Master Kids SEO

Membahas About SEO dan Lainya

Sinopsis Jodha Akbar Episode 405

Masterkids SEO - Sinopsis Jodha Akbar Episode 405, Setelah sebelumnya admin membagikan Sinopsis Jodha Akbar episode 404 tentang pertemuan pertama pangeran salim dan anarkali yang tanpa disengaja dan saat itu tumbuh benih2 cinta yg nantinya akan mengubah kehidupan pangeran salim namun mereka berdua belum tahu satu sama lain. Kali ini admin bagikan lagi episode 405 yang akan tayang di ANTV Malam Ini pada April 2015. Berikut Kisah selanjutnya Jodha Akbar!
Sinopsis Jodha Akbar Episode 405

Farhan sedang memikirkan sesuatu dihalaman istana Amer, Pangeran Salim menghampirinya “Ada masalah apa, Farhan?” Farhan langsung kaget bergitu tau Pangeran Salim menemuinya, “Apa yg kau lakukan disini, kau seharusnya ada didalam diruang pesta” , “Aku kesini utk melindungimu, Bela baru saja menemuimu kan? & ayahnya juga datang kesini jadi aku sudah mengantarnya keluar” , “Itu bukan Bela, tapi itu temannya” ujar Farhan, “Jadi orang yg aku temui itu bukan kekasihmu?” tanya Pangeran Salim penasaran, “Bukan” Pangeran Salim langsung tersenyum mengembang & berkata dalam hati: “Terima kasih, Yaa Khudaa” Pangeran Salim teringat ketika pertama kali bertemu dgn Anarkali, bagaimana dia menolongnya ketika Anarkali terjatuh kekubangan lumpur “Kenapa kau tersenyum, Pangeran Salim? , “Tdak apa-apa” jawab Pangeran Salim sambil masih terbayang-bayang akan Anarkali, “Kalau begitu, lebih baik kita masuk kedalam”, “Jangan khawatir aku akan bersama dirimu” kemudian Pangeran Salim berlalu dari sana, sementara Farhan masih memikirkan Bela “Besok adalah upacara pernikahan Bela, apa yg harus aku lakukan?”

Dikamar Maan Bai, Jagat Gosain mengajak Maan Bai utk menemui Pangeran Salim. “Tapi bagaimana kalau dia mengejek aku seperti yg sering dia lakukan dulu waktu kecil”

Sementara itu Murad mendatangi Qutub & memakaian Qutub baju seperti Pangeran Salim, “Kenapa kau memanggil aku Pangeran Salim” tanya Qutub, “Karena ini adalah perintah Pangeran Salim agar kau berpura-pura menjadi Pangeran Salim, sehingga para putri raja akan memberikan salam padamu karena kau yg berperan sebagai Pangeran Salim” jelas Murad, Qutubpun memulai perannya sebagai Pangeran Salim, dia mendatangi ruangan dimana terdapat banyak makanan disana, semua putri raja yg bertemu dgnnya langsung memberikan salam “Ada bagusnya juga sih berperan sebagai calon pewaris tahta kerajaan, sehingga semua putri raja akan memperhatikan aku” kata Qutub, kemudian Qutub duduk dikursi yg ada disana, tak berapa lama kemudian para putri raja tersebut satu persatu memberikan hidangan mereka utk Qutub yg ditaruhnya diatas meja, Qutub langsung menikmati sajian makanan yg ada. Tepat pada saat itu Jagat Gosain & Maan Bai datang keruangan tersebut & mereka melihat Pangeran Salim yg sedang menikmati makanannya dgn lahap, “Apakah dia itu Pangeran Salim?” tanya Jagat Gosain penasaran, “Dia mengenakan mahkota psti dia itu Pangeran Salim” ujar Maan Bai, “Tapi dia sangat-sangat berbeda, walaupun dia tdak begitu tampan tapi mahkotanya itu sangatlah berharga” ujar Jagat Gosain. Kemudian Qutub menyuruh pelayan utk menyediakan makanan yg lebih banyak lagi. “Apa yg terjadi pada Pangeran Salim? mengapa dia memandangi gadis-gadis itu? sepertinya dia ingin menikahi semua gadis tersebut” kata Maan Bai, “Ya, sekali dia bertemu dgn aku, aku yakin dia akan melupakan semua gadis itu” tepat pada saat itu Anarkali menghampiri mereka yg masih ngobrol tentang Pangeran Salim, Anarkali melihat Qutub yg sedang menikmati makanannya, Anarkali juga mengira kalau Qutub itu adalah Pangeran Salim, “Itulah mengapa aku tdak suka dgn pangeran, mereka itu rakus utk semua hal, utk kekayaan, perempuan & sekarang makanan juga” tepat pada saat itu Pangeran Salim menghampiri Qutub, “Bagaimana perasaanmu menjadi seorang Pangeran Salim?” , “Aku tdak mengerti kenapa kau pura-pura tdak menjadi seorang pangeran?” tanya Qutub, dari kejauhan Maan Bai, Jagat Gosain & Anarkali yg masih mengobrol soal Qutub yg berpura-pura jadi Pangeran Salim, merasa penasaran dgn laki-laki yg baru datang menghampiri Qutub yg sebenarnya itu adalah Pangeran Salim sendiri, “Siapa laki-laki itu?” tanya Maan Bai, “Dia berpakaian rakyat biasa tapi tingkah lakunya seperti seorang pangeran” ujar Jagat Gosain, “Itulah mengapa dia menghormati seorang perempuan layaknya tdak seperti seorang pangeran” kata Anarkali, “Tapi satu kesalahannya, dia tdak mempunyai sebuah mahkota didalam hatinya” ujar Jagat Gosain, Anarkali memperhatikan Pangeran Salim dgn seksama sedangkan Pangeran Salim ketika memandang keseluruh ruangan, matanya tertuju pada Anarkali & mengajaknya tersenyum, Anarkali jadi teringat bagaimana Pangeran Salim mengatakan “Sebuah pertemanan dari hati & hati tdak pernah salah” . Tak berapa lama kemudian Raja & Ratu Amer juga datang ketempat tersebut & mengetahui bahwa anaknya Maan Bai sedang memperhatikan Pangeran Salim. “Kelihatannya dia sepertinya suka dgn Pangeran Salim” kata Raja, “Iya kau benar” ujar Ratu, “Aku akan meminta mereka utk menikah sekarang” kata Raja Amer lalu mereka berlalu dari sana, sementara itu ketika gadis itu masih terus memperhatikan Pangeran Salim dari kejauhan & tiba-tiba Aram Bano adik Pangeran Salim datang menghampiri Pangeran Salim, Pangeran Salim langsung menggendongnya & memangkunya dipangkuannya, “Ada apa Aram Bano?” tanya Pangeran Salim, “Semua orang memperhatikan kau, mereka mungkin mempunyai rencana jahat dgnmu, kak” kata Aram Bano, “Kalau kau selalu bersama sama aku setiap saat, pasti tdak akan terjadi apa-apa, kau mau makan manisan?” bujuk Pangeran Salim “Jika aku tahu bahwa semua orang akan memandangimu, aku pasti tdak akan memaksamu utk datang kesini” ujar Aram Bano, “Aku tahu kau pasti cemburu” , “Mengapa aku harus cemburu, apa yg mereka cari? kau adalah milikku” kemudian Pangeran Salim mencium kening adik kecilnya, dari kejauhan Anarkali melihat semua ini & tersenyum. Birbal datang kesana & melihat Pangeran Salim tdak tertarik dgn para putri raja tersebut, “Aku harus melakukan sesuatu’” bathin Birbal dalam hati. Sinopsis Jodha Akbar Episode 405
Sinopsis Jodha Akbar Episode 405
Sementara itu dikamar Raja Jalal, Raja Jalal sedang sendirian sambil menyanyikan sebuah lagu, tak berapa lama Ratu Jodha datang menemuinya & memperhatikan Raja Jalal dari arah belakang, Ratu Jodhapun tersenyum, ketika Raja Jalal lupa liriknya, Ratu Jodha langsung menyambung lirik yg dinyanyikan Raja Jalal & merekapun bernyanyi bersama, mereka saling tersenyum. “Kau memandangi aku terus, Ratu Jodha” goda Raja Jalal, “Tdak, aku sedang menemanimu bernyanyi, Yg Mulia” ujar Ratu Jodha, “Aku berharap aku bisa menghabiskan sepanjang malam bersamamu” kata Raja Jalal sambil mengajak Ratu Jodha duduk ditepi ranjang, “Akhirnya paling tdak kau mengerti keinginanku sekarang” ujar Ratu Jodha, “Kau telah memberikan aku hati, maka hati itu berdetak hanya utk kau” goda Raja Jalal, “Aku tahu kenapa kau melakukan itu, kau ini nakal, aku harus pergi sekarang” kata Ratu Jodha namun Raja Jalal langsung memegang tangan Ratu Jodha, “Aku mohon tinggalah disini, aku ingin menghabiskan malam ini bersamamu” , “Baiklah, aku akan tinggal disini menemanimu” kemudian Raja Jalal langsung berbaring & meletakkan kepalanya dipangkuan Ratu Jodha, lalu Raja Jalal meminta Ratu Jodha utk menyanyikan sebuah lagu, Ratu Jodhapun bernyanyi lagu in Ankhoon main tum, Saara Jahan tera saaya.. Preet ka ye rang.. Ishq hai who ehsas , sambil mendengarkan suara Ratu Jodha yg merdu, Raja Jalal memegang tangan Ratu Jodha yg sebelah kanan, sementara tangan Ratu Jodha yg sebelah kiri membelai rambut Raja Jalal dgn lembut.

Dihalaman istana, para pangeran sedang berkumpul disana sambil menghangatkan tubuh mereka didekat api unggun, “Semua putri raja menunggumu, Pangeran Salim & kau malah duduk disini sambil memikirkan seseorang” goda Danial, “Kalau begitu coba ceritakan pada kami siapa yg ada dalam pikiranmu itu?” tanya Danial lagi, “Bukan seperti itu, aku tdak sedang memikirkan siapapun” bela Pangeran Salim, “Tapi aku sering memergokimu sedang memperhatikan seseorang secara diam-diam, siapa dia? apa yg kau sembunyikan dari saudaramu, Pangeran Salim?” tanya Qutub, Pangeran Salimpun tersenyum “Aku memang menyukai seorang gadis tapi aku tdak tahu apa-apa tentang dia, aku juga tdak tahu siapa namanya” , “Seseorang yg selalu pergi melarikan diri dari para gadis malah sedang memikirkan seorang gadis, itu tdak baik” ujar Danial, “Lalu apa yg kau tentang dia, Pangeran Salim?” tanya Qutub penasaran, “Dia mengenakan baju yg biasa, namun kecantikannya tdak membutuhkan perhiasan yg indah atau baju mewah seorang putri raja, kesederhanaannya mampu mengisi ruang dihatiku ini, dia mengenakan perhiasan dikepalanya ’mang tikka’ & itu semacam desain bulu burung merak” ujar Pangeran Salim, “Kalau begitu kita harus tahu siapa dia sebenarnya” tepat pada saat itu pelayan datang sambil membawakan minuman & makanan ringan utk mereka, Murad mengajak Pangeran Salim utk minum, “Ini anggur, aku tdak mau meminumnya” kata Pangeran Salim, lalu Murad menyuruh pelayan utk membawakan jus buah utk Pangeran Salim, dari kejauhan Birbal mendengarkan semua ini, kemudian dia mencoba mencampurkan minuman khusus utk Pangeran Salim, tak lama kemudian Birbal mendatangi mereka sambil membawa minuman spesialnya yg dibuat khusus utk Pangeran Salim, “Mengapa kau membawa jus?” tanya Pangeran Salim, “Aku tadi bertemu dgn pelayan & aku meminta padanya segelas jus utk aku berikan padamu pangeran” ujar Birbal sambil memberikan gelas tersebut ke Pangeran Salim, Pangeran Salim menerimanya lalu meminumnya & berterimakasih ke Birbal, kemudian Birbal meninggalkan mereka. Ketika Pangeran Salim minum lagi jus tersebut tiba-tiba Pangeran Salim batuk-batuk, & dia merasakan kepalanya pusing, lalu dia memutuskan utk balik kekamarnya, namun ketika mau menuju kamarnya, ditengah jalan Pangeran Salim bertemu Ratu Jodha, Ratu Jodha memintanya utk mengikutinya lalu Ratu Jodha menggandeng tangan Pangeran Salim & mendudukannya dikursi yg ada didekat mereka, dari kejauhan Birbal masih terus mengawasi Pangeran Salim. “Pangeran Salim, ibu telah menyeleksi beberapa gadis utk pernikahanmu kelak” ujar Ratu Jodha sambil menunjukkan beberapa gambar para putri raja & menyuruh Pangeran Salim utk memilih salah satunya yg nanti akan menjadi istrinya, “Aku tdak ingin menikah, ibu, mereka semua ingin menikah dgn aku karena mereka hanya ingin menikah dgn seorang Raja” kata Pangeran Salim, “Lalu bagaimana, kau ini memang seorang calon raja & apakah seorang raja tdak menikah? ibu akan menyeleksi salah satu gadis utk kau & kau hanya menikah dgnnya saja, ibu ini ibu kandungmu, Pangeran Salim” ujar Ratu Jodha, “Ibu? seorang ibu yg membiarkan anaknya yg baru berusia 9 tahun pergi menjauhinya & mengirimnya kemedan perang?” kata Pangeran Salim geram sementara Ratu Jodha sedih mendengarnya, sedangkan dari kejauhan Birbal melihat kalau rencananya ini bisa gagal “Aku harus memanggil Yg Mulia Raja” lalu Birbal berlalu dari sana. Saat itu Pangeran Salim masih terus menggerutu “Seorang ibu yg membuat anak kandungnya sendiri bekerja seperti layaknya seorang pelayan dirumah orang lain, seorang ibu yg mengeluh pada Yg Mulia Raja setiap saat & membiarkan anaknya menghadapi semua hukuman seorang diri, seorang ibu yg membuat anaknya diculik & tdak berusaha utk menyelamatkannya” tepat pada saat itu Raja Jalal sudah datang menghampiri mereka & mengajak Pangeran Salim utk masuk kekamarnya, sementara itu Ratu Jodha sangat sedih mendengar ucapan Pangeran Salim yg sangat menyudutkan dirinya. Sinopsis Jodha Akbar Episode 405
Sinopsis Jodha Akbar Episode 405
Saat itu kepala Pangeran Salim sangat pusing ketika Raja Jalal mengajak Pangeran Salim masuk kekamarnya, “Apakah kau mabuk?” tanya Raja Jalal, “Ya aku mabuk tapi tdak sengaja, ayah” , “Baiklah, ayah terima kalau mungkin memang ada seseorang yg membuat kau mabuk, tapi apakah seperti itu caramu bicara dgn ibumu sendiri?” tanya Raja Jalal, “Dia tdak mencintai aku, dia hanyalah Mariam Uz Zamani, dia tdak peduli dgn aku & kau sendiri? kau tdak suka kan melihat aku mabuk tapi apakah kau tau apa yg aku makan selama tujuh tahun ini, kalian berdua menginginkan aku menjadi seorang raja, kalian memaksa aku utk menikah tapi tdakkah kalian mengerti bahwa aku mempunyai penilaian sendiri, aku hanya seorang Salim, kalian semua menginginkan aku menjadi seorang Raja Salim tapi tdak ada seorangpun yg memperhatikan aku, semuanya hanya ingin melihat seorang Raja” Pangeran Salim mulai meracau, “Apakah kau tdak tahu betapa kami sangat mencintaimu, kami membuat kau menjauh dari kami agar kau bisa menjadi ksatria yg tangguh, seorang raja yg agung & seseorang yg berkepribadian baik, lalu mengenai pernikahanmu, kami hanya memberikan padamu beberapa pilihan tapi jika kau tdak suka dgn mereka, itu tdak menjadi masalah, kau akan menikah kapanpun kau mau, kau akan menikah dgn siapapun yg kau inginkan, kau tinggal mengatakannya pada kami & kami akan membuat pesta pernikahanmu seindah mungkin, ayah akan menenangkan ibumu tapi kau harus senang anakku” ujar Raja Jalal, Pangeran Salimpun tersenyum & ayah anak itupun saling berpelukan. 

Langsung saja next ke episode selanjutnya di Sinopsis Jodha Akbar Episode 406
 
Template By Kunci Dunia
Back To Top