Master Kids SEO

Membahas About SEO dan Lainya

Sinopsis Jodha Akbar Episode 362

Masterkids SEO - Sinopsis Jodha Akbar Episode 362, Setelah sebelumnya admin membagikan Sinopsis Jodha Akbar episode 361 tentang pangeran salim yang akan dilatih oleh raja jalal serta ratu jodha yang mengajarkan anaknya arti menghormati semua rakyatnya dan tidak membeda2kannya. Kali ini admin bagikan lagi episode 362 yang akan tayang di ANTV Malam Ini pada April 2015. Berikut Kisah selanjutnya Jodha Akbar!!
Sinopsis Jodha Akbar Episode 362

Setelah selesai bertarung Raja Jalal mendatangi Pangeran Salim, & berlutut didepannya, ayah & anak itu saling memandang satu sama lain, “Sekarang kau bisa lihat kan kalau suara pedang yg beradu suaranya lebih nyaring daripada suara gelang kaki, ayah senang kau tdak melihat kearah gelang kaki itu, sekarang, dengarkan ayah, ini juga berlaku utk kalian semua” ujar Raja Jalal sambil memandang anak-anak yg lain “Kalian harus lebih konsentrasi pada pedang kalian dalam kehidupan kalian nanti” kata Raja Jalal, semua anak yg ada disana termasuk Pangeran Salim menganggukkan kepala, lalu Raja Jalal berlalu darisana. Ditenda para Ratu, tampak Ibu Ratu Hamida sedang berbicara dgn Ratu Jodha, “Ratu Jodha, suamimu itu, anakku memang unik, dia selalu menemukan cara yg aneh utk membuat orang lain mengerti” ujar Ibu Ratu Hamida, Ratu Jodha hanya tersenyum mendengarkannya, sementara Ratu Ruqayah juga ikut tersenyum.

Anak-anak sedang belajar bahasa Urdu, sang ulama sedang mengajari mereka, tak lama kemudian pelajaran selesai, kemudian kelaspun bubar. Salah satu anak berkata: “Tadi waktu diarena, Yg Mulia menunjukkan cara yg menakjubkan yaaa” , Haidar (anak Adam & Javeda) berkata: “Aku juga bisa melakukan seperti itu” , sementara itu Pangeran Salim teringat kata-kata ibunya yg menyuruhnya utk mengembalikan gelang kaki itu kepada pemiliknya. Bergegas Pangeran Salim menuju keprajurit yg sedang berjaga disana, “Aku ingin keluar istana!” ujar Pangeran Salim,

“Pangeran, kami tdak akan membiarkan kau pergi dari istana karena Yg Mulia tdak mengijinkan kami” ujar prajurit, mendengar percakapan Pangeran Salim & si prajurit, Murad langsung menghampiri Pangeran Salim & berkata: “Siapa yg bisa menghentikanmu, Pangeran Salim? kau adalah seorang pewaris tahta Kerajaan, tapi tolong katakana, kau mau pergi kemana?” . Lalu Pangeran Salim menunjukkan gelang kaki yg sedari tadi dibawanya, “Aku akan mengembalikkan gelang kaki ini kepemiliknya karena ibu menyuruhku utk melakukannya” kata Pangeran Salim, salah satu anak menyahut “Tapi prajurit-prajurit itu tdak akan membiarkan kita pergi, aku pikir kita harus minta tolong seseorang, kita tinggal menyuruhnya utk mengembalikan gelang kaki itu ke pemiliknya” ujarnya, “Tapi aku tdak tahu nama anak perempuan itu yg punya gelang kaki ini” ujar Pangeran Salim, “Kalau kita tdak diperbolehkan meninggalkan istana lewat pintu gerbang, kita bisa keluar istana secara diam-diam” kata Haidar, Sinopsis Jodha Akbar Episode 362

“Jangan, jangan, nanti kalau Yg Mulia tahu, dia pasti akan marah” ujar Pangeran Salim, “Tapi, kau kan perginya karena mau berbuat baik, tdak ada seorangpun yg tahu bahwa kau telah keluar dari istana” kata Murad, “Tapi aku tdak bisa pergi sendiri” kata Pangeran Salim, “Kalau begitu Qutub & Danial yg akan menemanimu” ujar Haidar, “Aku? Jangan, jangan aku, Yg Mulia pasti tdak akan suka” kata Qutub, “Tdak akan terjadi apa-apa” kata Haidar lagi, “Lalu, bagaimana aku keluar dari sini?” tanya Pangeran Salim, sesaat Haidar menatap keluar kearah pekerja yg sedang membangun konstruksi istana.

“Aku punya ide bagus” kata Haidar, lalu dia pergi menemui para pekerja yg sedang sibuk membangun konstruksi istana, dia melihat anak-anak para pekerja itu sedang bermain-main disana, lalu Haidar memanggil anak-anak para pekerja itu & mengatakan kalau Pangeran Salim memanggil mereka semua, karena Pangeran Salim mau memberi mereka hadiah, semua anak-anak itu senang mendengarnya & pergi mengikuti Haidar.

Tak berapa lama kemudian, tampak Haidar sedang mengikat anak-anak para pekerja tadi & mengambil baju-baju mereka, Pangeran Salimpun langsung mengenakan baju tadi begitu pula Danial & Qutub, mereka melakukan penyamaran, jadi tdak seorangpun yg akan menyadari kalau mereka adalah para pangeran Mughal, “Tapi bagaimana kalau aku tertangkap?” tanya Pangeran Salim was was, “Sudah tenang, tdak ada seorangpun yg akan mengenalimu” kata Murad sambil meratakan lumpur diseluruh muka Pangeran Salim. “Jangan khawatir, kami akan mengurusnya darisini” ujar Haidar, Pangeran Salimpun pergi bersama Qutub & Danial keluar istana.

Sepeninggal Pangeran Salim & saudara-saudaranya, Haidar & Murad sangat senang sekali, “Sekarang Yg Mulia pasti akan marah sekali sama Pangeran Salim” kata Murad, “Iya betul! dia akan mendapat 4 tamparan dipipinya, yg pertama dari ibu Ratu Jodha, yg kedua dari Yg Mulia, lalu dari ibu Ratu Ruqayah & yg terakhir dari ibu Ratu Jodha lagi” ujar Haidar lalu mereka tertawa bersama-sama.

Sementara itu dipintu gerbang istana, Pangeran Salim merasa gelisah & was was, dia takut penyamarannya ini akan terbongkar oleh prajurit yg berjaga disana, bersama kedua saudaranya Qutub & Danial, Pangeran Salim keluar dari istana Mughal dgn sepenuh tenaga, dia sangat ketakutan ketika melewati gerbang istana, mereka bertiga menerobos mengikuti rombongan anak-anak pekerja yg akan keluar dari istana, sepanjang gerbang istana mereka hanya menunduk saja sambil melewati para prajurit tersebut .

Didalam istana, Ratu Jodha menemui Raja Jalal & mengabarkan kalau Pangeran Salim menghilang, “Tenang, Ratu Jodha, mungkin dia ada disekitar istana, dia pasti tdak jauh-jauh dari sini” ujar Raja Jalal, “Tdak, Yg Mulia, anakmu tdak berada diistana, aku sudah mencarinya kemana-mana” kata Ratu Jodha, “Tapi kemana dia bisa pergi? kalau begitu, aku akan memanggil para prajurit utk mencarinya” ujar Raja Jalal sambil berlalu darisana, sementara Ratu Jodha perasaannya semakin tdak menentu memikirkan Pangeran Salim.

Saat itu Raja Jalal sedang bersama Rahim & Maan Sigh & tak berapa lama kemudian Murad & Haidar berpapasan dgn Raja Jalal, “Apakah kalian tahu kemana Pangeran Salim pergi?” tanya Raja Jalal pada mereka, “Tdak, Yg Mulia, kami dari tadi belum bertemu dgn Pangeran Salim” jawab Haidar, Raja Jalalpun hanya mengatakan “Baiklah“ kemudian berlalu dari hadapan mereka berdua. Raja Jalal kemudian bertanya pada prajuritnya yg menjaga gerbang istana, “Tdak, Yg Mulia, Pangeran Pangeran Salim tdak melewati gerbang istana” ujar prajurit tersebut. “Hmmm, kemana perginya anak itu? aku harus segera menemukannya dimanapun” ujar Raja Jalal.

Sementara itu Pangeran Salim, Qutub & Danial sudah sampai dipasar, “Aku tahu, ibu pasti akan gelisah mencari cari aku diistana tapi dia juga yg menyuruhku utk mengembalikan gelang kaki ini, jadi aku harus mengembalikannya” kata Pangeran Salim.

Sedangkan istana, semua orang sibuk mencari-cari Pangeran Salim, termasuk Raja Jalal, Maan Sigh & Rahim juga semakin gelisah mencari Pangeran Salim, Raja Jalal menyuruh Maan Sigh utk menemukan anaknya secepat mungkin.

Di pasar, “Pangeran Salim, aku capek “ kata Qutub, “Sebentar sabar yaa, sepertinya tempatnya sudah tdak jauh darisini”, kata Pangeran Salim menenangkan saudaranya yg gendut “Nah, ini adalah tempat itu!” ujar Pangeran Salim, dia teringat tempat tersebut ketika dia datang waktu pertama kali ketemu dgn Anarkali, “Ya sudah, kau tunggu disini saja, aku akan kembali setelah mengembalikan gelang kaki ini” ujarnya ke Danial & Qutub, kemudian dia masuk kedalam tempat itu, sementara kedua saudaranya menunggu diluar.

Di Istana Mughal, Pangeran Salima bertanya pada Ibu Ratu Hamida “Kemana anak-anak itu pergi, ibu?” , “Percayalah semuanya akan baik-baik saja, kita berdoa saja agar mereka selalu dilindungi” kata Ibu Ratu Hamida.

Sedangkan dikamar, Ratu Jodha berdoa pada Dewa Kahna “Oooh Kahna, lindungilah anakku, tolong, kembalikan dia padaku” doanya, saat itu Ratu Ruqayah sedang menemaninya dikamarnya, “Jangan khawatir, Ratu Jodha, dia pasti baik-baik saja & Yg Mulia saat ini sedang mencarinya” ujar Ratu Ruqayah tapi Ratu Jodha tetap gelisah memikirkan anaknya yg hilang.

Sementara itu Pangeran Salim memasuki sanggar latihan menari & bertanya pada seorang laki-laki yg sedang membersihkan tempat tersebut, Pangeran Salim bertanya tentang anak perempuan yg menari disana, “Kelas menarinya sudah selesai, anak-anak itu sudah pulang kerumahnya masing-masing” katanya. Pangeran Salimpun keluar dari sanggar menari tersebut & mengatakan pada saudara-saudaranya kalau anak perempuan itu tdak ada disana.

Lalu Qutub menghentikan salah seorang laki-laki yg lewat didepannya & bertanya: “Tuan, apakah anda tahu tentang anak perempuan yg datang kesanggar tari ini utk menari?” , “Heiii, kalian ini masih anak-anak & kalian menguntit seorang perempuan?” tegur pria tersebut, “Tutup mulutmu! apakah kau tdak tahu caranya bersopan santun ketika bicara dgn seorang pangeran!” bentak Danial,

“Hah?! kalian ini pangeran? tdakkah kalian lihat wajah kalian? kalian itu seperti seorang pengemis! Bisa-bisanya kalian menyebut diri kalian seorang pangeran! yg benar saja!” begitu ujarnya sambil berlalu dari sana, dihina seperti itu Pangeran Salim, Qutub & Danial hanya bisa meredam emosi mereka.

Akhirnya mereka bertiga melanjutkan perjalanan lagi dgn masuk kedalam pasar tersebut, sampai akhirnya Pangeran Salim mengenali salah satu anak perempuan yg sedang berbelanja pisang dipasar tersebut, “Itu dia!” ujar Pangeran Salim, secepat kilat Pangeran Salim lansung menemui Anarkali & membunyikan gelang kakinya dibelakang Anarkali, “Heiii, kau disini?” tanya Anarkali, “Aku harus mengembalikan gelang kaki ini padamu” kata Pangeran Salim, “Aku tdak pernah menerima barangku lagi yg sudah aku berikan pada orang lain” ujar Anarkali ketus, “ Tapi ibuku yg menyuruhku utk mengembalikan gelang kaki ini padamu, aku sudah kesini dgn susah payah & kau tdak mau menerimanya? aku sudah tdak menggunakannya lagi, jadi ambilah” kata Pangeran Salim, “Aku tdak membutuhkan gelang kaki itu lagi! mereka itu sudah bekas, ada benarnya juga kau mengambilnya, karena ibukku sudah membelikan gelang kaki yg baru utkku, sekarang kau bisa menyimpannya” ujar Anarkali,

“Kau tdak tahu sopan santun! aku adalah anak raja Raja Jalalludin Muhammad Akbar!” ujar Pangeran Salim, “Iyaa, kau adalah anak sang raja tapi bukan seorang raja! ketika kau menjadi raja suatu saat nanti, aku akan memberikan penghormatanku utkmu!” ujar Anarkali, lalu Pangeran Salim meletakkan gelang kaki itu ditangan Anarkali & mengatakan: “Lakukan apapun yg ingin kau lakukan, aku tdak mau bicara dgnmu lagi!” ujar Pangeran Salim sambil berlalu dari hadapan Anarkali & langsung menuju ketempat Qutub & Danial berada, “Dia telah menghinamu, Pangeran Salim” kata Qutub, “Dia anak perempuan yg gila! Ayoo, kita cepat pergi darisini!” ujar Pangeran Salim sambil berlalu dari tempat tersebut & diikuti oleh Qutub & Danial.

Pangeran Salim & kedua saudaranya akhirnya sampai didepan gerbang pintu istana, mereka bersembunyi dibalik semak-semak & melihat banyak prajurit yg sedang mencari-cari mereka. Mereka semua tampak sibuk, Pangeran Salim, Danial & Qutub tampak ketakutan melihat banyaknya prajurit.

Diistana, Raja Jalal berkata: “ Anak-anak itu pasti keluar dari istana, aku akan pergi mencarinya sendiri, aku akan menemukannya!” ujar Raja Jalal

Sementara itu, diluar gerbang istana, “Pangeran Salim, aku lapaaar” kata Qutub, “Aku khawatir, apa yg akan dilakukan ayah kalau menemukan kita nanti, aku takut” kata Pangeran Salim cemas, pada saat itu Raja Jalal keluar dari gerbang istana dgn menunggang kuda kesaygannya, dia langsung melihat ketiga anak itu sedang berdiri disana dgn pakaian rakyat biasa, Raja Jalal kelihatan marah sekali memandang Pangeran Salim dari kejauhan & Pangeran Salimpun mulai menangis ketakutan.

Raja Jalal membawa Pangeran Salim kedalam kamarnya, lalu mendudukannya ditempat tidur, dia sangat marah tapi dicobanya meredam kemarahannya itu “Sekhu Baba, apakah kau sadar dgn apa yg kau lakukan baru saja? kau adalah seorang pewaris tahta kerajaan, kau akan menjadi seorang raja, kau tdak tahu berapa banyak musuh yg ayah punya diluaran sana, kalau saja mereka tahu bahwa kau telah keluar dari istana, ayah tdak bisa membayangkan apa yg akan terjadi nanti” kata Raja Jalal, sementar itu Pangeran Salim memandangi ayahnya dgn wajah ketakutan. “Aku pergi keluar utk mengembalikan gelang kaki itu, ayah” bela Pangeran Salim,

“Mulai sekarang kau tdak akan pergi kemanapun, apalagi tanpa memberitahu siapapun! itu sangat berbahaya” ujar Raja Jalal lagi, tepat pada saat itu Ratu Jodha masuk kekamar Raja Jalal, “Dia tdak mengerti, Yg Mulia, bagaimana dia bisa pergi keluar istana tanpa memberitahu siapapun?” kata Ratu Jodha dgn nada marah, Pangeran Salim semakin ketakutan melihat ibunya marah seperti itu. Sinopsis Jodha Akbar Episode 362

“Aku sudah mengatakannya, Ratu Jodha” ujar Raja Jalal, “Ini semua karenamu, Yg Mulia, cintamulah yg membuatnya menjadi seorang anak yg manja, dia harus mendapatkan hukuman” kata Ratu Jodha sambil kembali menatap Pangeran Salim gemas, Pangeran Salim hanya bisa diam & ketakutan melihat ibunya , “Yaaa, dia memang telah berbuat kesalahan, aku telah memaafkannya, Ratu Jodha, dia tdak akan pergi kemana-mana mulai dari sekarang” kata Raja Jalal, “Tdak, Yg Mulia, kau tetap harus memberikannya hukuman, bagaimana kalau terjadi sesuatu” ujar Ratu Jodha, “Siapa yg bisa melihat anak raja, Ratu Jodha” kata Raja Jalal lagi,

“Kau memiliki banyak musuh diluar sana, Yg Mulia” tegas Ratu Jodha, “Ayah macam apa aku ini kalau aku tdak bisa melindungi anakku sendiri” kata Raja Jalal, “Dan kau telah membuatnya menjadi keras kepala, Yg Mulia” kata Ratu Jodha lagi, “Aku sudah membuatnya mengerti, Ratu Jodha, tanyakan padanya, Sekhu Baba” ujar Raja Jalal sambil menoleh kearah Pangeran Salim, tapi ketika Ratu Jodha & Raja Jalal melihat kearah Pangeran Salim, rupanya Pangeran Salim tertidur setelah mendengarkan kedua orang tuanya yg saling beradu pendapat, kemudian Ratu Jodha mendekati anak tercintanya itu & berbaring disebelahnya, Raja Jalalpun sama ikut berbaring disisi satunya. Raja Jalal & Ratu Jodha sama-sama membelai wajah anak mereka yg polos,

“Mungkin, sifatnya memang sepertimu, Ratu Jodha, tapi dia memiliki kebiasaan keluar istana dgn menyamar seperti ini, itu dia dapatkan dari aku” ujar Raja Jalal, “Iyaaa, tapi untunglah, tdak terjadi apa-apa padanya, nanti aku akan memberikannya hukuman” kata Ratu Jodha, “Kau sangat menyayginya, Ratu Jodha & kau tetap akan memberikan hukuman padanya juga?” kata Raja Jalal, “Setiap ibu pasti akan seperti itu, Yg Mulia” ujar Ratu Jodha sambil mencium lembut anaknya & terharu sampai menitikkan air mata, Raja Jalal hanya bisa memandang istrinya dgn penuh cinta.

Semakin menarik kisah pangeran salim kali ini, sudah tdak sabar membaca kisah selanjutnya?? langsung simak saja di Sinopsis Jodha Akbar Episode 363
 
Template By Kunci Dunia
Back To Top