi tangan Ratu Jodha “Mengapa kau tdak meninggalkan desa ini, Yg Mulia”, “Ratu Jodha, aku ingin merasakan bagaimana rasanya dicambuk, penderitaan ini paling tdak bisa mengurangi penderitaan yg telah aku berikan kerakyatku”

Maan Sigh akhirnya bisa melarikan diri dari tahanan Mirza Hakim dgn menyamar sebagai anak buahnya, Maan Sigh bertukar pakaian dgn anak buahnya.

Beberapa hari kemudian ketika Raja Jalal sudah sembuh dari luka-luka dipunggungnya, Ratu Jodha sedang memberikan obat-obatan pada orang-orang yg sedang terluka, Raja Jalal juga sedang bekerja disana sedang menumbuk obat-obatan, seseorang mendekati Raja Jalal “Kami tdak akan mengambil obat-obatan dari tangan seorang pencuri seperti kau! Bisa jadi mungkin kau memberikan racun pada kami” Raja Jalal diam saja mendengar semua tuduhan itu, Ratu Jodha yg melihatnya dari kejauhan merasa terharu & iba, ketika Raja Jalal hendak pergi dari tempat itu, seorang pria lain bertanya ke Raja Jalal “Kau mau pergi kemana? Tdak ada seorangpun yg akan memintamu utk melayani para warga penduduk, kau harus bekerja keras sekarang!” kemudian pria tadi menyuruh Raja Jalal utk menaruh karung yg berisi sayur-sayuran itu kedalam dapur, Raja Jalal segera memanggul kedua karung sayuran itu, Raja Jalal merasa nyeri dipunggungnya karena luka-luka itu, dari kejauhan Ratu Jodha memperhatikan Raja Jalal dgn perasaan sedih & haru, Ratu Jodha menangis melihat Raja Jalal menderita sepert itu.

Next Episode di Sinopsis Jodha Akbar Episode 459
 
Template By Kunci Dunia
Back To Top