Master Kids SEO

Membahas About SEO dan Lainya

Sinopsis Jodha Akbar Episode 390

Masterkids SEO - Sinopsis Jodha Akbar Episode 390, Setelah sebelumnya admin membagikan Sinopsis Jodha Akbar episode 389 tentang ratu ruqayah yang diancam akan dihukum lagi oleh raja jalal karena sudah berulang kali ia melakukan kesalahan serta pangeran salim yang berulah lagi. Kali ini admin bagikan lagi episode 390 yang akan tayang di ANTV Malam Ini pada April 2015. Berikut Kisah selanjutnya Jodha Akbar!
Sinopsis Jodha Akbar Episode 390

Saat itu Raja Jalal menghampiri anak-anak yg sedang menanti kedatangannya ditengah halaman, anak-anak nampak sangat ketakutan, ketika Pangeran Salim tanpa sengaja melempar bolanya & mengenai tubuh Raja Jalal. “Siapa yg melempar bola ini padaku?” tanya Raja Jalal ke anak-anak, anak-anak hanya diam saja bahkan sangat ketakutan didepan Raja Jalal, “Siapa yg melempar bola ini kepadaku?“ tanya Raja Jalal lagi sambil memandangi anak-anak tersebut satu per satu, semua anak hanya diam sambil menundukkan kepalanya, tiba-tiba Pangeran Salim maju selangkah & berkata “Aku yg telah melempar bola itu, Yg Mulia, aku tdak sengaja tadi melemparnya” kata Pangeran Salim, “Sebenarnya aku mau meleparkannya kearah Haidar” kata Pangeran Salim lagi, “Ini berarti kau tdak tahu bagaimana caranya mencapai target bola ini pada seseorang yg ingin kau tuju” kata Raja Jalal tenang tdak ada nada marah yg terdengar, anak-anakpun kelihatan lega, kemudian Raja Jalal menyuruh anak-anak utk mengambil posisi masing-masing, “Aku akan menunjukkan bagaimana caranya melempar & menangkap bola, kalian siap yaaa pada posisi kalian!” kata Raja Jalal, kemudian Raja Jalal memberikan bola itu kearah Pangeran Salim & menyuruh Pangeran Salim utk melempar bola tersebut kearahnya, awalnya Pangeran Salim ragu-ragu, lama Pangeran Salim mengambil bola tersebut tapi Raja Jalal terus membujuknya utk mengambil bola itu, hingga akhirnya Pangeran Salim mau mengambil bola itu & berusaha melempar bola itu kearah Raja Jalal & Raja Jalal langsung menangkapnya dgn cepat, kemudian Raja Jalal memberikan bola itu kepada anak-anak yg lain & menyuruh mereka utk melemparkan padanya, Raja Jalal mencoba mengajari anak-anak tentang bagaimana menangkap bola, Rahimpun ikut bermain bersama mereka, anak-anak juga sangat menikmati kebersamaan mereka bersama Raja Jalal, selang berberapa jam kemudian, Raja Jalal meminta berhenti & mengajak mereka utk beristirahat terlebih dahulu, lalu anak-anak meninggalkan Raja Jalal. Ketika Pangeran Salim hendak mengikuti saudara saudaranya, Raja Jalal menghentikan langkahnya, “Sekhu Baba, ikutlah dgnku” ajak Raja Jalal sambil menggandeng lengan anaknya, Rahim mengikuti mereka dari belakang, kemudian mereka duduk diteras istana yg berada ditengah halaman, Raja Jalal langsung memangku Pangeran Salim sambil berkata: “Sekhu Baba, kau tahu kenapa ayah memperlakukan kau berbeda dgn yg lain?” tanya Raja Jalal, Pangeran Salim hanya diam saja tdak menjawab pertanyaan ayahnya, “Karena kau special, nak, kelak kau akan mengambil semua tanggung jawabku & menjadi seorang raja itu tdak mudah, nak” kata Raja Jalal lagi, “Ayah, aku tdak ingin mengambil posisimu” ujar Pangeran Salim, “Itu tdak masalah, nak, tapi mau tdak mau kau harus menanggung tanggung jawab ini juga, karena hanya kau yg berhak utk mengambil tanggung jawab ini, jangan meninggalkan sesuatu yg belum selesai dikerjakan, kau harus menyelesaikan pekerjaan tersebut, terlepas dari berapa banyak waktu yg dibutuhkan, ayah sangat berharap kau tdak akan mengecawakan ayah” kata Raja Jalal sambil tersenyum memandang anaknya, melihat senyum diwajah Raja Jalal, dalam hati Pangeran Salim berkata: “Kadang-kadang ayah bisa sangat marah & memberikan aku hukuman tapi kadang-kadang pula kata-katanya juga manis seperti gula” bathin Pangeran Salim sambil memandang ayahnya.

Sementara itu dikamar Ratu Jodha, Ratu Jodha sedang membuat ‘Garland’ (kalung bunga) utk Kahnaa dibantu oleh Moti & Zakira, tiba-tiba Ratu Jodha teringat kembali bagaimana Pangeran Salim mengabaikannya ketika kembali keistana setelah menjalani masa hukumannya, belum lagi ketika Pangeran Salim merusak Rangoli yg telah dibuatnya khusus utk Pangeran Salim, juga ketika Pangeran Salim tdak mau makan dari suapan tangannya & ketika Ratu Jodha meminta maaf pada Pangeran Salim, semuanya masih membekas dalam ingatan Ratu Jodha. Tak berapa lama kemudian, Raja Jalal datang menemui Ratu Jodha, Zakira & Moti yg mengetahui keberadaan Raja Jalal langsung bergegas keluar meninggalkan mereka berdua. “Salam, Yg Mulia” kata Ratu Jodha, “Salam Ratu Jodha, apa yg kau buat itu?” tanya Raja Jalal,“Aku sedang membuat Garland buat Kahnaa” jawab Ratu Jodha, “Tapi biasanya kau membuatnya dgn bunga yg berwarna putih, kenapa hari ini kau menggunakan bunga yg berwarna kuning?” tanya Raja Jalal lagi, “Warna tdak menjadi masalah, Yg Mulia, yg penting perhatiannya” jawab Ratu Jodha, tiba-tiba Raja Jalal ikut duduk bersimpuh dilantai disebelah Ratu Jodha & mulai ikut-ikutan membuat Garland, “Yg Mulia, apa yg kau lakukan? sudah tdak usah” kata Ratu Jodha, “Ratu Jodha, kenapa Dewa Kahnaa hanya milikmu?” tanya Raja Jalal, “Ratu Jodha, aku perhatikan sekarang kau jarang makan & sering kurang enak badan gara-gara Pangeran Salim, oleh karena itu aku telah memutuskan kita akan melakukan perjalanan kedalam hutan besok” kata Raja Jalal, “Tapi bagaimana kita bisa meninggalkan Pangeran Salim, Yg Mulia?” tanya Ratu Jodha, “Tenang, kan ada banyak orang disini seperti ibu, Ratu Ruqayah & Ratu Ratu Salima yg akan merawat Pangeran Salim tapi aku harus merawat kau, Ratu Jodha” kata Raja Jalal, “Jadi hanya kita berdua yg akan pergi” kata Raja Jalal sambil tersenyum memandang istrinya, “Kau memang selalu tahu aku dgn baik bagaimana caranya menenangkan aku” ujar Ratu Jodha sambil membalas senyum Raja Jalal, “Kali ini hanya aku & kau yg akan pergi berdua, Ratu Jodha, aku tahu kau sangat mencintai Pangeran Salim, aku telah bicara padanya & dia telah mengerti” kata Raja Jalal sambil terus memandangi wajah istrinya, “Sekarang, aku hanya ingin menghabiskan waktu bersamamu, Ratu Jodha, & jika kau tdak setuju, aku akan mengeluh ke ibu kalau anak perempuannya tdak mau mendengarkan aku” kata Raja Jalal dgn muka manjanya sambil tersenyum, Ratu Jodhapun tersenyum mendengarnya, “Baiklah, aku akan bersiap-siap utk pergi bersamamu” ujar Ratu Jodha, mereka berduapun saling tersenyum satu sama lain. Sinopsis Jodha Akbar Episode 390

Didalam hutan, ada seseorang yg kelihatannya mencurigakan, dia mendatangi sebuah rumah & mengatakan pada tuannya bahwa Raja Jalal & Ratu Jodha akan memasuki hutan & ternyata tuannya tersebut adalah Syarifudin, Syarifudin menyengir senang mendengar kabar tersebut, “Sekarang aku bisa mendapatkan Ratu Jodha, dia tdak bisa jauh-jauh lagi dariku sekarang, aku akan menculiknya kemudian membebaskan ayahku & membunuh Raja Jalal! saat ini adalah saat yg tepat utk membalas dendam! & kau juga harus bersamaku!” kata Syarifudin pada anak buahnya, lalu Syarifudin menyuruh anak buahnya itu pergi & memberitahukan kelainnya utk bersiap siap, “Akhirnya kita mendapatkan kesempatan setelah sekian tahun lamanya, aku tdak akan menyia-nyiakan begitu saja” ujar Syarifudin sambil memberikan segepok uang coin keorang tersebut & berkata: “Setelah ini kau akan mendapatkan banyak pekerjaan” kata Syarifudin.
Sinopsis Jodha Akbar Episode 390
Diruang keluarga istana, Pangeran Salim sedang berkumpul dgn Ibu Ratu Hamida & Ratu Ruqayah, Ibu Ratu Hamida sedang menyuapkan ladu ke Pangeran Salim, “Aku sangat menyukai ladu, nenek, apakah kau mau membuatkannya utkku setiap hari, nenek?” tanya Pangeran Salim, “Kenapa tdak utk cucu nenek tersayg” ujar Ibu Ratu Hamida, persis pada saat itu Ratu Jodha datang menemui mereka, & langsung memberikan salamnya ke Ibu Ratu Hamida & Ratu Ruqayah, sementara Pangeran Salim hanya diam saja melihat kedatangan ibunya, malah mukanya langsung berubah menjadi masam begitu melihat kehadiran Ratu Jodha. Ibu Ratu Hamida lalu menegur Pangeran Salim utk memberikan salam ke Ratu Jodha, Pangeran Salim diam saja, dia malah kelihatan marah, tapi setelah dibujuk oleh Ibu Ratu Hamida, Pangeran Salim akhirnya mau memberikan salam ke Ratu Jodha, kemudian Ratu Jodha memanggilnya utk duduk dekat dgnnya tapi Pangeran Salim pura-pura tdak mendengar, Ratu Jodha kembali mencoba memanggil namanya, “Pangeran Salim,  Sini sayg” pinta Ratu Jodha, tapi Pangeran Salim tdak bergeming sedikitpun, sementara Ratu Ruqayah menyengir senang dgn tingkah Pangeran Salim keibunya, “Pangeran Salim, kau katanya janji sama nenek kalau kau akan menuruti semua kata-kata nenek, sekarang pergilah keibumu” bujuk Ibu Ratu Hamida, Pangeran Salimpun menuruti kata-kata Ibu Ratu Hamida & melangkah kearah Ratu Jodha. Ratu Jodha langsung memangkunya dipangkuannya, “Pangeran Salim, bolehkah ibu pergi keluar istana utk satu hari ini saja? maafkan ibu sayg, karena ibu tdak bisa mengajak kau pergi & ibu juga tdak bisa mendongengkan cerita utkmu” kata Ratu Jodha sambil memeluk Pangeran Salim dari belakang & membelai rambutnya, “Jagalah nenek baik-baik yaa & jangan bermain lumpur” kata Ratu Jodha lagi, sementara Pangeran Salim hanya diam saja sambil membuang mukanya, sedangkan Ratu Ruqayah tersenyum senang. “Jangan khawatir, Ratu Jodha, kami ada disini” ujar Ibu Ratu Hamida, “Iyaaa, bariamminya juga disini, Ratu Jodha, pergilah bersama Yg Mulia” kata Ratu Ruqayah, sesaat kemudian Zakira & Moti datang menemui mereka, “Maafkan hamba ibu Ratu, kami mau memberitahukan ke Ratu Jodha bahwa Yg Mulia Raja sudah menunggu diluar” kata Zakira, “Jaga diri baik-baik yaa sayg” ujar Ratu Jodha sambil menurunkan Pangeran Salim dari pangkuannya, “Aku telah menyarankan ke Raja Jalal utk mengajakmu jalan-jalan keluar, Ratu Jodha” kata Ibu Ratu Hamida, Ratu Jodha tersenyum & mengatupkan kedua tangannya didada sebagai tanda terima kasihnya kemudian berlalu meninggalkan ruangan itu diikuti oleh Moti & Zakira, sesaat kemudian Ratu Ruqayah mendekati Pangeran Salim & mencium rambut Pangeran Salim, dalam hatinya berkata: “Ratu Jodha & Raja Jalal mungkin bisa bersatu tapi anak kalian tdak akan pernah bersama kalian!” bathin Ratu Ruqayah sambil menyengir sinis.

Sepeninggal kedua orang tuanya kehutan, Pangeran Salim bersandiwara menjadi seorang raja & semua anak-anak yg lain bersandiwara menjadi orang-orang yg berada didalam sidang, “Raja, aku punya satu pertanyaan, apakah IQ seseorang itu lebih besar dari seekor sapi?” tanya Haidar, “Itu adalah pertanyaan yg bagus tapi mengapa aku harus tegang sendiri, Birbal akan menjawabnya” kata Pangeran Salim, Murad yg bersandiwara sebagai Birbal lalu berucap: “IQ seseorang itu lebih besar!” ujar Murad, “Apa buktinya? tanya Haidar, “Aku adalah Birbal jadi aku selalu benar!” bentak Murad, “Itu tdak benar, kau harus menjawab pertanyaanku!” kata Haidar, sementara tepat pada saat itu Birbal yg asli datang menghampiri mereka & merelai Haidar & Murad “Heii, heiii heiii, jangan suka bertengkar, apa yg Murad katakan tadi benar, IQ seseorang itu lebih besar dari pada seekor sapi, seekor sapi hanya memberikan susu utk satu anggota keluarga tetapi dgn IQ, seorang raja bisa melayani seluruh bangsanya jadi IQ itu adalah yg terbesar” jelas Birbal, “Yaaa, saya setuju!” kata Pangeran Salim, “Ini salah! dia kan raja jadi dia bisa mengatakan apa saja!” ujar Haidar, “Haidar, menjadi seorang raja, adalah tugasnya tapi bukan utk menyelesaikan pertanyaan seperti itu tapi utk melayani rakyatnya” kata Birbal kemudian berlalu dari sana. Sinopsis Jodha Akbar Episode 390

Didalam hutan, Ratu Jodha sedang berada ditendanya, dirinya sedang berdandan dibantu oleh Moti & Zakira yg sedang mengasapi rambut Ratu Jodha dgn wangi wangian, “Kau sangat cantik sekali malam ini, Ratu Jodha, Yg Mulia pasti akan tergila-gila dgnmu, mungkin dia akan memintamu utk menikahimu kembali” kata Zakira yg tdak menyadari keberadaan Raja Jalal dibelakang mereka sedari tadi & mendengarkan pembicaraan mereka, sementara Ratu Jodha hanya tersenyum bahagia & mendapati Raja Jalal melalui pantulan cermin riasnya, kemudian Zakira & Moti meninggalkan mereka berdua sendirian ditenda itu. Sementara itu Raja Jalal masih berdiri mematung disana sambil memandang kecantikan Ratu Jodha, “Yg Mulia, kenapa kau melihatku seperti itu?” tanya Ratu Jodha sambil melirik kearah Raja Jalal yg masih berdiri disana, kemudian Raja Jalal mendekati Ratu Jodha yg duduk didepan meja riasnya & memegang bahu Ratu Jodha, “Hari ini aku merasa baru saja menikahimu kembali” kata Raja Jalal, “Tdaklah baik menguping pembicaraan orang lain, Yg Mulia” ujar Ratu Jodha, “Aku baru saja memuji istriku, aku serius, melihatmu hari ini, aku jadi teringat kenangan-kenangan kita dulu” kata Raja Jalal sambil teringat dimana ketika dia pertama kali bertemu Ratu Jodha ketika Ratu Jodha sedang diusung didalam tandu, kemudian ketika mereka menyamar sebagai rakyat biasa dalam perjalanan ke tempat Syeh Pangeran Salim Chisti menggunakan perahu, kemudian moment-moment romantis mereka berdua, “Aku selalu mengingat setiap peristiwa yg indah ketika berdua dgnmu, kejadian-kejadian itu seperti mutiara yg berharga dalam hatiku” kata Ratu Jodha sambil memegang tangan suaminya yg bersandar dibahunya, sementara itu diluar tenda Syarifudin & anak buahnya sudah semakin mendekati tenda Ratu Jodha, Syarifudin menyuruh anak buahnya utk mengalihkan perhatian para prajurit maka dia akan memasuki tenda Ratu Jodha.
Sinopsis Jodha Akbar Episode 390
Malampun semakin larut, Raja Jalal & Ratu Jodha sedang berada ditempat tidur, “Ratu Jodha, aku masih ingat dgn jelas bagaimana kau menghujani aku dgn panah dulu” goda Raja Jalal, “Hmm, kau masih saja suka mengejekku tentang hal itu, Yg Mulia, kau memang tdak berubah sama sekali” kata Ratu Jodha ketus & langsung memasang muka masam, “Kemarahanmulah yg membuat aku sangat mencintaimu, Ratu Jodha” goda Raja Jalal lagi, “Jadi, kau mengajak aku kesini utk membuat aku marah?” tanya Ratu Jodha cemberut, kemudian Raja Jalal menjewer telinganya & mengatakan “Maafkan aku, Ratu Jodha,  tolong maafkan akuuu” goda Raja Jalal, Ratu Jodha akhirnya tersenyum melihat ulah suaminya seperti itu, “Baiklah, aku maafkan kau” ujar Ratu Jodha & mereka berdua sama-sama saling tersenyum bahagia sambil saling memandang satu sama lain dgn penuh cinta, sementara diluar tenda anak buah Syarifudin sudah mulai bertarung denga prajurit Raja Jalal, sedangkan Raja Jalal mulai merasakan adanya suara suara yg mencurigakan diluar

Apakah yang terjadi selanjutnya, langsung next ke episode terbaru jodha akbar di Sinopsis Jodha Akbar Episode 391
 
Template By Kunci Dunia
Back To Top