Master Kids SEO

Membahas About SEO dan Lainya

Sinopsis Ashoka Samrat Episode 109

Masterkids SEO - Sinopsis Ashoka Samrat Episode 109 Setelah sebelumnya admin membagikan Sinopsis Ashoka Samrat Episode 107 kali ini admin bagikan lagi episode 109 yang akan tayang di ANTV Malam Ini pada September 2015. Berikut Kisah selanjutnya Ashoka Samrat!
Sinopsis Ashoka Samrat Episode 109

Ibu Suri Helena masih terbaring pura-pura tak sadar diatas tempat tidur dgn di kelilingi oleh Bindu, Pangeran Justin, Nikator, Chanakya & tabib. Bindu memberitahu tabib kalau dirinya telah membawa air suci utk Ibu Suri Helena. Tabib menyuruh mereka meminumkan air itu pada Ibu Suri Helena. lalu dgn di bantu Pangeran Justin, Bindu membantu Ibu Suri Helena duduk & meminumkan air suci. Tak berapa lama kemudian, Ibu Suri Helena tersadar. Justi berteriak senang, “ibu..? Ibu?…” Chanakya mengawasi dgn tatapan curiga. Pangeran Justin dgn suara penuh haru berkata, “ibu… ini suatu keajaiban..” Nikator juga menyambut kesadaran Ibu Suri Helena dgn penuh haru. Ibu Suri Helena menoleh kearah Bindu & dgn tatapan khawatir bertanya, “nak, kau baik-baik saja? bagaimana dgn istri-istri & anak-anakmu? Kebakaran itu sangat mengerikan, seperti neraka.” Bindu menjawab, “semua selamat, jangan khawatir.” Ibu Suri Helena bertanya siapa yg melakukan ini?”  Bindu menjawab, “Raja Ji Raj.” Ibu Suri Helena pura-pura terkejut, “Raja Ji raj? kita memberi dia kehormatan & dia melakukan itu? i=Ini salahku. Aku menerima lamarannya. Aku akan membunuhnya! DIa telah mencoaba membunuh keluargaku. Dia tak berhak hidup!” Ibu Suri Helena hendak bernajak dari tempat tidur, tapi Pangeran Justin & Bindu menahannya. kata BIndu, “raja Ji raj akan mendapat hukumannya di pengadilan. tapi sebelum itu akan menanyakan siapa yg menjadi rekan kejahatannya.” Ibu Suri Helena bertanya, “apakah kau mencurigai kalau ada orang lain yg terlibat dgnnya? Semua adalah anggota keluarga. Siapa yg akan melakukan itu?” Chanakya yg menyahut, “siapapun yg dia, dia sangat pintar & besok kita akan mengetahui namanya.” Ibu Suri Helenamenyahut, “aku berharap Raja Ji Raj mendapat hukuman yg berat.” Bindu mengiyakan, “pasti.” Bindu kemudian menyuruh Ibu Suri Helena agar istirahat. Chanakya mengawasi Ibu Suri Helena yg kembali berbaring sambil membatin, “bagaimana dewi Ibu Suri Helena masih terlihat kalem setelah tahu kalau raja Ji Raj tertangkap.”

Ashok memberitahu Putri Ahankara kalau ayahnya sudah tertangkap, “kau tdak akan di hukum mati sekarang. Putri Ahankara tertegun doiam. Ashok menyentuh pundaknya & bertanya, “apakah kau mendengarku?” Putri Ahankara cepat berbalik & menggengam jemari Ashok penuh harap, ‘aku ingin bertemudgnya, aku ingin bicara padanya.” Ashok menjawab, “ini tdak mungkin.” Putri Ahankara dgn berlinang airmata berkata, “aku tdak akan bisa hidup dgn label anak pengkhianat. AKu akan merasa bersalah selamanya. Aku inginbertemu dgnya.” Putri Ahankara menangis sedih. Ashok merasa iba. Prajurot datang & meminta agar Ashok pergi. Ashok menatap Putri Ahankara dgn bingung. Dia hendak bernajak ketika Putri Ahankara menraih tangan Ashok & meletakan di kepalanya sambil berkata, ‘berjanjilah padaku, Ashok. Kau akan membuatku bertemu ayah sekali saja.” Ashok terlihat tegang tak tahu harus menjawab apa.Sinopsis Ashoka Samrat Episode 108

Sushim berkata pada Bindu dgn berapi-api. Katanya, “kita harus membunuh raja Ji Raj dgn cara sedemikian rupa sehingga semua musuh-musuh kita menjadi takut & tdak pernah berpikir utk melakukan hal yg salah. Aku meminta anda utk membawa Raja Ji Raj ke pasar & membakarnya di hadapan semua orang. Karena dia banyak orang terbunuh dalam kebakaran itu. karena itu dia juga harus merasakan kesakitan yg sama.” Bindu menatap Sushim dgn penuh pengerian, “aku tahu kau marah tapi harus ada batas antara kemarahan & hukuman…” Ashok datang menemui Bindu & memohon, “Pranam samrat. Samrat, aku mempunyai permintaan. Tolong izinkan Putri Ahankara bertemu ayahnya sekali saja.” Mendengar permintaan Ashok, Sushim menjadi geram, “kau tahu, ayah sudah memerintahkan kalau tak seorangpun boleh bertemu dgnya!” Bindu bertanya pada Ashok dgn rasa ingin tahu, “mengapa kau ingin dia bertemu ayahnya?” Ashok menjawab, “aku mengerti kesedihannya. DIa akan kehilangan ayah. Aku tahu bagaimana rasanya kehilangan seorang ayah. Dia akan kehilangan dia. Dia hanya ingin melihat dia utk yg terakhir kalinya.” Sushim dgn ketus berkata, “aku tdak bis amengerti mengapa kau menunjukan kepedulian pada putri seorang pengkhianat. Tunjukan rasa pedulimu pada anak-anak yg terbunuh dalam kebakaran itu. Pada prang tua yg kehilangan anaknya.” Ashok bertanya apda Sushim, “kenapa putra seorang pengkhianat di berikan hukuman? Apa salahnya? Kita telah merenggut ayahnya dari dia. Apakah itu tdak cukup?” Sushim menentang, “aku tdak setuju. Ini seperti tdak menghormati mereka yg terunuh karena raja Ji Raj. Kita tdak tahu apakah Putri Ahankara bersalah atau tdak. bagaimana kalau dia bertemu ayahnya & membuat konspirasi lain?” BIndu menengahi, “melihat situasi ini, aku tdak bisa mengabulkan permintaanmu, Ashok. Utk Magadha, aku telah mengambil keputusan kalau tak seorangpun akan menemui raja Ji Raj.” Mendengar keputusan Bindu, Sushim tersenyum puas. Ashok terlihat sedih. Dia menatap Sushim lalu peri dari sana.

Dharma sedang mematikan obor, ketika Ashok menarik tangannya. Dharma kaget, tapi sebelum berteriak, Ashok menutup mulutnya & berkata, “ma.. ini aku!” Dharma menatap sekeliling dgn panik, “bagaimana kalau ada orang melihat kita?” Ashok dgn sedih mengadu pada Dharma kalau dirinya berada sedang bermasalah, “ma, aku seprti ingin melakukan sesuatu. AKu telah berjanji pada seseorang tapi bagaimana jika aku tdak bisa memenuhi janji itu? & dalam prosesnya menyakiti seseorang yg tdak ingin ku sakiti.” Dharma mengingatkan Ashok kalau mengingkari janji itu tdak baik, “kalau kau tak ingin menyakiti seseorang maka kau mencari cara agar dapat memenuhi janjimu & tdak membuat siapapun terluka.” Ashok terdiam berpikir. Tiba-tiba dia tersenyum, “ma, aku tahu apa yg harus aku lakukan.” Ashok memeluk Dharma & segera pergi meninggalkannya di iringi tatapan cemas Dharma.

pagi harinya, Ashok mendatangi kamar Putri Ahankara. Dia mengalihkan perhatian prajurit dgn mengatakan pada mereka kalau dirinya mendengar suara berisik & meminta agar prajurit itu memeriksanya.  Prajurit mengikuti saran Ashok. Begitu mereka pergi, Ashok segera menemui Putri Ahankara & memberitahunya kalau ayahnya sedang di bawa ke pengadilan, “kau bisa melihatnya. Ayo ikut dgnku!” Keduanya lalu m,engendap-endap meninggalkan kamar.

Raja Ji raj sedang di bawah ke pengadilan. Dia melihat Putri Ahankara berdiri di kejauhan dgn airmata berlinangan. Raja Ji Raj sedih melihatnya. Prajurit membawa pergi Raja Ji Raj. Putri Ahankara menanggis & kembali ke kamarnya. Saat prajurit kembali, dia menemukan Ashok & Putri Ahankara di sana. Ashok mengatakan apa-apa, Ashok segera meninggalkan kamar Putri Ahankara.Sinopsis Ashoka Samrat Episode 108

Raja Ji Raj di abwah ke pengadilan dgn leher & tangan di rantai. DIa berdiri di depan Bindu dgn wajah sedih. Bindu dgn geram berkata, “kau ingin membunuh kami semua, raja Ji Raj. Kini kau berdiri sebagai penjahat di hadapan kami semua. Ini adalah keadilan tuhan. & jika kau punya sedikit rasa takut, katakan yg sebenarnya tentang konspirasi itu. Kalu kau katakan yangs ebenarnya kau tdak akan di beri hukuman mati. Tapi aku akan pastikan kalau hidupmu akan lebih menderita daripada kematian. Sudah jelas kalau kau tdak sendirian dalam menjalankan konspirasi itu, karena ini adalah rencana yg sangat besar. Siapa rekanmu? Musuh terbesar dari dirimua adalah mereka yanga da dai pengadilan sekarang ini. Katakan namanya. Katakan siapa pengecut itu, yg membuatmu berada dalam masalah. yg mencoba menyerang keluarga besar Magadha?” Raja Ji Raj teringat pertemuannya dgn Pangeran Justin.

~Kilas balik menunjukan bagaimana Pangeran Justin mengatakan pada Raja Ji Raj, “apa yg membuatmu yakin kalau kau meneyrahkan diri lalu mereka akan melepaskan Putri Ahankara? Kau telah menyerang keluarga kerajaan Magadha. Ketika konspirasi sangat besar, maka hukumannya akan besar pula. Semua keluarga musuh akan di bunuh sehingga tdak akan timbul masalah di masa depan. Hanya aku yg bisa menyelamatkan Putri Ahankara.” Raja Ji menyahut dgn ketus, “kau telah mengkhianati aku. Kau masih berpikir aku akan mempercayaimu?” Juatin mengatakan kalau Raja Ji Raj tdak punya cara laijn, “kalau kau kabur, putrimu akan mati. AKu menunjukan cara yg dapat menyelamatkan putrimu. Aku tahu kau tdak punya alasan utk mempercayai kami. Tapi kau tdak punya pilihan lain juga.” Raja Ji dgn sedih berkata, “kalau putriku tetap hidup, hidupnya pasti akan sangat sengsara, dia akan di perlakukan lebih buruk daripada pelayan. Aku ingin puteriku di bawa pergi jauh dari Magadha, hanya dgn itu aku akan tetap diam di depan samrat Raja Bindusara..” Kilas balik berakhir.~

Bindu dgn taks abar menyuruh Raja Ji Raj mengatakan yg sebenarnya




 
Template By Kunci Dunia
Back To Top