Master Kids SEO

Membahas About SEO dan Lainya

Sinopsis Jodha Akbar Episode 371

Masterkids SEO - Sinopsis Jodha Akbar Episode 371, Setelah sebelumnya admin membagikan Sinopsis Jodha Akbar episode 370 tentang pangeran salim yang tdak sengaja memanah qadir yang saat itu ingin mencuri buah mangga namun akan menjadi malapetaka bagi kerajaan mughal dan bagaimana kisah selanjutnya. Kali ini admin bagikan lagi episode 371 yang akan tayang di ANTV Malam Ini pada April 2015. Berikut Kisah selanjutnya Jodha Akbar!
Sinopsis Jodha Akbar Episode 371

Masih didalam ruang sidang, Raja Jalal bertanya pada Nadira: “Nadira, apakah kau saksi yg melihat Pangeran Salim menyerang Qadir dgn anak panahnya? tolong jawab pertanyaan saya” kata Raja Jalal, “Yaa, Yg Mulia, saya memang berada disana, Qadir sedang memetik buah mangga dikebun istana & saya berdiri dibawah pohon kemudian saya melihat dgn mata kepala saya sendiri Pangeran Salim mengarahkan anak panahnya kearah Qadir, Qadir jatuh dari pohon, lalu Pangeran Salim berlari menjauh setelah melihat Qadir terkena anak panahnya” jelas Nadira.

Raja Jalal benar-benar murka, amarahnya mulai memuncak & langsung berteriak kearah Pangeran Salim: “Sekhu Baba! kenapa kau berbohong tadi ke ayah? ayah tdak tahu siapa yg berbohong diantara kalian, apakah anak perempuan ini atau kau!” bentak Raja Jalal, “Sekhu Baba! katakan sejujurnya!” bentak Raja Jalal lagi,

“Waktu itu, waktu itu, aku hanya mau memanah buah mangga, ayah, aku tdak tahu kalau ternyata anak panahku mengenai Qadir, aku tdak sengaja memanah dia, ayah, maaf kan aku, ayah” ujar Pangeran Salim ketakutan sambil menangis. ”Sebuah kesalahan dilakukan secara sengaja atau tdak sengaja itu tdak menjadi masalah tapi kenapa kau bohong sama ayah, Sekhu Baba!” bentak Raja Jalal, perasaan Raja Jalal benar benar tdak menentu saat itu disatu sisi dia adalah ayah dari pelaku tapi disisi lain dia adalah seorang Raja yg harus bisa memberikan keadilan utk rakyatnya. Sinopsis Jodha Akbar Episode 371

“Nenek, maafkan kami atas semua yg terjadi pada cucumu ini tapi aku berjanji bahwa pelakunya pasti akan aku hukum! aku akan memberikan keputusannya besok! Pangeran Pangeran Salim akan ditahan didalam istana & dia hanya boleh didalam kamarnya saja!” kata Raja Jalal kemudian Raja Jalal menyuruh Todar Mal utk mengawasi Pangeran Salim, Pangeran Salimpun mulai menangis, Raja Jalal sangat marah melihat Pangeran Salim & langsung mengakhiri sidang pada hari itu.

Dikamar Ratu Jodha, “Pangeran Salim, kemarin ibu bertanya sama kau, kau bilang tdak apa-apa & sekarang kau berbohong dipengadilan, kenapa Pangeran Salim?” tanya Ratu Jodha. “Aku takut sama ayah, ibuuu, Aku tdak sengaja memanahnya, sungguh ibuuu” kata Pangeran Salim sambil berderaian air mata, “Lalu kenapa kau lari setelah memanah anak itu, Pangeran Salim? kau adalah pewaris tahta Kerajaan Mughal, kau seharusnya faham dgn situasi yg parah seperti itu” ujar Ratu Jodha,

“Yg Mulia bukan hanya ayah kau saja, Pangeran Salim, dia mempunyai tanggung jawab terhadap rakyatnya, Ibu tdak tahu apa yg akan Yg Mulia putuskan besok” ujar Ratu Jodha lagi, Pangeran Salim semakin menangis meratapi nasibnya “Ibuuu, Mintalah pada ayah utk tdak menghukumku ibuuu” rengek Pangeran Salim, Ratu Jodha merasa iba dgn anaknya, segera dipeluknya Pangeran Salim erat-erat.

Malam itu nenek Qadir hanya bisa menangis meratapi nasibnya, untungnya para tetangga datang memberikan dukungan utk sang nenek, saat itu mereka sedang mengobrol didepan teras gubuk nenek Qadir, tak berapa lama kemudian Raja Jalal & Todar Mal datang kesana dalam penyamaran, Raja Jalal mendengar semua keluhan sinenek, “Aku tdak tahu lagi bagaimana keadaaan Qadir, apakah dia akan sembuh atau tdak, dialah yg membantuku selama ini, kalau dia tdak bisa bekerja bagaimana keadaan kami? ujar nenek pada para tetangganya, Raja Jalal yg mendengarkan semua itu merasa iba dgn penderitaan yg dialami oleh nenek & cucunya itu, tapi dilain pihak hatinya juga merasa gamang karena dia harus menentukan keputusan yg tepat utk anak yg sangat dicintainya.

Dirumah Zil Bahar, Zil Bahar menegur Nadira karena telah menceritakan kenyataan sebenarnya dipengadilan tadi, “Pangeran Salim adalah pewaris tahta kerajaan, Nadira, tapi kenapa kau selalu membenci dia?” tegur Zil Bahar, “Sudahlah Zil Bahar, jangan khawatir semuanya akan baik-baik saja” ujar Rashid, “Kita sebaiknya meninggalkan tempat ini” kata Zil Bahar lagi sambil mengambil semua pakaian mereka & mengemasnya satu per satu “Jika kita ingin tetap hidup, kita harus pergi, anakmu telah membuat seluruh keluarga Kerajaan melawan kita & mulai sekarang kita tdak akan aman” ujar Zil Bahar lagi sambil terus mengemas pakaian pakaian dari dalam lemari, tiba-tiba gelang kaki Nadira jatuh kelantai terbawa oleh pakaian-pakaian yg diambil oleh Zil Bahar, Nadira langsung mengambil gelang kakinya, “Aku tdak mau meninggalkan tempat ini, buuu” kata Nadira, “Aku hanya mengatakan apa yg benar & aku tdak melakukan kesalahan apapun” kata Nadira lagi sambil memegang gelang kakinya, “Yaaa, tapi karena kau, Ratu Ratu Ruqayah telah memecat ayahmu, mungkin bisa jadi dia akan melenyapkan kita dari muka bumi ini, Nadira” ujar Zil Bahar,

“Semua yg terjadi ini karena takdir Yg Maha Kuasa, jika Yg Mulia ingin membalas dendam pada kita maka dia tdak bisa melakukannya, & jika kita lari darisini maka kebenaran yg diungkapkan Nadira bisa dianggap sebagai kebohongan, jangan khawatir, buuu” bujuk Rashid. Sesaat Zil Bahar kembali teringat akan ramalan Shagnui Bai ketika dia mengandung Nadira “Saatmu tinggal didalam gubuk ini akan segera berakhir & kau akan masuk kedalam istana” begitu ramalan Shagnui Bai.

Malam itu seperti biasa apabila Raja Jalal sedang dirundung masalah, Raja Jalal suka sekali menyendiri dihalaman istana dimana terdapat timbangan besar disana, Raja Jalal gelisah, hatinya gundah gulana, sebagai ayah rasanya tdak sampai hati utk menjatuhkan hukuman utk Pangeran Salim anaknya tercinta tapi sebagai Raja, Raja Jalal harus bisa berlaku adil & bijaksana utk semua rakyatnya. Raja Jalal kembali teringat akan nenek tua yg datang padanya meminta keadilan tapi terbayg pula wajah Pangeran Salim yg penuh dgn ketakutan, Raja Jalal berfikir keras didepan timbangan besar tersebut,

dari arah belakang Ratu Jodha datang menemui Raja Jalal & langsung menyentuh pundaknya, “Aku tahu, kau pasti akan berada disini,Yg Mulia”, ujar Ratu Jodha, Raja Jalal nampak sekilas menoleh begitu tahu bahunya disentuh, “Aku tahu kau pasti sedang memikirkan hukuman apa yg akan kau berikan utk Pangeran Salim, disatu sisi kau adalah ayahnya tapi disisi lain kau adalah seorang Raja yg harus bisa menegakkan keadilan, seorang Raja memang merupakan jabatan yg sangat besar & dia juga mempunyai permasalahan yg besar” ujar Ratu Jodha lagi,

Raja Jalal hanya diam mendengarkan apa yg sedang diutarakan Ratu Jodha. “Besok, kau harus memberikan keadilan utk rakyatmu, apapun keputusanmu, tapi ingatlah, Pangeran Salim melakukan kesalahan ini tdak sengaja, Yg Mulia” ujar Ratu Jodha. Begitu mendengar kata kata Ratu Jodha, Raja Jalal langsung berbalik arah menghadap ke Ratu Jodha,

“Ratu Jodha, saat ini aku sedang memikirkan bagaimana memberikan keadilan utk rakyatku & kau datang kesini dgn kata katamu tentang anakmu yg tdak bersalah itu?” kata Raja Jalal lantang, “Jangan lupa Ratu Jodha! kau adalah Marium Uz Zamani bukan hanya ibunya Pangeran Salim, semua anak dinegara ini adalah anak-anakmu juga!” bentak Raja Jalal dgn nada marah, Ratu Jodha hanya bisa diam memandangi suaminya yg saat ini sedang sangat tertekan atas kasus Pangeran Salim, sehingga semua kekesalannya ditumpahkannya malam itu,

“Aku tahu, Ratu Jodha, tanggung jawabku sebagai seorang Raja & jika aku mencoba utk mengubah pikiranku tentang keadilan & kemudian meninggalkan semua ini, aku ingin Marium Uz Zamani mendukungku, tdak hanya sebagai ibunya Pangeran Salim” kata Raja Jalal lagi, “Pangeran Salim tdak akan menjadi anak yg tdak bersalah jika dia menerima perbuatannya didepanku, Ratu Jodha, tapi dia telah berbohong padaku, itu adalah suatu kejahatan! aku ingin Pangeran Salim mengerti bagaimana tanggung jawab seorang Raja, oleh sebab itu aku berbuat demikian, Ratu Jodha” ujar Raja Jalal,

 “Maafkan aku, Yg Mulia, Aku hanya ingin mengatakan bahwa Pangeran Salim bukanlah seorang anak yg dgn sengaja melukai anak yg lain, dia bahkan juga bisa merasakan kesakitan ketika dia menolong seekor merpati tempo hari & jika kau masih berfikir bahwa Pangeran Salim adalah seorang penjahat, berilah hukuman padanya, sebagai seorang Raja, kau memang harus menghukumnya” kata Ratu Jodha

tepat pada saat itu Pangeran Salim sedang berada dibelakang mereka & mendengarkan ucapan Ratu Jodha, dalam hatinya berkata: “Apaaa? ibu juga akan memberikan hukuman juga buatku?” bathin Pangeran Salim lalu dia berlari menjauh dari Ratu Jodha & Raja Jalal tanpa sepengetahuan mereka berdua, sementara itu kata kata Ratu Jodha tadi sempat membuat Raja Jalal terharu,

“Pangeran Salim baru berusia 9 tahun, Yg Mulia, & dia memang telah melakukan kesalahan, seorang pewaris tahta Kerajaan yg bisa menghentikanmu menghukum para pengkhianat, jangan tekan dia dgn keputusanmu, Yg Mulia” kata Ratu Jodha sambil berlalu meninggalkan Raja Jalal, Raja Jalal langsung menoleh memperhatikan Ratu Jodha yg telah menjauh darinya, Raja Jalal benar-benar berada didilemma yg cukup besar.

Di kamar Ratu Ruqayah, Ratu Ruqayah sedang berbicara pada dirinya sendiri, kemarin Ratu Jodha telah berpihak pada Rashid & keluarganya & sekarang dia tahu sendiri bahwa akulah yg benar” ujarnya dgn senyum sinisnya. Tiba-tiba saja Pangeran Salim datang sambil berlari tergopoh-gopoh & langsung memeluk Ratu Ruqayah. “Bariammi, tolong akuuuu, ibu & ayah akan memberikan hukuman buatku, apakah kau juga akan menghukumku?” kata Pangeran Salim sambil menangis sesenggukkan, “Tdak! tentu tdak Pangeran Salim, kau adalah hidupku, kau adalah pewaris tahta Kerajaan & tdak ada seorangpun yg bisa menghukummu” ujar Ratu Ruqayah, Sinopsis Jodha Akbar Episode 371

 “Lalu mengapa ibu tdak bisa menghentikan ayah? ayah selalu mendengarkan semua yg ibu katakana, aku takuuuttt Bariammi, aku tdak sengaja melakukan itu, tolonglah aku, ibuu Ratu Ruqayah, Apakah ayah akan menghancurkan kepalaku dibawah kaki gajah?” rengek Pangeran Salim sambil terus menangis, Ratu Ruqayah mencoba utk menghiburnya “Sudah, sudah Pangeran Salim, tenang tenang, jangan menangis lagi, ibu ada disini utkmu, tdak akan terjadi apa apa, ibumu mungkin tdak bisa berbuat banyak tapi aku, aku adalah ibumu yg terbaik & aku tdak akan membiarkanmu dihukum, kau aman bersama ibu, Pangeran Salim” kata Ratu Ruqayah sambil memeluk Pangeran Salim kembali, dalam hatinya Ratu Ruqayah berbicara: “Ini akan menjadi kemenangan pertamaku dari Ratu Jodha, dia akan tahu bagaimana sakitnya ketika dia merenggut anakku, aku akan membuat Pangeran Salim menjadi anakku & Ratu Jodha hanya sebagai Mariam Uz Zamani.
Di desa, semua orang membicarakan tentang Raja Jalal yg akan segera memberikan keputusan utk Pangeran Salim atau tdak, mereka semua merasa penasaran akankah Raja Jalal bisa memberikan keadilan utk anaknya sendiri yg telah berbuat kesalahan.

Dipengadilan Kerajaan Mughal, semua orang dari berbagai penjuru datang ke ruang siding, mereka ingin melihat kasus ini dari dekat & tak lama kemudian Raja Jalal memasuki ruang sidang, begitu pula Pangeran Salim & semua anggota keluarga Kerajaan termasuk ibu Ratu Hamida. Saat itu Pangeran Salim mencari-cari Ratu Ruqayah, dalam hatinya bertanya-tanya “Dimana ibu Ratu Ruqayah? dia bilang dia akan menyelamatkanku disidang ini” bathin Pangeran Salim sambil terus merasa ketakutan & gemetaran apalagi begitu melihat Raja Jalal.

 “Kesultanan Mughal terkenal dgn keadilannya, aku telah melakukan keadilan dgn duduk diatas singgasana selama ini & aku akan memberikan keadilan pada hari ini juga” kata Raja Jalal lantang, “Dan keputusanku adalah, “ belum kelar Raja Jalal menyelesaikan perkataannya seseorang tiba-tiba saja memanah kearahnya, semua yg hadir disana terkejut , “Siapa yg melakukan itu?”bentak Raja Jalal, “Aku!!!” teriak Ratu Ruqayah dari luar, “Apa apaan ini! prajurit tangkap Ratu Ruqayah!” perintah Raja Jalal,
Sinopsis Jodha Akbar Episode 371
“Ratu Ruqayah kenapa kau memanah kearah Yg Mulia??” tanya ibu Ratu Hamida, “Maafkan saya ibu, target saya sebenarnya bukan Yg Mulia tapi pemegang api yg berada dibelakangnya, jika tadi Yg Mulia tdak mengelak kemudian dia terluka oleh anak panah saya, itu kan bukan kesalahan saya” ujar Ratu Ruqayah, “Kau telah melakukan tindakan kejahatan karena kau menggunakan senjata diruang sidang, Ratu Ruqayah!” bentak Raja Jalal

“Kau harus dipenjara atas perbuatanmu ini!”bentak Raja Jalal lagi, semua yg hadir disana kembali terkejut dgn ucapan Raja Jalal, “Yg Mulia, Ratu Ruqayah hanya ingin memperlihatkan padamu apa yg terjadi pada Pangeran Salim, Ratu Ruqayah bisa melihat kau tapi Pangeran Salim saat itu tdak melihat Qadir ada diatas pohon itu, Yg Mulia” bela Ratu Jodha, “Ini ruangan persidangan Ratu Jodha! & tdak ada seorangpun yg boleh menggunakan senjatanya disini! tangkap Ratu Ratu Ruqayah!” para prajurit langsung menahan Ratu Ruqayah

Bagaimana kisah selanjutnya, langsung saja simak di Sinopsis Jodha Akbar Episode 372
 
Template By Kunci Dunia
Back To Top