Master Kids SEO

Membahas About SEO dan Lainya

Sinopsis Jodha Akbar Episode 365

Masterkids SEO - Sinopsis Jodha Akbar Episode 365, Setelah sebelumnya admin membagikan Sinopsis Jodha Akbar episode 364 tentang Perayaan meena bazar yang sudah diselenggarakan dengan ramainya serta persaingan antara seluruh peserta meena bazar yang menjajakan barang2nya. Kali ini admin bagikan lagi episode 365 yang akan tayang di ANTV Malam Ini pada April 2015. Berikut Kisah selanjutnya Jodha Akbar!!
Sinopsis Jodha Akbar Episode 365

DiMeena Bazar, Sakina pada ke Anarkali: “Kita sudah mengunjungi semua kios diMeena Bazar ini tapi kenapa kita tdak mampir kekios Pangeran Salim juga?” kata Sakina, “Tdak! kita tdak akan pergi kesana!” ujar Anarkali, tak lama kemudian Pangeran Salim datang menemui mereka, “Heii, kau anak yg punya gelang kaki itu kan?” tanya Pangeran Salim, “Bukan, itu bukan aku!” jawab Nadira (Anarkali), “Iya itu kau! aku tahu itu kau!” ujar Pangeran Salim lagi, “Terus, kenapa kau nanya-nanya lagi?” tanya Nadira, “Aku buka kios disini juga & semua orang mengunjungi kiosku” kata Pangeran Salim, “Hhhh, orang-orang yg datang kekiosmu itu cuma mau bikin kau senang!” ujar Nadira “Lagian aku tdak tertarik dgn kiosmu” ujar Nadira lagi. “Heh kau anak perempuan! jangan mengata-ngatai kiosku! beraninya kau!” kata Pangeran Salim, “Heh! jangan panggil aku anak perempuan, namaku Nadira” ujar Nadira, “Hmm, nama yg jelek !” kata Pangeran Salim,

“Kau tahu, ayahmulah yg memberi nama itu padaku & jangan katakan kalau itu kiosmu, itu adalah kios ibumu!” ujar Nadira sambil berlalu menuju kios Mehtab, & berupaya utk memanah buah buahan yg digantung dikios Mehtab, Pangeran Salim mengikutinya dibelakang. “Aku yakin kau tdak bisa melakukannya, sini aku bantu” ujar Pangeran Salim sambil menawarkan bantuan Nadira utk memanah, “Aku sudah terbiasa memanah sejak umurku 5 tahun” ujar Pangeran Salim lagi, Sinopsis Jodha Akbar Episode 365

“Aku tdak butuh bantuan siapapun” kata Nadira tapi Pangeran Salim langsung mengambil busur dari tangannya & mulai membidik buah yg akan dipanah lalu melesatkan anak panahnya hingga mencapai target, Pangeran Salimpun tersenyum kearah Nadira. Lalu Mehtab memberikan hadiah sebuah pena kePangeran Salim, “Tdak usah, berikan saja pada Nadira” ujar Pangeran Salim, “Oooh, jadi ini anak perempuan yg diberi nama oleh Yg Mulia Raja?” tanya Bhaksi, “Apakah itu nama yg jelek?” tanya Nadira,

“Tentu saja tdak, bagaimana bisa saudaraku memberikan nama yg jelek buatmu, siapa yg bilang seperti itu?” tanya Bhaksi, Nadira langsung menunjuk kearah Pangeran Salim, dituding seperti itu Pangeran Salim langsung salah tingkah, sementara bibinya Bhaksi Banoo hanya tersenyum melihat mereka, “Aku harus kembali kekiosku lagi, kalau kau butuh sesuatu, datanglah kekiosku” kata Pangeran Salim, “Aku tdak butuh apa-apa” ujar Nadira sambil memberikan pena hadiah tadi kePangeran Salim & berkata: “Nih, kau bisa menyimpannya atau berikan pada ibumu!” ujar Nadira sambil berlalu darisana.

Dikios Pangeran Salim, Pangeran Salim kembali lagi kekiosnya, “Kau darimana saja, Pangeran Salim?” tanya Ratu Jodha, “Ibu, apa yg seorang perempuan pikirkan tentang dirinya sendiri?” tanya Pangeran Salim, “Kau bertengkar lagi dgn siapa barusan?” Ratu Jodha malah balik bertanya, “Namanya Nadira, aku tadi sudah menolongnya memanah tepat pada targetnya dikios Mehtab, & aku memenangkan pena ini buat dia, tapi dia malah mengembalikan pena ini padaku & bilang kalau aku boleh menyimpannya atau kalau aku tdak suka, aku bisa memberikannya pada ibuku” jelas Pangeran Salim

Tak berapa lama kemudian, Zil Bahar mengunjungi kios Ratu Jodha, “Waaah, anakmu sudah besar rupanya” kata Ratu Jodha, “Iyaa, Ratu Jodha, apa yg Pangeran Salim jual, Ratu Jodha?” ujar Zil Bahar, “Ini perabot rumah tangga” jawab Ratu Jodha, sementara itu Pangeran Salim & Nadira saling memandang dengan perasaan tdak suka, “Kenapa kau ada disini sekarang?” tanya Pangeran Salim, “Apakah kau sudah tdak sombong lagi?” tanya Pangeran Salim lagi, belum sempat menjawab pertanyaan Pangeran Salim, ibunya bertanya padanya: “Nadira, kau boleh membeli pot itu, kenapa kau tdak membelinya sekarang ?” tanya Zil Bahar.

Nadirapun membelinya dengan enggan, salah seorang pengunjung yg ada disana berkata: “Pangeran Salim akan memberikan ciuman pada siapa saja yg membeli perabot rumah tangganya lhooo, kau juga akan mendapatkannya” , lalu Zil Bahar menyuruh Nadira utk mengulurkan tangannya agar bisa dicium oleh Pangeran Salim, Nadira memperhatikan tangannya sendiri dengan was was lalu mengulurkannya kearah Pangeran Salim, Pangeran Salim menyambut tangan Nadira lalu digigitnya tangan Nadira, semua yg ada disana terkejut tapi lalu tersenyum senang, Nadira kesal dgn Pangeran Salim, dia langsung mengajak ibunya utk segera berlalu darisana.

Sepeninggal Nadira, Pangeran Salim teringat akan penanya hadiahnya “Oh iya aku lupa memberikan pena ini keibu” ujar Pangeran Salim, saat itu Ratu Ruqayah yg berdiri disampingnya sudah siap utk menerima pena tersebut tapi kemudian Pangeran Salim berbalik kearah Ratu Jodha. “Kau tadi katanya tdak mau bicara sama ibu, sana berikan saja pena itu Bariammimu (Ratu Ruqayah)” goda Ratu Jodha, “Apapun yg terjadi, kau adalah ibuku, ibu, kau tetap ibuku” kata Pangeran Salim, “Yaaa, seperti inilah ibu & anak” ujar Ratu Ruqayah, lalu Pangeran Salim memberikan pena itu ke Ratu Jodha & merekapun saling berpelukan satu sama lain, Ratu Ruqayah yg melihatnya merasa cemburu & iri.

Dikamar Ratu Ruqayah, Ratu Ruqayah menyuruh Reesham utk mengambilkan kotak suruhnya, lalu dia mengeluarkan ganja dari salah satu wadah, Ratu Ruqayah sangat suka dengan ganja, dia sudah menjadi pecandu ganja. “Aku tdak bisa hidup tanpanya” katanya sambil menaruh sedikit ganja itu diracikan kinang & daun suruhnya kemudian memakannya dengan lahap, “Aku akan membuat kau kecanduan ganja ini, Pangeran Salim, aku akan membuat kau jadi milikku & aku akan menjauhkanmu dari Ratu Jodha!” kata Ratu Ruqayah.

Di kamar Ratu Jodha, Ratu Jodha & Pangeran Salim sedang asyik tidur-tiduran diranjang, lalu Ratu Jodha bertanya: “Kenapa kau tidur dikamar ibu malam ini, Pangeran Salim?” , “Aku capek ibu, ibu harus menceritakan sebuah cerita utkku” kata Pangeran Salim, “Baiklah, aku akan menceritakan sebuah cerita buatmu” ujar Ratu Jodha tak berapa lama kemudian Raja Jalal masuk menemui mereka, “Kau belum tidur juga, Sekhu Baba?” tanya Raja Jalal, “Dia mau tidur denganku, Yg Mulia, dia ingin mendengarkan sebuah cerita” kata Ratu Jodha, “Kau sudah besar sekarang & besok kau harus datang diDewan – e – khas (pengadilan kerajaan Mughal)” ujar Raja Jalal, “Utk apa dia datang kesana, Yg Mulia?” tanya Ratu Jodha, “Kau akan mengetahuinya besok, Ratu Jodha, sekarang sudah larut malam, kau Pangeran harus segera tidur, salam” ujar Raja Jalal sambil berpamitan darisana. “Ibu apakah ayah marah padaku?” tanya Pangeran Salim, “Apakah dia akan menghukumku?” tanya Pangeran Salim lagi, “Tdak, Dia tdak akan menghukumu, & lagi ibu ada disana bersamamu” kata Ratu Jodha sambil memeluk Pangeran Salim erat berusaha menenangkannya tapi dalam hatinya bertanya tanya kenapa Raja Jalal mengundang Pangeran Salim ke Pengadilan Kerajaan Mughal besok?

Di bale-bale tengah taman istana, Murad & Haidar sedang bermain pedang-pedangan, “Kau dengar, kalau Yg Mulia telah memanggil Pangeran Salim kePengadilan Kerajaan nanti?” kata Haidar, “Iyaaa, aku tahu, Yg Mulia telah memanggil kita semua” ujar Murad, “Aku kira, mungkin Yg Mulia memanggil kita utk menghukum kita, apakah kau takut?” tanya Haidar, “Tdak, aku tdak takut sama sekali” ujar Murad & mereka berduapun meninggalkan tempat itu. Sinopsis Jodha Akbar Episode 365

Dipengadilan Kerajaan, semua pangeran memasuki tempat itu satu persatu, & yg terakhir adalah Ratu Jodha & Pangeran Salim yg bersembunyi dibalik kain kerudung Ratu Jodha, Pangeran Salim berbicara dalam hati “Semua orang ada disini, pasti aku akan dihukum, Pangeran Salim sangat ketakutan, lalu Raja Jalal menyuruh Ratu Jodha utk duduk ditempat para Ratu, ketika Ratu Jodha hendak melangkah kain kerudungnya ditarik oleh Pangeran Salim, Pangeran Salim masih ketakutan, “Sekhu Baba kemarilah” kata Raja Jalal, tapi Pangeran Salim masih diam berdiri ditempatnya, “Pangeran Salim, ayoo sana, ayah sudah menunggu” ujar Ratu Jodha sambil berlalu menuju tempat para Ratu, Pangeran Salim akhirnya mendekati ayahnya, “Duduklah disana” kata Raja Jalal, kemudian Pangeran Salim duduk disamping Raja Jalal, “Aku disini, akan memberikan sebuah pengumumman penting!” ujar Raja Jalal lantang, “Pangeran Salim adalah pewaris tahta Kerajaan Mughal” ujar Raja Jalal lagi, tiba-tiba Pangeran Salim memotong perkataan Raja Jalal “Ayah, tolong, jangan hukum aku, aku janji,  aku tdak akan memetik mangga lagi, ayah” kata Pangeran Salim, “Kau adalah pewaris, Pangeran Salim” ujar Raja Jalal “Pe – wa – ris, itu artinya kau akan menjadi raja selanjutnya, setelah aku, kaulah akan mengontrol semuanya” ujar Raja Jalal lagi, tak berapa lama kemudian para pelayan datang membawa sebuah nampan, kemudian Raja Jalal membukanya, disana ada sebuah mahkota & pedang,

lalu Raja Jalal mengambil mahkota tersebut “Ini adalah mahkota pewaris Kerajaan Mughal, disinilah terdapat banyak sekali tanggung jawab” ujar Raja Jalal, lalu memakaikan mahkota tersebut kekepala Pangeran Salim “Sekarang semua tanggung jawab kerajaan adalah milikmu, tahta kerajaan ini membuat kau jadi penguasa, aku harap Tuhan menjadikan kau sebagai Raja yg baik & bijaksana” ujar Raja Jalal, ditempat para Ratu, Ratu Ruqayah memberi selamat pada Ratu Jodha, Ratu Jodhapun demikian mereka lalu saling berpelukan, begitu pula ibu ratu Hamida & Ratu Salima juga saling memberikan selamat & berpelukan. “Semua yg berhubungan dgn Kerajaan Mughal adalah milikmu sekarang, dalam ketdakhadiranku, kaulah yg bertanggung jawab utk mengurus semua orang” ujar Raja Jalal lagi, “Ayah aku sudah mengurus nenek selama ini” kata Pangeran Salim, “Mulai dari sekarang kau harus mengurus semua orang, Sekhu Baba” ujar Raja Jalal, kemudian ibu ratu Hamida keluar dari tempat para ratu & memberikan selamat pada Pangeran Salim & mencium keningnya, diikuti pula oleh Ratu Ruqayah & Ratu Jodha, Ratu Jodha nampak bahagia sekali, dia terharu hingga menitikkan air mata sambil memandang putranya.

Cerita menarik apa lagi yang akan terjadi dengan ratu jodha dan raja jalal. simak kisah selanjutnya di Sinopsis Jodha Akbar Episode 366
 
Template By Kunci Dunia
Back To Top