Master Kids SEO

Membahas About SEO dan Lainya

Sinopsis Ashoka Samrat Episode 183

Masterkids SEO - Sinopsis Ashoka Samrat Episode 183, Setelah sebelumnya admin membagikan Sinopsis Ashoka Samrat Episode 182! kali ini admin bagikan lagi episode 183 yang akan tayang di ANTV Malam Ini pada Oktober 2015. Berikut Kisah selanjutnya Ashoka Samrat!
Sinopsis Ashoka Samrat Episode 183

Dikamar Pangeran Sushima, Pangeran Sushima masih menunjukkan kemarahannya pada semua orang, Ratu Charumitra berusaha utk menenangkan dirinya agar tenang & kalem namun Pangeran Sushima malah berkata “Adalah sebuah kesalahan terbesar dgn hanya diam dalam situasi seperti ini! Aku harus melakukan sesuatu!” kemudian Pangeran Sushima memerintahkan salah satu prajuritnya utk terus mengawasi gerak gerik Ashoka “Ashoka itu tdak diijinkan utk meninggalkan istana, perintah ini harus dipatuhi, apapun caranya!” sementara itu perdana menteri Khalatak memberikan sedikit nasehat ke Pangeran Sushima agar lebih peduli dgn fakta yg ada jika ketiga tahanan itu kembali & bergabung dgn komplotannya & melakukan pemborentakan “Jika mereka bisa mencapai harta benda yg telah kita sisihkan utk perang maka konsekwensinya akan sangat drastis” mendengar hal itu, Ratu Charumitra meminta Pangeran Sushima utk lebih fokus pada apa yg dikatakan oleh perdana menteri Khalatak “Kamu bisa saja kehilangan fokus utamamu, Pangeran Sushima” Pangeran Sushima ingin sekali menangkap para pemborentak itu “Kita harus mengalihkan perhatian rakyat kita pada suatu hal, kita akan mengatur sebuah pesta besar di Pitr – Paksh maka dgn begitu tdak ada seorangpun yg akan mendapatkan kesempatan utk berfikir tentang sesuatu yg terjadi di daerah, aku punya sebuah ide utk mengalihkan perhatian rakyat Magadha juga, aku dengar bahwa beberapa daerah yg lain bertanggung jawab dibelakang penyerangan tersebut, apakah mungkin itu Kalingga? Perhatian rakyat kita akan di alihkan, kita akan menemukan sebuah kesempatan yg baik utk menangkap mereka, buatlah persiapan utk akhir cerita mereka, perdana menteri” tak lama kemudian perdana menteri Khalatak meninggalkan ruangan tersebut, Ratu Charumitra sangat bangga dgn kecerdasan Pangeran Sushima “Pangeran Sushima, kamu memang cocok menjadi seorang Samrat! Waktumu pasti tdak lama lagi” ujar Ratu Charumitra sambil membelai pipi anaknya itu

Di kamar Ashoka, Dharma sedang mengobati luka luka di punggung Ashoka, Ashoka masih menahan rasa marah & emosinya ketika dirinya teringat pada penderitaan anak-anak yg kelaparan “Bagaimana aku bisa mengatakan pada kalian bahwa aku sangat menderita melihat penderitaan mereka, mereka telah dianiaya dgn menggunakan nama Samrat Bindusara, aku ingin sekali menolong mereka tapi aku tdak tahu apa yg harus aku lakukan & bagaimana caranya?” bathin Ashoka dalam hati

Di desa, beberapa prajurit melihat ada beberapa biarawan sedang berdoa, tiba-tiba para prajurit tersebut memutuskan utk membunuh para biarawan tanpa ampun sebagaimana yg bisa mereka lakukan, tdak ada seorangpun yg bisa menghindar dari amukan mereka, dari kejauhan teman teman Ashoka melihat mereka seraya berkata “Kita harus menghentikan mereka! Mereka sepertinya bukan dari Magadha” salah seorang dari teman Ashoka memegang sepotong kain berwarna merah & berkata “Kita tahu siapa yg bisa membantu kita”

Di kamar Ashoka, Ashoka meminta pada ibunya utk membiarkan saja luka di tubuhnya “Ini hanya luka kecil, bu, tdak apa-apa” namun Dharma tetap berkeras ingin mengobati Ashoka “Tubuh kadang membutuhkan bantuan dari luar dalam memenuhi tugas yg lebih besar, obat obatan ini akan sangat diperlukan, kamu seharusnya beristirahat dulu sekarang” pinta Dharma kemudian meninggalkan Ashoka sendirian di kamarnya, Ashoka ingin sekali merawat orang orang yg menderita “Aku akan pergi sekarang juga!” dari luar jendela Ashoka melihat ada kain merah yg berkibar di benteng yg tinggi, Ashoka teringat pada kode yg telah dia katakan pada teman temannya, Ashoka melihat keluar dari jendelanya, situasi yg terjadi saat ini sangat suram & mencekam. Ashoka segera mengambil pakaian kebesarannya dari dalam peti “Teman temanku sedang dalam masalah, aku harus menolong mereka tapi ibu ingin agar aku tetap disini utk pemujaan, aku akan kembali ke istana sebelum pagi menjelang, aku akan menolong orang lain sebagai Agraduta & akan berada disini utk pemujaan juga” ujar Ashoka sambil menutupi wajahnya & melompat keluar dari jendela kamarnya Sinopsis Ashoka Samrat Episode 183

Di ruang pribadi Samrat, perdana menteri Khalatak memberikan informasi yg terbaru ke Pangeran Sushima “Prajurit kita telah mencapai tujuannya, prajurit kita telah menyerang para biarawan itu” sementara itu di tempat para biarawan Ashoka sudah sampai disana & mulai bertarung dgn semua prajurit yg mencoba membunuh para biarawan, ketika sedang bertarung tiba-tiba cadar Ashoka terbuka namun Ashoka langsung berbalik membelakangi para prajurit tapi ada satu prajurit yg bisa mengenali Ashoka “Bukankah itu seperti pangeran Ashoka? Siapa kamu sebenarnya?” Ashoka segera mengenakan kembali cadarnya & kembali bertarung dgn prajurit suruhan Pangeran Sushima, hingga akhirnya Ashoka mampu melumpuhkan para prajurit tersebut sendirian, para prajurit yg bergulingan di tanah memohon ampun pada Ashoka “Tolong, aku mohon ampuni nyawaku” namun Ashoka tdak bergeming, ketika Ashoka hendak membunuh salah satu prajurit, salah satu biarawan segera memegang tangan Ashoka & mencegahnya agar tdak membunuh prajurit itu “Jangan bunuh dia” ujar biarawan sambil mengambil pedang Ashoka & dilemparkannya ke tanah, Ashoka pun menghentikan aksinya, semua prajurit lari tunggang langgang meninggalkan tempat para biarawan, para biarawan mengucapkan terima kasih pada Ashoka karena telah menyelamatkan mereka “Kenapa kalian tdak membiarkan aku membunuh prajurit itu?” Ashoka merasa penasaran “Seseorang tdak akan mendapatkan kesempatan utk berubah kalau kamu membunuhnya” jelas salah satu biarawan “Tapi bagaimana dgn hukuman utk mereka? Mereka itu ingin membunuh kalian, orang orang seperti itu seharusnya jangan dibiarkan hidup!” para biarawan itu hanya tersenyum

“Hanya rasa cinta saja yg bisa mengakhiri kebencian, guru kami berkata bahwa suatu hari kamu akan mengerti ini semua, Ashoka” Ashoka terkejut bagaimana bisa para biarawan ini mengenali dirinya sebagai Ashoka, sedangkan dirinya masih mengenakan cadar hitamnya “Bagaimana bisa mereka ini mengenali diriku? Wajahku saja masih tertutup oleh cadar, bagaimana bisa mereka tahu kalau aku ini Ashoka?” bathin Ashoka dalam hati “Siapa itu Ashoka? Aku adalah Agraduta!” Ashoka pura pura bersandiwara, para biarawan setuju dgn apa yg dimaksud oleh Ashoka “Kamu benar, kamu tetap bukan Ashoka yg telah mengubah pandangan dari tanah ini suatu hari, kamu akan menjadi itu suatu hari nanti, ini adalah ucapan dari Tathagat” Ashoka semakin penasaran “Siapa itu Tathagat?” salah satu biarawan berkata “Dia adalah guru kami para biarawan, kamu akan bertemu dengannya pada saat yg tepat nanti, sekarang biarkan kami mengobati luka lukamu” Ashoka menolak ketika para biarawan itu hendak mengobatinya kemudian salah satu dari mereka memberikan obat obatan herbal utk Ashoka, Ashoka sangat berterima kasih pada mereka “Sekarang aku harus pulang ke Patliputra sebelum fajar menyingsing”, “Itu adalah situasi yg sulit utk mencapai kesana dgn waktu yg sangat pendek” ujar salah satu biarawan, kemudian mereka menunjukkan pada Ashoka jalan yg singkat yg bisa dia tempuh utk mencapai ke Patliputra pada waktu yg tepat, rutenya sangat sulit tapi akan membantu Ashoka mencapai Patliputra tepat waktu, Ashoka akhirnya meninggalkan mereka.

Ashoka akhirnya menempuh jalur yg singkat, kakinya mulai sakit karena serangan salah satu prajurit & matahari telah bersinar terang “Saat ini waktunya pemujaan, setiap orang pasti akan mencari aku, aku harus mencapai sana sebelum saudaraku mencurigai aku” bathin Ashoka dalam hati, Ashoka masih terus mencoba berjalan cepat tapi kakinya sangat sakit “Rasanya aku tdak bisa berjalan lagi, bagaimana aku bisa mencapai istana dgn keadaan seperti ini?” tiba-tiba Ashoka mendengar ringkikkan kuda, rupanya kuda itu seperti memang disiapkan untuknya, dgn tertatih tatih & lemas Ashoka berusaha mendekat ke arah kuda tersebut & menungganginya.

Di kerajaan Magadha, Pangeran Sushima sudah bersiap hendak melakukan pemujaan dibantu oleh para pelayannya, ketika ibunya datang, semua pelayan di suruhnya pergi, Pangeran Sushima menanti dgn penuh semangat kembalinya para prajurit suruhannya dgn berita baik yg di dengarnya, tak lama kemudian perdana menteri Khalatak ikut bergabung bersama Pangeran Sushima & ibunya di kamar Pangeran Sushima “Pangeran Pangeran Sushima, mereka belum kembali” ujar Khalatak “Kenapa mereka begitu sangat terlambat? Apakah ada masalah dgn mereka?” Ratu Charumitra merasa heran “Kita telah mengambil sebuah resiko yg sangat besar, kita harus mengusir mereka keluar dari negeri kita & ambil semua uang mereka, aku sangat takut jika ada seseorang yg mengetahuinya” Ratu Charumitra semakin cemas “Tidak usah cemas, ibu, jangan khawatir, tdak akan ada seorangpun yg berfikir tentang kita karena para biarawan itu sudah mati semua” Pangeran Sushima mencoba menghibur ibunya “Aku juga berharap demikian, pangeran Pangeran Sushima, aku akan segera memberitahu kamu begitu para prajurit itu kembali” kemudian Khalatak pergi meninggalkan mereka berdua “Ibu hanya ingin melihat kamu menjadi Samrat berikutnya, ibu tdak ingin ada kecerobohan dalam proses mengusir Ashoka & ibunya keluar dari istana ini! Kita seharusnya lebih berhati hati lagi, meskipun itu sebuah kesalahan yg sangat kecil, kita bisa mengeluarkan biaya yg cukup mahal utk itu, anakku” Pangeran Sushima berusaha meyakinkan ibunya bahwa impian ibunya akan menjadi kenyataan “Ibu telah melahirkan seorang calon Samrat berikutnya, tdak ada seorang pun yg akan mengubah takdirku ini, ibu!” tiba-tiba seorang pelayan memasuki kamar Pangeran Sushima & mengabarkan pada mereka kalau para pendeta telah datang, sebelum keluar kamar Pangeran Sushima memuji idenya sendiri dalam menjaga Ashoka agar tetap di dalam istana “Prajuritku masih terus mengawasi dia, dia tdak bisa keluar dari kamarnya meskipun utk sedetik saja tanpa ijin dariku!” ujar Pangeran Sushima bangga Sinopsis Ashoka Samrat Episode 183

Ashoka sedang menuju ke kerajaan Magadha dgn kudanya, akhirnya dia sampai pada tempat dimana terdapat jurang yg cukup dalam dgn sungai dibawahnya, sementara jembatan kayunya sudah rusak, Ashoka teringat ucapan para biarawan itu “Rutenya sangat sulit, penuh dgn masalah tapi itu akan membuat kamu mencapai tujuanmu tepat pada waktunya” Ashoka tdak ingin membuang buang waktu “Aku harus berada di kamarku sebelum semua orang mulai mencari cari aku” Ashoka melihat ada sebuah tali yg bisa dipergunakannya, Ashoka segera membuat simpul mati kemudian melemparkan tali itu ke sebrang jurang utk di kaitkan pada sebuah batu besar yg terdapat pada bukit di sebrang jurang sana, setelah siap semua Ashoka segera menyebrangi jurang yg cukup dalam itu dgn menggunakan tali yg terbentang

Di penjara kerajaan Magadha, Helena menemui Khurasan di penjara, mereka berdua membicarakan tentang Noor “Apakah Noor sudah bertemu dgn Dastan?”, “Noor tahu kalau Dastan adalah harapan terakhir kita, hanya Dastan yg bisa membantu Siamak duduk di tahta kerajaan Magadha, Noor itu seorang keturunan Khurasani, dia akan bertarung hingga titik darah penghabisan, dia tahu kalau dirinya bertarung demi anaknya, dia tdak hanya bertarung tapi juga menang!” ujar Khurasan bangga “Aku juga tdak mau pengorbanan ayah Siamak, Justin itu sia sia, aku adalah orang Yunani, kami datang kesini setelah menumpahkan banyak darah, kami bermimpi membuat seluruh negeri India ini menjadi milik kami! kami bisa membunuh siapa saja utk memenuhi impian kami!” ujar Helena sengit “Aku masih heran kenapa sampai saat ini Bindusara masih hidup?” Khurasan merasa heran “Itu karena Chanakya yg selalu menghambat jalannya, aku telah memerintahkan seorang gadis utk meyakinkan agar Bindusara tdak kembali ke istana ini dgn selamat!” ujar Helena sinis

Di jurang tempat Ashoka, saat itu Ashoka sudah mencapai setengah perjalanan, namun tiba-tiba talinya mulai merenggang & putus menjadi dua, Ashoka segera memegang salah satu tali dgn erat & tiba-tiba Ashoka seperti hendak menabrak dinding jurang didepannya.

Next Episode di Sinopsis Ashoka Samrat Episode 184
 
Template By Kunci Dunia
Back To Top